Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Penghargaan Pembina Koperasi Andalan Jawa Timur 2026 Berhasil Diraih Bupati Lamongan

      22 Juli 2026

      Sentra IKM Logam Gresik Diresmikan, Jadi Fasilitas Produksi Sekaligus Tempat Magang Siswa SMK

      22 Juli 2026

      Bupati Gresik Cup 2026 Resmi Dibuka, Panggung Atlet Muda Gresik Menuju Prestasi

      21 Juli 2026

      Pemkab Lamongan Bersama BBWS Bersiap Keruk Waduk Gondang dengan Metode Baru

      20 Juli 2026

      Masukan DPRD Gresik Terkait Pelebaran Jalan Raya Menganti-Lakarsantri

      20 Juli 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Pemerintahan»Pemkab Gresik Tandatangani MoU dengan KBRI Malaysia
    Pemerintahan

    Pemkab Gresik Tandatangani MoU dengan KBRI Malaysia

    RedaksiBy Redaksi17 Oktober 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Memastikan perlindungan hukum dan pemenuhan hak anak pekerja migran Indonesia asal Kabupaten Gresik, terutama terkait identitas dan akses pendidikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melakukan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia.

    Penandatanganan MoU tersebut dilakukan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dengan Duta Besar (Dubes) RI untuk Malaysia Hermono, dilaksanakan di Kantor KBRI Kuala Lumpur, Selasa (14/10/2025). Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menekankan, inti dari MoU yang dilaksanakan tersebut adalah, memastikan anak-anak pekerja migran memiliki identitas hukum yang jelas.

    “Anak-anak kita harus difasilitasi tentang asal usulnya. Jika salah satu orang tuanya warga Gresik, maka mereka berhak atas identitas yang lengkap. Tanpa dokumen, mereka akan menjadi stateless, tidak bisa sekolah, bahkan tidak mendapatkan jaminan kesehatan. Padahal, pendidikan adalah jalan utama untuk meningkatkan kesejahteraan,” ungkap Gus Yani.

    Baca Juga :  Polres Gresik Gagalkan Peredaran 160 Paket Narkoba Jenis Sabu

    Tanpa identitas, ucap Gus Yani, anak-anak tidak akan bisa mengenyam pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi, sehingga cita-cita mereka bisa saja terhenti.

    “Kita ingin memastikan, tidak ada anak yang kehilangan masa depannya hanya karena status administratif. Orang tua mereka adalah pahlawan devisa, maka sudah menjadi tanggung jawab kita memberi perhatian penuh kepada anak-anak tersebut,” ujarnya.

    Selain itu, agenda MoU tersebut sekaligus menandai komitmen Pemkab Gresik, untuk menghadirkan kebijakan dan layanan publik yang melindungi anak para pekerja migran.

    “Alhamdulillah, MoU ini bisa terlaksana. Semoga menjadi awal kebaikan, bukan hanya untuk masyarakat Gresik, tapi juga dapat diperluas ke tingkat provinsi hingga nasional,” ucap Gus Yani.

    Lebih jauh, Gus Yani menegaskan, perlindungan bagi anak pekerja migran bukan hanya soal administrasi kependudukan, melainkan strategi pembangunan sumber daya manusia jangka panjang. Dengan identitas yang sah, anak-anak dapat memperoleh layanan pendidikan dan kesehatan yang layak, sekaligus berkesempatan untuk menggapai cita-cita yang mereka impikan.

    Baca Juga :  Gelar Workshop, Petrokimia Gresik Dorong 15 UMK Menembus Pasar Internasional

    “Kita sedang memastikan, tidak ada satu pun anak Gresik yang tertinggal dari peradaban, hanya karena masalah identitas,” jelasnya.

    Gus Yani menjelaskan, inisiatif tersebut lahir dari kesadaran, bahwa pemerintah daerah tidak bisa menutup mata terhadap persoalan globalisasi tenaga kerja. Karena banyak warga Gresik yang merupakan pekerja migran, maka pemerintah daerah memiliki kewajiban moral dan amanat konstitusi, untuk hadir melindungi hak dasar warganya.

    Sementara Dubes RI untuk Malaysia Hermono, menyambut baik langkah Pemkab Gresik, yang disebut olehnya sebagai terobosan penting dari pemerintah daerah. Bahkan menurutnya, inisiatif seperti ini harus menjadi contoh bagi daerah lain, karena banyak anak pekerja migran di Malaysia yang belum tersentuh akses pendidikan.

    Hermono menjelaskan, kondisi anak para pekerja migran di Malaysia cukup beragam. Untuk di wilayah Malaysia Timur (Sabah dan Serawak), kerja sama dengan pemerintah sudah terjalin, sehingga memungkinkan hadirnya guru dan fasilitas pendidikan. Sementara di Semenanjung Malaysia, dukungan lebih banyak lahir dari masyarakat melalui sanggar belajar.

    Baca Juga :  Desa Randuboto Gresik Dilirik Aktivis Korsel untuk Proyek Toko Tanpa Kemasan Plastik

    “Awalnya hanya ada tiga sanggar, sekarang sudah berkembang menjadi 78 sanggar belajar, dengan lebih dari 2.600 murid. Itu semua hasil gotong royong masyarakat, CSR perusahaan, dan partisipasi perguruan tinggi,” jelas Hermono.

    Hermono menegaskan, kunci perlindungan pekerja migran memang berada di pemerintah daerah, sebagaimana diamanatkan Undang Undang nomor 18 tahun 2017. Karena itu, langkah Pemkab Gresik disebutnya sebagai model yang harus diperluas.

    “Apa yang dilakukan Bupati Gresik adalah pionir. Kita tidak ingin ada satu generasi yang tersingkirkan, hanya karena mereka adalah anak pekerja migran. MoU ini harus menjadi contoh, agar lebih banyak kepala daerah peduli dan berkomitmen,” ucapnya.

    gresik gus yani pemkab gresik
    Previous ArticlePengurus KIPAN Kabupaten Gresik Periode 2025-2027 Resmi Dilantik
    Next Article Menjaga Ketahanan Pangan, Wabup Gresik Ajak Petani Kolaborasi

    Berita Terkait

    Sentra IKM Logam Gresik Diresmikan, Jadi Fasilitas Produksi Sekaligus Tempat Magang Siswa SMK

    22 Juli 2026

    Bupati Gresik Cup 2026 Resmi Dibuka, Panggung Atlet Muda Gresik Menuju Prestasi

    21 Juli 2026

    Masukan DPRD Gresik Terkait Pelebaran Jalan Raya Menganti-Lakarsantri

    20 Juli 2026

    Bentuk Rasa Syukur, Kepala Desa Tanjung Sebut Tradisi Sedekah Bumi Penting untuk Dilestarikan

    17 Juli 2026

    Pemkab Gresik Salurkan Bantuan dari Kementan untuk Kelompok Tani dan Gapoktan

    17 Juli 2026

    Usai Sidak Dugaan Praktik Pungli yang Terjadi di SDN, DPRD Gresik Berikan 3 Rekomendasi

    17 Juli 2026
    Search
    Terkini

    Penghargaan Pembina Koperasi Andalan Jawa Timur 2026 Berhasil Diraih Bupati Lamongan

    Sentra IKM Logam Gresik Diresmikan, Jadi Fasilitas Produksi Sekaligus Tempat Magang Siswa SMK

    Bupati Gresik Cup 2026 Resmi Dibuka, Panggung Atlet Muda Gresik Menuju Prestasi

    Pemkab Lamongan Bersama BBWS Bersiap Keruk Waduk Gondang dengan Metode Baru

    Masukan DPRD Gresik Terkait Pelebaran Jalan Raya Menganti-Lakarsantri

    Load More
    Berita Lainnya
    Sport

    Jalan Sehat Semarakkan Peringatan HUT RI ke-80 di Desa Indrodelik Bungah

    8 Agustus 2025

    MINATBACA.com – Suasana penuh kegembiraan menyelimuti Desa Indrodelik, Kecamatan Bungah, Gresik, Jumat (8/8/2025) pagi WIB.…

    Gelar Workshop, Petrokimia Gresik Dorong 15 UMK Menembus Pasar Internasional

    Wakil Bupati Gresik Ajak Para Guru Mengikuti Perkembangan Zaman

    Jamaah Haji 2026 Kabupaten Lamongan, Jadi yang Terbanyak Kedua se-Jawa Timur

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.