Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Rakor Percepatan Operasionalisasi 356 KDKMP di Kabupaten Gresik

      22 Oktober 2026

      Peringatan Hari Santri, Pemkab Terus Perkuat Program Prioritas Lamongan Nyantri

      22 Oktober 2026

      Pelindungan Anak di Ruang Digital, Berikut Upaya yang Dilakukan Pemkab Gresik

      22 Oktober 2026

      Pendaftaran HARVESTION Bagi Dunia Pendidikan Kembali Dibuka Petrokimia Gresik

      21 Oktober 2026

      Bupati Lamongan Sarankan UMKM Melek Digital untuk Hasil Lebih Maksimal

      21 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Sport»Usung Tema Gemuruh Dalam Diam, Jersey LFC 2.0 Langsung Sold Out
    Sport

    Usung Tema Gemuruh Dalam Diam, Jersey LFC 2.0 Langsung Sold Out

    RedaksiBy Redaksi2 Juni 20252 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Menghidupkan semangat dan kebanggaan daerah, Komunitas Lamongan Football Culture (LFC) meluncurkan jersey edisi spesial bertemakan ‘Gemuruh Dalam Diam.’

    Hebatnya, jersey yang didesain oleh desainer lokal Rifqee Hulk, serta diproduksi dan dirilis bersama Apparel Allegiant Indonesia ini langsung terjual habis (sold out) 100 pcs hanya dalam 9 menit sejak pre-order dibuka. Komentar-komentar positif langsung membanjiri media sosial, begitu visual jersey ini diposting. Dengan ini menjadi bukti nyata jika budaya sepak bola Lamongan tetap hidup, dalam bentuk yang lebih kreatif dan membumi.

    Rifqee Hulk, desainer visual LFC 2.0 menjelaskan, jersey ‘Gemuruh Dalam Diam’ tidak hanya berfungsi sebagai pakaian, tetapi juga simbol perlawanan diam dan elegan atas matinya atmosfer stadion akibat pembatasan. Menjadi bentuk cinta diam-diam, yang tidak kehilangan nyala dari para pecinta sepak bola Lamongan.

    Baca Juga :  Bupati Lamongan Tegaskan Kolaborasi Untuk Jaga Stabilitas Sosial Hingga Ketahanan Pangan

    “Desain ini adalah penghormatan bagi para pendukung yang tetap hidup dalam senyap. Diam bukan berarti kalah, justru jadi ruang yang kuat untuk menyuarakan identitas. Semua simbol yang saya tanam di dalamnya adalah, bagian dari narasi budaya Lamongan itu sendiri,” kata Rifqee Hulk, Senin, (2/6/2025).

    Desainer visual LFC 2.0 tersebut mengakui, jika dalam desain terbarunya tersebut ada simbol ‘Tameng’ yang mengibaratkan kepercayaan diri dan perlindungan. Kemudian ada ‘Gapura Paduraksa’ yang merupakan simbol penyambutan khas Lamongan. Lalu ada Ikan Lele dan Bandeng, yang menjadi ikon kuliner khas Lamongan.

    Sementara 11 garis lancip ke atas adalah simbol semangat tim, baik home maupun away. Kemudian ada Logo 1967, yang menjadi penanda berdirinya Perserikatan Sepak Bola Lamongan. Ada juga Tiga lingkaran dan gelombang air , yang melambangkan kerja sama dan keseimbangan. Sedang zig-zag pattern, dimaknai sebagai tantangan yang harus dibayar tuntas. Lalu ada 456 ventilasi udara, yang menandai Hari Jadi Lamongan ke-456.

    Baca Juga :  Pemkab Lamongan Mendukung dan Beri Apresiasi Untuk Pemanfaatan Energi Terbarukan

    “Jersey LFC edisi terbaru ini menggunakan teknologi bahan Dryfit Jacquard Premium, dengan kerah Polo ALG Triangle dan untuk logonya Flock Tatami eksklusif. Lalu Air Circulation 456 holes, berfungsi untuk memberikan kenyamanan yang maksimal,” jelasnya

    Muhamad Harryanto, Founder Apparel Allegiant Indonesia menambahkan, Lamongan Football Culture bukan hanya soal nostalgia, tapi tentang keberanian merawat identitas.

    “Kami di Allegiant percaya bahwa setiap desain bisa membawa pesan dan jersey ini adalah bentuk perlawanan yang rapi, namun penuh makna,” tutur Muhamad Harryanto.

    “Sold out dalam 9 menit hanyalah angka. Tapi yang jauh lebih penting dari itu adalah, bagaimana membangunkan kesadaran kolektif akan pentingnya budaya lokal yang harus dijaga,” tandasnya.

    Baca Juga :  Tren Mata Minus pada Anak Indonesia Meningkat, Ini yang Coba Diupayakan Eyelink Group
    jersey lamongan
    Previous ArticleInflasi YoY Mei 2025 di Kabupaten Gresik Tercatat Sebesar 0,6 Persen
    Next Article Inovasi dan Kepedulian K3, Petrokimia Gresik Raih Penghargaan ICC-OSH 2025

    Berita Terkait

    Peringatan Hari Santri, Pemkab Terus Perkuat Program Prioritas Lamongan Nyantri

    22 Oktober 2026

    Bupati Lamongan Sarankan UMKM Melek Digital untuk Hasil Lebih Maksimal

    21 Oktober 2026

    Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Pak Yes Ajak Masyarakat Lamongan Dukung Asta Cita

    21 Oktober 2026

    Pak Yes Sampaikan Jawaban Atas Pandangan Umum Fraksi Terhadap RAPBD Lamongan 2027

    19 Oktober 2026

    Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

    15 Oktober 2026

    Program Klunting Sukses Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Lamongan

    15 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Rakor Percepatan Operasionalisasi 356 KDKMP di Kabupaten Gresik

    Peringatan Hari Santri, Pemkab Terus Perkuat Program Prioritas Lamongan Nyantri

    Pelindungan Anak di Ruang Digital, Berikut Upaya yang Dilakukan Pemkab Gresik

    Pendaftaran HARVESTION Bagi Dunia Pendidikan Kembali Dibuka Petrokimia Gresik

    Bupati Lamongan Sarankan UMKM Melek Digital untuk Hasil Lebih Maksimal

    Load More
    Berita Lainnya
    Ekonomi

    Komitmen SIG Terhadap Implementasi Budaya K3, Berbuah Nihil Fatalitas Pada 2025

    26 Februari 2026

    MINATBACA.com – Data Kementrian Tenaga Kerja (Kemnaker) mencatat sampai 2024, angka kecelakaan kerja nasional masih…

    PKDI Gresik Apresiasi Kunjungan Kerja Wamen KP di Desa Pangkahwetan

    Pemkab Lamongan Jalin Kerja Sama dengan Pemkab Pulau Morotai

    Inilah Cara Karyawati Petrokimia Gresik Berdayakan Petani Perempuan

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.