Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Senam Lin Tien Kung dan Cek Kesehatan Gratis Meriahkan Peringatan HLUN ke-30 di Lamongan

      7 Juni 2026

      Praktik Baik Pemanfaatan SIBI Untuk Pembelajaran, Lamongan Raih Penghargaan Terbaik 3 Nasional

      6 Juni 2026

      Melihat Pelaksanaan SPMB, Gubernur Jawa Timur Khofifah Mengunjungi SMKN 1 dan SMAN 1 Cerme

      4 Juni 2026

      Komitmen Pemkab dan DPRD Gresik Untuk Tuntaskan Pembangunan Serta Perbaikan JPD

      2 Juni 2026

      Jadi Prioritas, Bupati Gresik Ajak Masyarakat Lebih Peduli dan Turut Kawal Pembangunan JPD

      2 Juni 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»sosial»Bupati Gresik; CSR Itu Bukan Charity, Bukan Belas Kasih
    sosial

    Bupati Gresik; CSR Itu Bukan Charity, Bukan Belas Kasih

    RedaksiBy Redaksi22 April 20263 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Respon tegas disampaikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, terkait seputar Corporate Social Responsibility (CSR).

    Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, jika CSR bukanlah sekadar kegiatan amal. Melainkan tanggung jawab sosial yang wajib dilaksanakan oleh dunia usaha, sesuai ketentuan perundang-undangan.

    “CSR itu bukan charity, bukan belas kasih. CSR adalah tanggung jawab sosial yang diatur oleh undang-undang. Perspektif ini harus disamakan,” tegas Gus Yani saat membuka kegiatan Advokasi dan Sosialisasi CSR SIGAP (Sosial Industri Gerakan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) yang berlangsung di Ruang Rapat Argolengis, Kantor Bupati Gresik, Rabu (22/4/2026).

    Dia menekankan, pembangunan daerah tidak bisa berjalan hanya mengandalkan pemerintah. Gresik yang memiliki kekuatan industri juga membutuhkan kolaborasi aktif dengan dunia usaha, agar program pembangunan dapat berjalan optimal.

    “Pemerintah tidak mungkin berjalan sendiri, harus ada supporting dari industri. Program CSR harus selaras dengan program pemerintah, baik pusat maupun daerah,” ucapnya.

    Gus Yani juga mendorong agar pelaksanaan CSR diarahkan pada isu-isu strategis, yang berdampak langsung bagi masyarakat. Seperti penanganan sampah, khususnya limbah plastik, serta perlindungan perempuan dan anak.

    Dia turut mengungkap, sejumlah persoalan sosial yang masih ditemui di lapangan. Mulai dari kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), anak putus sekolah, hingga tantangan yang dihadapi keluarga pekerja migran.

    “Masalah sosial ini nyata. Ada korban KDRT, anak yang tidak sekolah, hingga anak-anak pekerja migran yang berisiko tidak memiliki identitas yang jelas. Ini perlu perhatian bersama,” kata Gus Yani.

    Terkait mekanisme pelaksanaan CSR, Gus Yani menjelaskan, pemerintah daerah tidak menerima bantuan dalam bentuk uang tunai atau transfer ke kas daerah. Melainkan kontribusi dunia usaha, diarahkan dalam bentuk program nyata yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

    “Kita butuhkan adalah programnya. Bisa kolaborasi, berbagi peran, dan pengawasannya dilakukan bersama,” imbuhnya.

    Gus Yani juga menegaskan, pentingnya kolaborasi dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

    “Tidak ada industri yang bisa tumbuh di daerah yang gagal. Gresik ini kondusif dan masyarakatnya mendukung. Maka industri juga harus hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Gus Yani.

    Sementara Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik Titik Ernawati menyampaikan, kegiatan bertujuan memperkuat pemahaman dunia usaha terhadap isu perlindungan perempuan dan anak, sekaligus mendorong pelaksanaan CSR yang responsif gender dan ramah anak.

    “Kegiatan ini juga menjadi ruang membangun komitmen dan sinergi lintas sektor, agar upaya perlindungan dapat berjalan berkelanjutan,” ujar Titik.

    Kegiatan diikuti 35 peserta dengan melibatkan unsur dunia usaha, perangkat daerah, lembaga masyarakat, forum anak, serta mitra terkait lainnya. Melalui forum tersebut diharapkan, dunia usaha tidak hanya terlibat secara simbolik, tetapi mampu mengambil peran aktif dan terukur dalam pelaksanaan CSR SIGAP.

    Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Dinas KBPPPA Gresik gresik Kabupaten Gresik pemkab gresik
    Previous ArticleINTERCEM Asia 2026, SIG Buka Peluang Kolaborasi Global Untuk Inovasi Bahan Bangunan
    Next Article Bupati Gresik Pimpin Upacara Pembukaan Program TMMD ke-128

    Berita Terkait

    Melihat Pelaksanaan SPMB, Gubernur Jawa Timur Khofifah Mengunjungi SMKN 1 dan SMAN 1 Cerme

    4 Juni 2026

    Komitmen Pemkab dan DPRD Gresik Untuk Tuntaskan Pembangunan Serta Perbaikan JPD

    2 Juni 2026

    Jadi Prioritas, Bupati Gresik Ajak Masyarakat Lebih Peduli dan Turut Kawal Pembangunan JPD

    2 Juni 2026

    Tekan Kemiskinan dan Stunting, Program Bunda Puspa Pemkab Gresik Diperluas ke 80 Desa

    2 Juni 2026

    Momen Iduladha, KWGe Kembali Salurkan Daging Kurban Kepada Warga Sekitar

    30 Mei 2026

    Opini WTP Kembali Diraih Pemkab Gresik, Jadi yang ke-11 Kali Berturut-Turut

    29 Mei 2026
    Search
    Terkini

    Senam Lin Tien Kung dan Cek Kesehatan Gratis Meriahkan Peringatan HLUN ke-30 di Lamongan

    Praktik Baik Pemanfaatan SIBI Untuk Pembelajaran, Lamongan Raih Penghargaan Terbaik 3 Nasional

    Melihat Pelaksanaan SPMB, Gubernur Jawa Timur Khofifah Mengunjungi SMKN 1 dan SMAN 1 Cerme

    Komitmen Pemkab dan DPRD Gresik Untuk Tuntaskan Pembangunan Serta Perbaikan JPD

    Jadi Prioritas, Bupati Gresik Ajak Masyarakat Lebih Peduli dan Turut Kawal Pembangunan JPD

    Load More
    Berita Lainnya
    Budaya

    Gebyar Sholawat Meriahkan Lamongan Menyambut Tahun Baru 2026

    1 Januari 2026

    MINATBACA.com – Bertempat di halaman Masjid Agung Lamongan, digelar agenda Gebyar Sholawat yang diinisiasi lembaga…

    Dikunjungi 2 Menteri, Smelter Freeport Gresik Resmi Beroperasi

    Dinsos Gresik Gelar Sosialisasi Bantuan Permakanan Lansia dan Penyandang Disabilitas

    Pemdes Bedanten-Tim Melek Industri-PTFI, Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.