MINATBACA.com – Niat hati bermaksud membahagiakan warga desa dengan mengadakan jalan sehat berhadiah, dalam rangkaian peringatan HUT ke-79 kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Pemerintah Desa (Pemdes) Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik, justru merasa jadi korban fitnah.
Lantaran cuplikan atau potongan video provokasi pada saat pengundian hadiah utama yang sudah diedit berdurasi 27 detik viral, memperlihatkan Kepala Desa Randuagung Khambali mengambil kupon undian disaksikan ribuan warga di 9 RW dituding curang, dengan disertakan tulisan provokasi.
“Saat pengundian hadiah utama, disaksikan seluruh warga dan pihak desa tidak tahu menahu terkait siapa yang dapat hadiah utama sebelum pengundian,” ungkap Khambali, Senin (2/9/2024).
Khambali mengatakan, apa yang terlihat dalam video tersebut adalah fitnah dan pencemaran nama baik. Sehingga pihak desa meminta agar perekam, pengedit maupun pengunggah video, memberi klarifikasi dengan mendatangi balai desa untuk menjelaskan terkait maksud dan tujuannya.
“Kita sudah mengantongi siapa saja yang mengunggah video ini ke media sosial dan sesegera mungkin meminta bagi pihak-pihak yang terlibat, bisa klarifikasi ke balai desa untuk diselesaikan secara kekeluargaan,” ucap Khambali.
“Semua video yang disebar sudah ada unsur-unsur pidana terkait ITE dan kalau tidak memberikan klarifikasi, pihak desa tidak segan akan melaporkan kepada pihak berwajib,” tegasnya.
Khambali lantas menceritakan, kegiatan tersebut rutin digelar setiap tahun dan menjadi puncak acara yang diikuti oleh seluruh warga Desa Randuagung.
“Alhamdulillah, 10.000 kupon kita sebar dan pada tahun ini ada doorprize hadiah utama menarik dari Bupati yaitu hadiah sepeda motor. Selain itu, juga ada hadiah-hadiah yang lain,” terangnya.
Dalam kegiatan yang berlangsung Minggu (1/9/2024) tersebut, sebenarnya juga dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik bersama Wakapolres dan Kasatlantas, beserta sejumlah undangan lain.
“Seharusnya yang memberikan hadiah utama adalah Pak Bupati, namun lantaran beliau ada agenda lainnya, jadi saya yang mewakili selaku pihak desa,” jelasnya.
Terakhir pihaknya berharap, apabila ada hal yang tidak berkenan mengenai Pemdes, hendaknya konfirmasi langsung ke pihak desa, agar ditanggapi dengan bijaksana. Bukan malah mengunggah ke media sosial, yang itu berujung fitnah dan pencemaran nama baik bagi desa.

