MINATBACA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, bersama dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lamongan mengikuti apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026.
Apel tersebut dilaksanakan di Alun Alun Lamongan, Kamis (12/3/2026) sore WIB, sebagai langkah kesiapan pengamanan guna memastikan situasi tetap kondusif selama sisa Bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, membacakan sambutan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Dalam sambutan ditegaskan, apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana prasarana, dalam mendukung kelancaran operasi.
“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel, sarana prasarana, serta wujud nyata komitmen sinergitas lintas sektoral dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri agar dapat berjalan dengan aman, tertib, nyaman, dan lancar,” ujar Pak Yes-sapaan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, saat membacakan amanat Kapolri.
Lebih lanjut, Pak Yes menambahkan, momentum Hari Raya Idul Fitri juga menjadi salah satu agenda nasional, dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. Berdasarkan proyeksi, pada tahun 2026 diperkirakan terdapat sekitar 143,9 juta orang melakukan perjalanan mudik, atau turun sekitar 1,75 persen dibanding pada tahun 2025.
Di Kabupaten Lamongan sendiri, terdapat beberapa perhatian penting menjelang arus mudik, di antaranya penanganan banjir serta perbaikan infrastruktur jalan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah melakukan berbagai langkah teknis di antaranya, menyiapkan 17 unit pompa air, melakukan upaya modifikasi cuaca, serta meningkatkan kemantapan jalan guna mendukung kelancaran mobilitas warga.
Sementara Kapolres Lamongan Arif Fazlurrahman menyampaikan, Operasi Ketupat Semeru 2026 akan menyiagakan sebanyak 331 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait.
Para personel gabungan tersebut, akan di tempatkan pada sejumlah pos pengamanan (Pospam). Selain di Pasar Babat, Wisata Bahari Lamongan, dan pos pelayanan (Posyan) di Terminal Lamongan, juga tersebar di beberapa titik strategis di Kabupaten Lamongan. Dengan operasi akan berlangsung mulai tanggal 13 Maret, hingga 25 Maret 2026.
Menjelang pelaksanaan operasi, jajaran kepolisian juga telah melakukan berbagai langkah penertiban untuk menjaga ketertiban masyarakat. Di antaranya, dengan mengamankan 245 knalpot tidak sesuai spesifikasi, serta 5.200 botol minuman keras ilegal yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
“Barang-barang tersebut berpotensi memicu gangguan keamanan dan tindak kejahatan, sehingga kami lakukan penertiban menjelang Operasi Ketupat,” jelas Arif.
Terkait potensi genangan air di jalur Pantura akibat curah hujan ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, Arif menegaskan, Forkopimda telah melakukan berbagai upaya mitigasi dalam rangka untuk meminimalisir dampak.
Apabila terjadi genangan yang berpotensi menyebabkan kemacetan, petugas TNI, Polri, dan instansi terkait akan bersiaga di lapangan. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan darurat 110, apabila membutuhkan bantuan.
“Jika terdapat genangan yang mengganggu arus lalu lintas, petugas akan segera melakukan penanganan di lokasi, termasuk pengalihan arus apabila diperlukan,” tuturnya.

