MINATBACA.com – Setelah dibuka Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, pelatihan teknis penyusunan Standar Minimal Pelayanan (SPM) dan Rencana Strategis (Renstra) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), resmi ditutup Jumat (24/4/2026).
Agenda penutupan dilaksanakan oleh Wakil Bupati (Wabup) Gresik Asluchul Alif, dengan di dampingi oleh Ketua GOW Shinta Puspitasari. Pada sambutan yang diberikan, dokter Alif-sapaan Wabup Gresik Asluchul Alif menyampaikan, pelatihan penyusunan SPM dan Renstra BLUD tersebut merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola, kinerja layanan, serta akuntabilitas institusi.
“Pelatihan penyusunan SPM dan rencana strategis BLUD yang dilaksanakan ini, memiliki arti yang sangat penting dan strategis dalam mendukung peningkatan tata kelola organisasi yang profesional, transparan dan akuntabel,” ungkap dokter Alif.
Menurut dokter Alif, rencana strategis bukan sekadar dokumen administratif. Di samping itu, juga menjadi arah dan pedoman dalam memberi pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini peserta telah memperoleh berbagai pemahaman, wawasan, serta keterampilan teknis, dalam menyusun dokumen standar pelayanan minimal dan rencana strategis yang tidak hanya memenuhi aspek administratif. Tetapi juga mampu menjawab tantangan, dan kebutuhan pelayanan publik secara berkelanjutan,” terangnya.
Tidak hanya itu, dokter Alif juga berharap, seluruh peserta dapat mengimplementasikan hasil pelatihan ini secara optimal di unit kerja masing masing. Sehingga dokumen SPM dan Renstra BLUD yang dihasilkan benar benar berkualitas, terukur dan selaras dengan visi misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dan Dinas Kesehatan.
“Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi tingginya kepada narasumber dan fasilitator, atas dedikasi serta kontribusi pemikiran yang telah diberikan. Terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh peserta atas kesungguhan, kedisiplinan dan partisipasi aktif selama mengikuti pelatihan ini,” ujar dokter Alif.
“Terima kasih juga kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Terutama bagi tim pengajar dari LPPSP FISIP Universitas Indonesia. Semoga seluruh pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh, memberikan manfaat yang besar dan berdampak positif bagi peningkatan kinerja BLUD di Kabupaten Gresik, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, dokter Alif juga sempat berpesan kepada semua BLUD bidang kesehatan Kabupaten Gresik, agar terus berinovasi meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan menjaga tata kelola yang baik. Sebab pemerintah daerah, akan terus mendukung upaya peningkatan fasilitas kesehatan di semua wilayah pelayanan Puskesmas maupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
“Saya titip, jangan sampai ada layanan yang tidak baik, jangan dipersulit terutama kepada masyarakat yang membutuhkan perawatan dengan menggunakan BPJS. Karena itu adalah, hak dasar yang juga harus ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Gresik,” ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik dr Mukhibatul Khusnah melaporkan, progres pelaksanaan pelatihan penyusunan SPM dan Renstra BLUD dilaksanakan dari tanggal 22 hingga 24 April 2026. Total peserta sebanyak 147 orang, berasal dari 3 RSUD, 32 Puskesmas dan UPT Labkesda.
“Pelaksanaan kegiatan pada hari pertama telah dilakukan penyusunan Renstra BLUD, kemudian hari kedua penyusunan SPM BLUD, dan hari ketiga rencana tindak lanjut dan evaluasi. Tidak hanya itu, rencana setelah pelatihan ini akan dilakukan zoom tiap minggu bersama LPPSP UI, dan target penyelesaian dokumen SPM dan Renstra dalam dua bulan,” ungkap Khusnah.
“Untuk itu, pelatihan ini harus berdampak dan selaras dengan visi dan misi Dinas Kesehatan, maupun RPJMD Pemerintah Kabupaten Gresik,” tambahnya.

