MINATBACA.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Babakbawo, Kecamatan Dukun, Gresik, menunjukkan komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan melalui berbagai proyek infrastruktur pertanian.
Kepala Desa Babakbawo Khamim menjelaskan, fokus utama pihaknya dalam pembangunan kali ini adalah pembenahan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan para petani. Pada tahun ini, Pemdes Babakbawo mengalokasikan 20 persen dari total Dana Desa (DD) yakni, sebesar Rp169.233.000 untuk pembangunan dan rehabilitasi sarana-prasarana pertanian, dengan harapan supaya akses dan distribusi hasil pertanian makin mudah.
“Kami ingin memastikan, bahwa petani bisa bekerja lebih nyaman dan hasil panennya bisa didistribusikan secara optimal,” ungkap Khamim, Minggu (22/6/2025).
Sejumlah proyek sudah terealisasi pada semester pertama 2025. Salah satunya pembangunan rabat beton Jalan Usaha Tani (JUT) Babakbawo–Ima’an dengan panjang 36 meter, lebar 2,5 meter dan ketebalan 0,2 meter. Proyek ini selesai dikerjakan pada Bulan Februari 2025, dengan menelan anggaran sebesar Rp45.500.000.
“Rabat beton ini membuat akses menuju lahan pertanian lebih baik, sehingga mempermudah mobilisasi alat-alat pertanian dan hasil panen petani,” terangnya.
Selain itu, rehabilitasi jembatan pertanian Desa Babakbawo juga sudah rampung dilaksanakan pada Bulan Mei 2025, dengan anggaran Rp21.600.000. Rehabilitasi yang dilaksanakan fokus memperlebar jembatan hingga 3 meter, agar bisa dilalui truk-truk pengangkut hasil panen.
“Sebelumnya banyak kendaraan besar terkendala saat melintasi jembatan yang terlalu sempit, jadi kita berinisiatif mempermudah akses distribusi gabah para petani di Desa Babakbawo,” tutur Khamim.
Tidak hanya perbaikan akses, Pemdes Babakbawo juga membangun Kanopi Lumbung Pangan berukuran 11,5 x 3,5 meter di Bulan Maret 2025. Dengan anggaran Rp28.500.000, kanopi tersebut digunakan sebagai tempat untuk penyimpanan beras dan gabah milik petani, serta melindungi hasil panen agar tetap aman dan menjaga kualitas.
“Semua pembangunan ini didesain untuk jangka panjang dan agar bisa langsung dirasakan oleh petani Babakbawo, sebab mayoritas warga di sini berprofesi sebagai petani. Selain untuk kebutuhan konsumsi sendiri, hasil pertanian kami juga diekspor ke daerah lain,” terangnya.
Sementara untuk tahap kedua yang direncanakan berlangsung pada Juli hingga Desember 2025, Pemdes sudah merancang dua proyek lanjutan. Yakni, galian saluran irigasi pertanian sepanjang 80 meter, lebar 4 meter dan kedalaman 1,5 meter dengan anggaran Rp 50.235.000, serta pembangunan Pintu Air Sidomulyo dengan anggaran senilai Rp23.400.000. Pintu air yang akan berfungsi sebagai pengatur aliran drainase, agar kebutuhan air untuk lahan pertanian dapat tetap terpenuhi sepanjang tahun.
“Pada akhirnya ini semua untuk kesejahteraan masyarakat. Jika kebutuhan petani terpenuhi dan hasil panennya meningkat, maka warga Desa Babakbawo pun bisa lebih sejahtera,” pungkasnya.
Diketahui, Total luas Desa Babakbawo mencapai 190 hektare, di mana 32 hektare di antaranya adalah lahan pertanian produktif.

