MINATBACA.com – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Aminatun Habibah terhitung 3,5 tahun telah mengemban amanah rakyat. Berbagai capaian positif diraih, satu di antaranya perihal upaya pengentasan kemiskinan yang berhasil menurunkan angka terendah dalam 15 tahun terakhir.
Menurut rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur tahun 2024, angka kemiskinan di Kabupaten Gresik berada 10,32 persen atau sebanyak 142.390 jiwa. Turun dari 12,42 persen atau sebanyak 166.350 jiwa, pada tahun 2021.
Angka tersebut (tahun 2021) merupakan awal Gus Yani-panggilan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Bu Min-Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dilantik memimpin Gresik. Sementara pada tahun lalu (2023), angka kemiskinan tercatat 10,96 persen atau 149,750 jiwa.
Mengawali amanah saat pandemi Covid-19 (Bulan Februari 2021) berlangsung bukan hal yang mudah, namun dengan komitmen untuk dapat mengentas kemiskinan yang terus dijaga, rupanya upaya tersebut membawa berkah.
Beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berhasil mencatatkan penurunan signifikan dalam angka kemiskinan, sehingga menjadi sebagai salah satu daerah terdepan dalam pengentasan kemiskinan di Jawa Timur. Jika dibanding dengan angka kemiskinan Provinsi Jawa Timur selama tiga tahun terakhir, Gresik bahkan menunjukkan penurunan kemiskinan lebih signifikan.
Sebab Kabupaten Gresik mampu mencatat penurunan angka kemiskinan sebesar 2,10 persen sejak 2021 hingga 2024. Sementara Provinsi Jawa Timur, tercatat menurunkan angka kemiskinan sebesar 1,61 persen dalam periode yang sama.
Pemkab Gresik secara terintegrasi juga melakukan kolaborasi dengan efektif antara pemerintah daerah, lembaga non-pemerintah, serta sektor kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Hasilnya, Gresik tidak hanya berhasil mengurangi angka kemiskinan lebih besar dari provinsi, tetapi juga berhasil membangun fondasi yang kokoh untuk keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
Wakil Bupati yang juga menjabat Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Gresik Aminatun Habibah mengatakan, selama tiga tahun terakhir tren kemiskinan di Gresik terus mengalami penurunan.
“Alhamdulillah, selama tiga tahun terakhir terhitung dari 2021, Gresik berhasil menurunkan kemiskinan sebesar 2,1 persen pada 2024,” kata Bu Min, Rabu (7/8/2024).
Capaian tersebut menjadi satu tren positif dan menambah motivasi Pemkab Gresik. Terlebih standar garis kemiskinan Gresik (berdasarkan pengeluaran per bulan) pada Maret 2024 sebesar Rp608.828/bulan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan garis kemiskinan Provinsi Jawa Timur yang di angka Rp536.122/bulan.
Hal ini menunjukkan, walaupun dengan standar garis kemiskinan lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur, namun Gresik berhasil menjaga tren penurunan angka kemiskinan tetap di bawah catatan Provinsi Jawa Timur.
Bu Min menambahkan, capaian tersebut bukan merupakan garis finish bagi dirinya dan Gus Yani. Karenanya, hingga saat ini upaya pengentasan kemiskinan tanpa henti dilakukan dengan sinergi baik antar OPD di lingkup Pemkab Gresik maupun dengan instansi dan berbagai pihak lain.
Program bantuan langsung tunai secara rutin disalurkan kepada keluarga yang sangat membutuhkan, dengan tujuan memenuhi kebutuhan dasar mereka dan meningkatkan daya beli. Selain itu, pelatihan keterampilan kerja diberikan kepada masyarakat kurang mampu, membantu mereka memperoleh pekerjaan lebih baik dan berkelanjutan.
Pembangunan infrastruktur dasar di desa juga menjadi perhatian, dengan proyek-proyek seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum dirancang untuk memudahkan akses dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program pemberdayaan ekonomi lokal juga didorong, termasuk dukungan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta bantuan modal bagi wirausaha lokal.
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berkolaborasi dengan pemerintah desa, untuk pengembangan ekonomi lokal dan lembaga pendidikan, melakukan pelatihan dengan memberikan kursus yang sesuai kebutuhan pasar kerja.
Pemkab Gresik juga aktif bekerja sama dengan lembaga non-pemerintah dan akademisi, untuk merumuskan strategi pengentasan kemiskinan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Seperti halnya lewat Baznas, yang memberikan bantuan produktif bagi masyarakat dan beasiswa pendidikan untuk mengangkat kualitas hidup masyarakat.

