Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Ketika Menteri PPN dan Wamentan Melaksanakan Gerakan Tanam Padi di Lamongan

      30 Mei 2026

      Momen Iduladha, KWGe Kembali Salurkan Daging Kurban Kepada Warga Sekitar

      30 Mei 2026

      Pemkab Lamongan Meraih Opini WTP 10 Kali Secara Berturut-turut

      29 Mei 2026

      Opini WTP Kembali Diraih Pemkab Gresik, Jadi yang ke-11 Kali Berturut-Turut

      29 Mei 2026

      Tangkap 2 Pengedar, Polres Gresik Sita 209,38 Gram Narkoba Jenis Sabu

      29 Mei 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Cara Unik Usir Hama Tikus di Sawah, Pemdes Gredek Gresik Gelar Gropyokan
    Ekonomi

    Cara Unik Usir Hama Tikus di Sawah, Pemdes Gredek Gresik Gelar Gropyokan

    RedaksiBy Redaksi2 Mei 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Pemerintah Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, mempunyai cara unik untuk memberantas hama tikus. Di mana warga, diajak untuk ikut aktif berpartisipasi.

    Yakni, dengan cara mengikuti festival gropyokan massal, dengan hadiah uang tunai bagi peserta yang berhasil menangkap tikus terbanyak. Gropyokan yang merupakan tradisi tahunan di Desa Gredek, diadakan berbeda dengan tahun lalu yang menggandeng komunitas penembak. Di mana kali ini, Gropyokan berlangsung selama sepekan mulai 1 Mei 2025, yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.

    Adapun peserta bakal menyisir areal persawahan di wilayah desa setempat. Jika berhasil menangkap tikus hidup atau mati, akan dibawa ke balai desa Gredek dengan untuk satu ekor tikus dihargai Rp1.500. Para petani sendiri, beramai-ramai membasmi tikus dengan cara ditembak menggunakan senapan angin milik mereka masing-masing.

    Mereka langsung menuju sawah untuk berburu tikus yang mengancam produktivitas tanaman padi mereka. Dalam ajang gropyokan tersebut, petani bergerak serentak menyisir area persawahan yang menjadi tempat persembunyian tikus.

    Kepala Desa Gredek Bahrul Ghofar mengatakan, pemberantasan hama tikus dengan menggunakan tembak senapan angin lebih jitu dan aman, dibanding memasang jebakan kabel listrik yang dinilai lebih berbahaya.

    “Setrum tikus sangat berbahaya, karena dapat membunuh tikus dan membahayakan nyawa petani yang menggunakan. Karena sudah banyak yang menjadi korban sehingga gropyokan ini dilakukan,” ungkap Ghofar, Jumat (2/5/2025).

    Festival Gropyokan ini, kata Ghofar juga diadakan untuk memacu semangat petani dalam menjaga sawah mereka dari hama tikus.

    “Gropyokan ini diadakan untuk memacu semangat petani menjaga sawah dari hama. Yang bisa menangkap tikus, akan mendapatkan bonus Rp1.500 per ekor. Ini sebagai wujud apresiasi kepada peserta dalam upaya memberantas hama tikus,” ucapnya.

    “Festival Gropyokan Tikus ini tidak sekadar membasmi hama tikus saja. Tetapi yang terpenting, mampu menumbuhkan rasa gotong-royong antar masyarakat petani,” jelasnya.

    Para petani antusias mengikuti Festival Gropyokan Tikus Massal yang digagas pemerintah Desa Gredek. Salah satu petani yang mengikuti Festival adalah Sarjan, yang mengatakan tingkat kesulitan sewaktu mengikuti kegiatan.

    “Sulitnya saat mencari tikus ini ada di beberapa sawah, yang padinya sudah tumbuh tinggi. Sehingga untuk melihat keberadaan dan pergerakan tikus sedikit terganggu,” beber Sarjan.

    “Kalau padinya tidak terlalu tinggi, membasmi tikus akan lebih mudah. Tidak perlu menggunakan senapan angin juga bisa, dengan dipukul dengan kayu. Bahkan, bisa mendapatkan lebih dari 50 ekor tikus di tiap sawahnya,” lanjutnya.

    Selain gropyokan tikus, Pemerintah Desa Gredek juga menyediakan rumah burung hantu di area persawahan, untuk memberantas hama tikus.

    “Di Desa Gredek, keberadaan rumah burung hantu sudah merata di seluruh wilayah pertanian. Meski begitu, rencananya akan ditambah karena populasinya semakin banyak,” tuturnya.

    gresik hama tikus
    Previous ArticleHardiknas 2025, Pemkab Lamongan Beri Penghargaan Insan Pendidikan
    Next Article Upacara Bendera dan Lomba Tumpeng Meriahkan Hardiknas 2025 di Desa Betoyokauman Gresik

    Berita Terkait

    Momen Iduladha, KWGe Kembali Salurkan Daging Kurban Kepada Warga Sekitar

    30 Mei 2026

    Opini WTP Kembali Diraih Pemkab Gresik, Jadi yang ke-11 Kali Berturut-Turut

    29 Mei 2026

    Tangkap 2 Pengedar, Polres Gresik Sita 209,38 Gram Narkoba Jenis Sabu

    29 Mei 2026

    Bupati Gresik Sebut Rokok Ilegal Jadi Musuh Bersama

    26 Mei 2026

    Bupati Gresik Mengajak Penyedia Barang dan Jasa Bersama Menjaga Integritas

    26 Mei 2026

    Michael Supriyadie Terpilih Secara Aklamasi Pimpin DPC Peradi SAI Gresik Raya Periode 2026-2030

    24 Mei 2026
    Search
    Terkini

    Ketika Menteri PPN dan Wamentan Melaksanakan Gerakan Tanam Padi di Lamongan

    Momen Iduladha, KWGe Kembali Salurkan Daging Kurban Kepada Warga Sekitar

    Pemkab Lamongan Meraih Opini WTP 10 Kali Secara Berturut-turut

    Opini WTP Kembali Diraih Pemkab Gresik, Jadi yang ke-11 Kali Berturut-Turut

    Tangkap 2 Pengedar, Polres Gresik Sita 209,38 Gram Narkoba Jenis Sabu

    Load More
    Berita Lainnya
    Ekonomi

    SIG Tawarkan Solusi Bahan Bangunan Rendah Karbon Ramah Lingkungan

    9 Juli 2024

    MINATBACA.com – Meningkatnya kebutuhan manusia akan perumahan dan gedung penunjang kehidupan modern, berimbas pada tingginya…

    Begini Rangkaian Safari Ramadhan Ala Pupuk Indonesia dan Petrokimia Gresik

    Dukung Optimalisasi Peran Pesantren Berdayakan Masyarakat Melalui Program Lamongan Nyantri

    Pesan Bupati Gresik Saat Melantik Kades Antar Waktu Desa Laban Menganti

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.