Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Konsisten Bina dan Kembangkan Atlet, Petrokimia Gresik Mendapat Penghargaan Dari Wagub Jatim

      21 September 2026

      Raperda Perubahan APBD 2026 Kabupaten Lamongan Disetujui, Ini yang Menjadi Prioritas

      21 September 2026

      Petrokimia Gresik Meraih Paten Inovasi Silika Berkat Ubah Produk Samping Jadi Solusi Agroindustri

      21 September 2026

      PMI Tegaskan Stok Darah di Kabupaten Lamongan Masih Mencukupi

      21 September 2026

      Bakti Sosial Mewarnai Rangkaian HUT ke-81 TNI di Kabupaten Lamongan

      20 September 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Kontribusi SIG Bagi Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat di Aceh Melalui Pengolahan Sampah
    Ekonomi

    Kontribusi SIG Bagi Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat di Aceh Melalui Pengolahan Sampah

    RedaksiBy Redaksi22 Juni 20263 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui unit usaha PT Solusi Bangun Andalas, mengubah persoalan sampah kelapa dari kawasan wisata Pantai Lampuuk, Aceh, menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

    Dengan program bertajuk Sakeladera (Sampah Kelapa untuk Desa Sejahtera), sekitar 60 ton limbah kelapa per bulan diolah menjadi cocopeat (serbuk halus dari sabut kelapa) untuk campuran pakan ternak. Berhasil menekan biaya pakan peternak unggas hingga 60 persen, sekaligus mengurangi emisi karbon dari pembakaran sampah.

    Adapun program Sakeladera lahir dilatarbelakangi timbulan sampah kelapa dari aktivitas pariwisata di Pantai Lampuuk yang mencapai sekitar 60 ton per bulan, yang dibiarkan membusuk atau dimusnahkan dengan cara dibakar, sehingga menghasilkan emisi karbon hingga 34,8 ton CO₂ per bulan. Di satu sisi, para peternak unggas lokal mengalami kesulitan mendapatkan pakan dan bergantung pada pasokan dari luar daerah, hingga membuat biaya pakan yang harus dikeluarkan mencapai Rp48 juta per bulan.

    Pada 2024, PT Solusi Bangun Andalas menginisiasi program Sakeladera. Dalam pelaksanaan, pihak perusahaan kembali menggandeng komunitas Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil) yang sebelumnya telah bekerja sama dalam program Sobat Si Abes (Solusi Bangun Andalas Sahabat Pesisir) sejak 2022. Tidak hanya memberi bantuan peralatan pengolah sampah kelapa menjadi cocopeat sebagai alternatif campuran pakan ternak, namun pihak perusahaan juga memberi edukasi dan pendampingan menyeluruh kepada Basagemil, serta ikut menyosialisasikan kepada masyarakat sehingga program dapat diterima dan berjalan dengan baik.

    Baca Juga :  SIG Tandatangani Kesepakatan Bersama Pemkab Bekasi Untuk Akselerasi Pembangunan Berkelanjutan

    Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, program Sakeladera adalah wujud komitmen SIG terhadap pembangunan berkelanjutan yang sesuai dengan pilar keberlanjutan pihak perusahaan yakni, ‘Perlindungan terhadap Lingkungan dan Menciptakan Nilai untuk Karyawan dan Komunitas’ dalam Sustainability Roadmap SIG 2030.

    “Sustainability Roadmap SIG 2030 merupakan panduan strategis bagi seluruh entitas bisnis SIG dalam mewujudkan komitmen keberlanjutan, yang memuat strategi dan indikator kinerja keberlanjutan secara komprehensif dan aplikatif,” ujar Vita.

    “Program Sakeladera PT Solusi Bangun Andalas selaku unit usaha SIG, menjadi bukti nyata kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat di Aceh,” terangnya.

    Tidak sekedar manfaat, namun program Sakeladera terbukti berhasil memberi dampak positif berganda. Selain timbulan sampah berhasil diturunkan menjadi 20 hingga 24 ton per bulan dari sebelumnya 60 ton per bulan, juga berhasil membantu sejumlah kelompok peternak unggas di Lhoknga, Aceh, dalam menurunkan biaya pakan hingga 60 persen atau sekitar Rp28,2 juta per bulan, sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

    Baca Juga :  SIG Bantu Daya Saing UMK Gresik, Latih Strategi Pemasaran Digital

    Selain itu, program Sakeladera juga menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat lokal, sebab melibatkan sebanyak 28 orang dalam proses rantai pasok. Mulai dari pengumpulan sampah kelapa di pantai, proses pemilahan dan pengolahan menjadi cocopeat, hingga untuk distribusi. Produk cocopeat juga telah dinyatakan lulus uji laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri, terkait kandungan kalsium dan protein yang dimiliki.

    “Program Sakeladera menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan dengan rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,5. Artinya, setiap Rp1 investasi, menghasilkan Rp2,5 manfaat bagi masyarakat. Kami memberikan apresiasi kepada PT Solusi Bangun Andalas atas inovasi sosial ini, yang telah menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan terbukti berhasil mengatasi kerusakan lingkungan,” ungkap Vita.

    Baca Juga :  Direktur Operasi SIG Reni Wulandari Ajak Perempuan Tunjukkan Kinerja dan Profesionalisme

    Salah seorang penerima manfaat M Ikhsan menyampaikan, terima kasih atas kehadiran dan kepedulian SIG terhadap masyarakat, khususnya para peternak lokal. Ikhsan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Puyuh Andalas binaan PT Solusi Bangun Andalas menilai, program Sakeladera telah banyak membawa perubahan positif dan berdampak langsung pada kelancaran operasional usaha yang dijalankan oleh kelompoknya.

    “Program Sakeladera sangat inovatif dan memberi banyak manfaat. Program ini telah membawa perubahan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Ikhsan.

    “Sekarang sampah kelapa tidak lagi dibuang percuma. Kami bisa mengolahnya menjadi produk yang bernilai ekonomi, bahkan membantu menekan biaya produksi pakan ternak. Terima kasih SIG dan PT Solusi Bangun Andalas. Semoga sukses selalu dan terus peduli kepada kami masyarakat,” lanjutnya.

    Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni kebersihan sampah semen indonesia SIG
    Previous ArticleJawaban Bupati Lamongan Terhadap Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
    Next Article Sinergi Pemkab Gresik Dengan Industri Melindungi Perempuan dan Anak Diapresiasi Menteri PPPA

    Berita Terkait

    Green Building Festival 2026, SIG Mendorong Penggunaan Bahan Bangunan Rendah Emisi

    10 September 2026

    Begini Cara yang Dilakukan SIG Guna Maksimalkan Pertumbuhan Kinerja

    9 September 2026

    SIG Pertahankan Peringkat idAAA Tertinggi dari Pefindo Karena Memiliki Prospek Pasar yang Kuat

    8 September 2026

    Perkuat Ekosistem Pesisir, SIG Libatkan Sepuluh Orang Relawan Bakti BUMN 2026

    3 September 2026

    SIG Hidupkan Kembali Merek Legendaris untuk Jawa Barat, Semen Kujang Resmi Diluncurkan

    3 September 2026

    Semester I Tahun 2026, Kinerja SIG Tumbuh Solid

    2 September 2026
    Search
    Terkini

    Konsisten Bina dan Kembangkan Atlet, Petrokimia Gresik Mendapat Penghargaan Dari Wagub Jatim

    Raperda Perubahan APBD 2026 Kabupaten Lamongan Disetujui, Ini yang Menjadi Prioritas

    Petrokimia Gresik Meraih Paten Inovasi Silika Berkat Ubah Produk Samping Jadi Solusi Agroindustri

    PMI Tegaskan Stok Darah di Kabupaten Lamongan Masih Mencukupi

    Bakti Sosial Mewarnai Rangkaian HUT ke-81 TNI di Kabupaten Lamongan

    Load More
    Berita Lainnya
    Pemerintahan

    Guna Awasi Aktivitas Tambang Galian C, DPRD Gresik Bakal Bentuk Tim Satgas

    15 Agustus 2025

    MINATBACA.com – Maraknya aktivitas tambang galian C di wilayah Kabupaten Gresik saat ini, membuat DPRD…

    Bupati Gresik; CSR Itu Bukan Charity, Bukan Belas Kasih

    Pemkab Gresik Ajak Masyarakat Untuk Kurangi Sampah Plastik dan Popok

    Sinergi Pendidikan dan Dunia Industri Dinilai Bupati Gresik Penting untuk Menekan Angka Pengangguran

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.