MINATBACA – PT Solusi Bangun Beton (SBB), salah satu unit usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), meresmikan Ready-mixed Batching Plant Subang yang berlokasi di Kawasan Intijaya Subang Industri, Kecamatan Purwadadi, Subang, Jawa Barat, Jumat (22/3/2024).
Peresmian Batching Plant SBB Subang ini merupakan upaya perluasan jaringan produk beton siap pakai atau ready-mixed concrete, dalam rangka untuk mendukung program pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di wilayah Subang dan sekitarnya.
Batching Plant SBB Subang dibangun dengan kapasitas volume produksi sebesar 60 meter kubik per jam. Layanan Batching Plant SBB Subang bakal meliputi Kabupaten Subang, Indramayu, Karawang dan Majalengka.
Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, banyaknya kawasan perindustrian dan pergudangan baru di Subang, termasuk Kawasan Intijaya Subang Industri yang belum lama ini beroperasi menjadi peluang bagi SIG, untuk turut mengembangkan kawasan industri dan komersil di wilayah Subang dan sekitarnya.
Itu juga sejalan dengan kesiapan SIG dalam mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban, yang menjadi pelabuhan besar bersama dengan Pelabuhan Tanjung Priok dan menjadi bagian dari rantai pasok global. Jalan tol ini akan menghubungkan Pelabuhan Patimban yang terkoneksi dengan Jalan Pantura dengan Jalan Tol Trans-Jawa untuk ruas Cikopo-Palimanan (Cipali).
Selain itu, juga untuk mendukung infrastruktur lain seperti Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati hingga Subang Smartpolitan, juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan agenda pembangunan, serta berkembangnya kota mandiri baru.
“Keunggulan infrastruktur tersebut mampu menjadi peluang bagi pertumbuhan perekonomian termasuk sektor konstruksi, sehingga menjadi potential market bagi SIG dan anak usaha untuk memberikan pasokan bahan bangunan bermutu tinggi,” kata Vita Mahreyni.
Vita Mahreyni menambahkan, kehadiran Batching Plant Subang ini semakin memperkuat posisi SIG dan mengisi pasar beton siap cetak di sekitar wilayah tersebut. Di mana hingga saat ini, SIG telah memiliki 59 batching plant aktif yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Batching plant milik SIG tentunya didukung oleh bahan baku berkualitas dan ramah lingkungan, menggunakan teknologi terkini, serta beragam solusi beton jadi inovatif untuk memenuhi kebutuhan pembangunan yang berorientasi keberlanjutan.
“Di tengah kondisi pasar yang semakin kompetitif, perseroan terus berupaya menciptakan peluang melalui pengembangan diversifikasi produk dan layanan untuk semakin mengokohkan posisi sebagai penyedia solusi bahan bangunan yang berkelanjutan,” jelas Vita Mahreyni.
Sepanjang 2023, SIG telah mencatatkan keberhasilan peningkatan volume penjualan sebesar 10 persen menjadi 40,62 juta ton, terutama dari pertumbuhan penjualan pada segmen curah dan ekspor. Dengan untuk porsi penjualan segmen curah, tercatat sekitar 29 persen dari total volume penjualan domestik yang mencapai 33,109 juta ton.
SBB merupakan salah satu unit usaha dari SIG yang memproduksi berbagai macam bentuk beton, di antaranya ready-mixed concrete (beton siap pakai) berstandar SNI 2087:2013, produk agregat, mini PakCrete (solusi beton instan), mortar, hingga penyedia jasa aplikasi konstruksi dan heavy equipment (alat berat).
Adapun produk beton jadi dan solusi konstruksi bernilai tambah dari SBB, telah berkontribusi untuk pembangunan kawasan komersial dan infrastruktur di Indonesia, di antaranya pada Komplek Thamrin Nine dengan Autograph Tower yang merupakan gedung tertinggi di Indonesia saat ini, Komplek Pondok Indah Mall (PIM), Pondok Indah Residence dan Hotel, Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).
Selain itu, ada pula Bandara Dhoho Kediri, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Jalan Tol Solo-Ngawi, Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Jakarta International Stadium (JIS), revitalisasi Gelora Bung Karno (GBK), Pabrik Asahimas Flatglass Cikampek, serta revitalisasi jalur pejalan kaki di beberapa kawasan di DKI Jakarta seperti Fatmawati, Lapangan Banteng, Senayan, Sisingamaraja dan Wahid Hasyim.

