GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Habitat for Humanity Indonesia membuka agenda renovasi rumah warga tidak layak huni, penyediaan akses air bersih, pelatihan sektor air minum dan sanitasi, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Agenda secara resmi dibuka berfokus di Kecamatan Wringinanom, Gresik, Rabu (8/5/2024). Diawali kunjungan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Aminatun Habibah ke salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTS) Maulana Malik Ibrahim yang menerima program digital library.
Gus Yani-panggilan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, mengucapkan terima kasih dan apresiasi tinggi terhadap program yang dilakukan oleh Habitat for Humanity Indonesia di wilayah Gresik. Karena menurutnya, program tersebut merupakan bentuk kolaborasi apik antara pemerintah daerah dengan Non Government Organization (NGO).
“Saya ucapkan terima kasih kepada Habitat for Humanity Indonesia, atas kolaborasi yang sangat baik dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik, dalam rangka mendukung pembangunan di Kabupaten Gresik,” kata Gus Yani.
“Kerja sama ini, mudah-mudahan berkelanjutan dan bisa menekan jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Gresik,” harapnya.
Pemkab Gresik, sebenarnya sudah memiliki program yang menyasar Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Di samping itu, juga terdapat program dari instansi-instansi lain seperti program-program tersebut. Mulai dari Kodim Gresik melalui TMMD, Baznas Gresik, dan Kementerian lewat BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya).
Program tersebut menunjukkan, bila kantong-kantong pendanaan RTLH sudah disiapkan. Bahkan, jajaran dari DPRD Kabupaten Gresik secara langsung menitipkan pokok pikirannya melalui RTLH pada Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing.
“Di sini ada Habitat yang berkonsentrasi langsung kepada masyarakat lewat program-program seperti RTLH, air bersih, hingga sanitasi. Karenanya, kami kemudian menata kolaborasi yang komprehensif dengan semua pihak, agar tidak terjadi tumpang tindih,” terangnya.
Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia Susanto mengatakan, sesuai dengan Undang Undang Dasar Pasal 28 ayat 1 bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta memperoleh pelayanan kesehatan. Karena itu, pihaknya hadir membantu pemerintah untuk menyediakan rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan.
“Kami sudah berada di Kecamatan Wringinanom sejak tahun 2015. Hingga saat ini, Habitat sudah menyasar toilet keluarga sebanyak 284 unit, RTLH dengan bangunan baru sebanyak 377 unit, renovasi rumah 2 unit, toilet sekolah 1 unit,” kata Susanto.
“Sumur dangkal 60 unit, Posyandu 2 unit, pelatihan PHBS 520 orang, pelatihan manajemen keuangan keluarga 425 orang, pelatihan rumah sehat dan konstruksi dasar 628 orang, pelatihan mitigasi bencana 120 orang, serta pelatihan pemberdayaan ekonomi sebanyak 180 orang,” tambahnya.
Habitat akan terus melanjutkan program dengan fokus di Kecamatan Wringinanom dan Kecamatan Benjeng. Dengan begitu, permasalahan RTLH, Sanitasi, Air bersih dan persampahan yang menjadi tantangan utama berbagai daerah bisa diatasi.
Sumarlik (55) salah seorang penerima bantuan, mengaku bahagia rumah yang ditinggali selama puluhan tahun akhirnya dibangun menjadi lebih layak huni. Kini Sumarlik dan anak-anaknya,tidak lagi cemas ketika hujan turun.
Pada kesempatan sama, Bupati Gresik juga memberikan apresiasi dan bantuan uang kepada TPS3R yang ada di Wringinanom. Tujuannya adalah, sebagai stimulan dan untuk meningkatkan semangat dalam pengelolaan sampah di wilayahnya.

