Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Petugas Gabungan Sita 9.108 Batang Rokok Ilegal yang Beredar di Lamongan

      7 Juli 2026

      Penjualan 15 Juta Ton Berhasil Dicatat SIG Dari Bulan Januari Hingga Mei 2026

      6 Juli 2026

      Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Lamongan Tahun 2025 Disepakati

      6 Juli 2026

      Gelaran Petronite Fest 2026 Hajatan Petrokimia Gresik Buat Omzet UMKM Meningkat

      6 Juli 2026

      Agenda Pengabdian Masyarakat, Wabup Melepas Sebanyak 200 Mahasiswa KKN Universitas Gresik

      6 Juli 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Kesehatan»Desa Randuboto Gresik Dilirik Aktivis Korsel untuk Proyek Toko Tanpa Kemasan Plastik
    Kesehatan

    Desa Randuboto Gresik Dilirik Aktivis Korsel untuk Proyek Toko Tanpa Kemasan Plastik

    RedaksiBy Redaksi22 Mei 20262 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Enam orang aktivis lingkungan asal Korea Selatan, melakukan kunjungan studi ke Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Gresik.

    Dalam kunjungan pada Rabu (20/5/2026) tersebut, mereka melihat Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang ada di Desa Randuboto. Bertujuan untuk melihat secara langsung sistem pengelolaan dan pengurangan sampah plastik berbasis masyarakat, yang telah berjalan sukses di desa setempat.

    Kepala Desa Randuboto Andi Sulandra mengatakan, para aktivis luar negeri tersebut tertarik menjadikan Desa Randuboto sebagai objek studi, setelah mendapatkan rekomendasi dari sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan, Ecoton.

    “Mereka tahu tentang Randuboto ini dari Ecoton. Mereka kemudian diajak ke sini untuk melihat bagaimana integrasi pengolahan sampah dari hulu ke hilir, yang dinilai sudah berjalan sangat baik,” ujar Andi, Kamis (21/05/2026).

    Baca Juga :  Wabup Apresiasi Peran Perempuan di Hari Ibu Saat Buka Peringatan HUT GOW Gresik ke-61

    Oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Randuboto, lantas dipaparkan seluruh potensi pengolahan limbah yang dilakukan di TPS 3R. Mulai dari pemilahan sampah basah (organik) dan kering, pengolahan sampah plastik menggunakan metode pirolisis, hingga pembuatan kompos di rumah kompos khusus.

    Andi menjelaskan, kesadaran warga desa yang dipimpin olehnya dalam mengelola sampah, sudah terbangun secara organik. Hal ini membuat para aktivis Korea Selatan terkesan dengan kebersihan, kerapian, serta keterpaduan sistem yang ada.

    “Saya jelaskan bahwa di sini sampah daun atau ranting sudah tidak boleh dibakar, melainkan diolah di rumah kompos. Hasil komposnya dimanfaatkan untuk pupuk tanaman dan alas kandang ayam, agar tidak bau. Mereka sangat terkesan dan bilang Randuboto is good, karena semua jenis sampah terpantau dan ada solusinya,” terang Andi.

    Baca Juga :  Pengelolaan JDIH Buat Kabupaten Gresik Kembali Mendapat Penghargaan Dari Gubernur Jawa Timur

    Selain mempelajari sistem yang ada, kunjungan yang juga di dampingi oleh akademisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) tersebut, membawa misi besar untuk menekan penggunaan plastik sekali pakai di masyarakat.

    Andi membeberkan, ke depan ada rencana kerja sama antara Pemdes Randuboto dengan Non Govermental Organization (NGO) memperkenalkan konsep toko isi ulang (refill) untuk kebutuhan sehari-hari, seperti sampo dan sabun. Di Korea Selatan, lini usaha berkonsep eco-entrepreneurship ini sudah berjalan masif.

    “Mereka punya misi besar mengurangi plastik, salah satunya lewat metode refill. Jadi masyarakat kalau beli air minum, sabun, atau sampo tinggal bawa wadah sendiri untuk diisi ulang,” tutur Andi.

    “Tindak lanjutnya, konsep toko refill ini akan diperkenalkan dan diterapkan di beberapa titik lokasi di Desa Randuboto,” tambahnya.

    Baca Juga :  Pemkab Gresik Janjikan Beasiswa Kuliah Untuk Lulusan Program JAKETKU
    gresik Kabupaten Gresik sampah Sidayu Universitas Airlangga (Unair)
    Previous ArticleTMMD ke-128 Resmi Ditutup, Tinggalkan Warisan Pembangunan di Desa Slempit Kedamean
    Next Article Pemkab Lamongan Jajaki Peluang Investasi Lebih Masif dengan India

    Berita Terkait

    Gelaran Petronite Fest 2026 Hajatan Petrokimia Gresik Buat Omzet UMKM Meningkat

    6 Juli 2026

    Agenda Pengabdian Masyarakat, Wabup Melepas Sebanyak 200 Mahasiswa KKN Universitas Gresik

    6 Juli 2026

    Mencari Tambahan Siswa Untuk Program Sekolah Rakyat, Pemkab Gresik Gandeng LKSA

    1 Juli 2026

    Wabup Gresik Dorong Percepatan Pendataan Secara Digital, Agar Target Sensus Dapat Segera Tercapai

    30 Juni 2026

    Sebanyak 670 Tenan Meriahkan PetroNite Fest 2026 Gelaran Petrokimia Gresik

    29 Juni 2026

    Tumpeng Raksasa 3.000 Bungkus Nasi Krawu Setinggi 4,5 Meter KWGe Pecahkan Rekor MURI

    28 Juni 2026
    Search
    Terkini

    Petugas Gabungan Sita 9.108 Batang Rokok Ilegal yang Beredar di Lamongan

    Penjualan 15 Juta Ton Berhasil Dicatat SIG Dari Bulan Januari Hingga Mei 2026

    Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Lamongan Tahun 2025 Disepakati

    Gelaran Petronite Fest 2026 Hajatan Petrokimia Gresik Buat Omzet UMKM Meningkat

    Agenda Pengabdian Masyarakat, Wabup Melepas Sebanyak 200 Mahasiswa KKN Universitas Gresik

    Load More
    Berita Lainnya
    Hukum

    Gelar Jumat Curhat, Polisi di Gresik Dapat Banyak Masukan Dari Warga

    26 November 2023

    GRESIK – Jajaran Polres Gresik menggelar acara Jumat curhat di Dusun Betiring, Desa Banjarsari, Kecamatan…

    Sebanyak 2.311 Lulusan SOTH, Berkontribusi Pada Penurunan Angka Stunting di Lamongan

    Wabup Gresik Tinjau Pelayanan KB di Puskesmas Sangkapura Bawean

    Dua Traffic Light Segera Dibangun di JLU Lamongan

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.