Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Pak Yes Buka MTQ ke-28 Tingkat Kabupaten Lamongan

      15 April 2026

      Pembukaan Rangkaian Peringatan HJL ke-457 dan Sukseskan MTQ ke-XXVIII Melalui Khotmil Quran

      15 April 2026

      Warga Diminta Waspada Penipuan, Pemkab Gresik Tegaskan Tidak Ada Rekrutmen CPNS 2026

      14 April 2026

      Pemkab Gresik Perketat Verifikasi Hibah Guna Menghindari Salah Sasaran Penyaluran Bantuan

      14 April 2026

      Melalui Grand Final Duta Genre 2026, Pemkab Gresik Dorong Terwujudnya Generasi Muda Berkualitas

      14 April 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Hukum»Kegiatan Kontra Radikal Digelar di Polres Gresik, Eks Napiter Berbagi Kisah Kelam
    Hukum

    Kegiatan Kontra Radikal Digelar di Polres Gresik, Eks Napiter Berbagi Kisah Kelam

    RedaksiBy Redaksi28 Agustus 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Bertempat di ruang Rupatama SAR Sarja Arya Racana Polres Gresik, Kamis (28/8/2025), digelar kegiatan kontra radikal oleh Tim Subsatgas Banops Humas Polri dengan tema ‘terorisme musuh kita bersama.’

    Acara tersebut bukan sekadar forum diskusi, melainkan sebuah pengingat bahwa ancaman ekstremisme masih nyata dan terus mengintai, terutama generasi muda. Hadir dalam kegiatan sejumlah pejabat penting, di antaranya Kabag Penum Divhumas Mabes Polri Kombespol Erdi A. Chaniago, Wakapolres Gresik Kompol Danu Anindhito Kuncoro, serta perwakilan tokoh agama dari MUI, NU, Muhammadiyah, LDII, FKUB, hingga pengasuh pondok pesantren yang ada di Gresik.

    Namun ada yang membuat forum tersebut istimewa adalah, kehadiran seorang lelaki sederhana bernama Wildan. Mantan narapidana terorisme asal Pasuruan, yang kini dikenal sebagai pegiat kontra radikal. Dia datang bukan sekadar untuk berbicara dalam forum, melainkan untuk bersaksi menceritakan bagaimana dirinya pernah terjerumus dalam kegelapan (terorisme, radikalisme) hingga akhirnya bisa bangkit untuk memperingatkan orang lain.

    “Radikalisme adalah ancaman nyata, yang dapat merusak Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita harus memanfaatkan teknologi informasi, untuk deteksi dini,” tegas Wakapolres Gresik Kompol Danu Anindhito Kuncoro.

    Sementara Kabag Penum Divhumas Mabes Polri Kombespol Erdi A. Chaniago menambahkan, kaum muda merupakan sasaran empuk kelompok radikal. Selain itu, pihak kepolisian juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

    “Tujuan kami hadir di sini adalah untuk memberi peringatan. Aksi radikal sangat berbahaya bagi ketertiban masyarakat. Generasi muda, terutama santri, harus berhati-hati dalam menggunakan media sosial,” kata Erdi.

    Adapun sesi yang paling ditunggu adalah, tatkala Wildan mulai menceritakan kisahnya terjerumus radikalisme. Sejak 2010, dia terjerumus dalam lingkaran kelompok radikal, hingga tiga tahun berselang Wildan sampai berada di Mosul, Irak. Di sana dia menjadi sniper, sekaligus perakit bom. Sebuah jalan yang dia sebut sebagai ‘jalan kematian yang dipoles dengan janji surga,’ kendati pada 2014 Wildan memutuskan untuk pulang kampung.

    “Saya sadar, apa yang saya jalani bukanlah perjuangan, melainkan jalan yang menjerumuskan. Ekstremisme justru banyak menyasar anak muda dengan kondisi rapuh, broken home, haus pengakuan, atau salah dalam memilih pergaulan,” ungkap Wildan.

    Wildan menyebut, tanda-tanda awal radikalisasi sering kali sederhana. Mulai dari perubahan sikap, menjauh dari keluarga dan lingkungan, hingga munculnya anggapan bahwa semua orang yang berbeda adalah musuh.

    “Saat itu terjadi, segeralah waspada. Itu awal jebakan,” ucapnya.

    Kini Wildan menjalani kehidupan berbeda, dengan bekerja sebagai barista, menulis buku dan sering menjadi dosen tamu. Di berbagai forum, dia tidak segan berbagi pengalaman supaya generasi muda tidak mengulang kesalahan serupa.

    “Data UNDP 2019 jelas menunjukkan, radikalisme banyak berakar dari keluarga bermasalah, pemahaman agama yang keliru dan faktor sosial-ekonomi,” kata Wildan.

    Kegiatan diskusi semakin hangat, saat sejumlah tokoh lokal seperti Joko Pratomo (Ketua Formagam Gresik) dan Yusuf Ahmad Sabri (Sekretaris PD Muhammadiyah Gresik), menyinggung soal radikalisme di era digital. Wildan pun mengamini, bahwa ancaman saat ini memang bergeser ke ruang maya.

    “Media sosial kini menjadi pintu utama rekrutmen. Mereka menggunakan akun palsu, menyajikan konten yang tampak baik, namun sesungguhnya menjebak,” jelasnya.


    Dikuatkan polisi
    Kabag Penum Divhumas Mabes Polri Kombespol Erdi A. Chaniago sepakat dengan pemikiran Wildan, di mana saat ini media sosial dapat menjadi pintu masuk dalam penyebaran radikalisme. Sehingga, masyarakat dihimbau berhati-hati dan lebih waspada dalam memanfaatkan media sosial.

    “Hati-hati dengan akun-akun palsu. Jangan mudah percaya, apalagi menyebarkan konten tanpa tahu asal-usulnya. Bijaklah dalam bermedsos,” tutur Erdi.

    Kegiatan kontra radikal di Polres Gresik tersebut meninggalkan pesan, bahwa melawan radikalisme bukan tugas aparat semata, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Kisah Wildan menjadi bukti nyata, siapa pun bisa terjerumus, tetapi siapa pun juga bisa bangkit dan memberi peringatan bagi yang lain.

    “Kelompok teroris hanya menunggu waktu yang tepat untuk bangkit. Karena itu, kewaspadaan kita bersama adalah kunci,” pungkasnya.

    gresik polres gresik
    Previous ArticleWabup Lamongan Ajak Masyarakat Rayakan Kemerdekaan Dengan Meneruskan Pembangunan
    Next Article Sebanyak 562 PPPK di Kabupaten Gresik Menerima Surat Keputusan Pengangkatan

    Berita Terkait

    Warga Diminta Waspada Penipuan, Pemkab Gresik Tegaskan Tidak Ada Rekrutmen CPNS 2026

    14 April 2026

    Pemkab Gresik Perketat Verifikasi Hibah Guna Menghindari Salah Sasaran Penyaluran Bantuan

    14 April 2026

    Melalui Grand Final Duta Genre 2026, Pemkab Gresik Dorong Terwujudnya Generasi Muda Berkualitas

    14 April 2026

    Bupati dan Wabup Gresik Dampingi Mendag Budi Santoso Resmikan Pasar Tematik Industri Sidayu

    10 April 2026

    Pemkab Gresik Bakal Dampingi Korban Penipuan Rekrutmen ASN

    9 April 2026

    Dari Cerdas Cermat hingga Tahfidz, Bupati Gresik Coba Hidupkan Semangat Kompetisi Pelajar

    9 April 2026
    Search
    Terkini

    Pak Yes Buka MTQ ke-28 Tingkat Kabupaten Lamongan

    Pembukaan Rangkaian Peringatan HJL ke-457 dan Sukseskan MTQ ke-XXVIII Melalui Khotmil Quran

    Warga Diminta Waspada Penipuan, Pemkab Gresik Tegaskan Tidak Ada Rekrutmen CPNS 2026

    Pemkab Gresik Perketat Verifikasi Hibah Guna Menghindari Salah Sasaran Penyaluran Bantuan

    Melalui Grand Final Duta Genre 2026, Pemkab Gresik Dorong Terwujudnya Generasi Muda Berkualitas

    Load More
    Berita Lainnya
    sosial

    Bentuk Kepedulian Kepada Warga, Polres Gresik Siapkan Ambulans Gratis

    21 Mei 2025

    MINATBACA.com – Jajaran Polres Gresik terus berusaha memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat secara gratis, tidak…

    Pemkab Gresik Mulai Susun RKPD 2027 Berbasis Good Government dan Kepentingan Masyarakat

    Wabup Gresik Ajak Warga Jaga Kondusivitas dan Manfaatkan Layanan Digital Pemkab

    Kunker di Gresik, Komisi IV DPR RI Pastikan Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 Untuk Petambak

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.