Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Melalui Carnival Fashion Fest Competition, Pemkab Lamongan Pacu Kemajuan Ekonomi Kreatif

      13 Juni 2026

      Perjalanan 40 Tahun KIPG, Wadah Pengembangan Budaya Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik

      13 Juni 2026

      KDKMP Desa Pandanan Jadi Salah Satu Lokasi yang Ditinjau Tim KSP RI

      13 Juni 2026

      Wujudkan Zero Stunting, Pemdes Bolo Perkuat Komitmen dan Kolaborasi Lintas Sektor

      12 Juni 2026

      Bupati Lamongan Sampaikan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025

      12 Juni 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Pemerintahan»Tekan Kemiskinan dan Stunting, Program Bunda Puspa Pemkab Gresik Diperluas ke 80 Desa
    Pemerintahan

    Tekan Kemiskinan dan Stunting, Program Bunda Puspa Pemkab Gresik Diperluas ke 80 Desa

    RedaksiBy Redaksi2 Juni 20263 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperluas jangkauan program ‘Bantuan untuk Pemberdayaan Perempuan Usaha dan Pendidikan Anak (Bunda Puspa)’ tahun 2026.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman mengatakan, program yang termasuk dalam Nawa Karsa Gresik Seger tersebut diperluas dengan menyasar 80 desa di delapan kecamatan. Sebagai upaya mempercepat penurunan angka kemiskinan dan stunting, sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga.

    Washil juga menegaskan, Bunda Puspa merupakan salah satu instrumen strategis Pemkab Gresik dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, melalui penguatan peran perempuan. Dengan hal tersebut diungkapkan Washil, pada saat membuka kegiatan pembekalan bagi tim pelaksana kegiatan Bunda Puspa di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik, Selasa (2/6/2026)

    “Program Bunda Puspa merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Perempuan memiliki peran strategis, dalam pembangunan keluarga maupun pembangunan daerah,” ujar Washil.

    Sebab menurut Washil, keberhasilan program pemberdayaan perempuan, akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Karena itu, seluruh tim pelaksana diharapkan mampu mengoptimalkan pelaksanaan program di tingkat desa dan kelurahan.

    “Jika ibu-ibunya kuat, maka desa dan kelurahan tersebut akan menjadi kuat. Saya berharap, outcome dari program ini dapat dimaksimalkan dengan baik oleh seluruh tim pelaksana di lapangan,” ungkapnya.

    Washil lantas menjelaskan, terdapat enam outcome utama yang menjadi target pelaksanaan program Bunda Puspa. Meliputi peningkatan pendapatan keluarga, pengurangan jumlah keluarga miskin, peningkatan kualitas pendidikan anak, perbaikan gizi dan kesehatan keluarga, kemandirian perempuan sebagai kepala keluarga, serta penguatan jejaring sosial dan budaya gotong royong.

    Sehingga untuk mencapai target, program tidak hanya berfokus pada pendampingan sosial. Bunda Puspa juga akan memberi pelatihan kewirausahaan, pengembangan usaha mikro, pendampingan pemasaran produk, hingga fasilitasi untuk akses permodalan dan koperasi, guna memperkuat ekonomi keluarga.

    Selain itu, Pemkab Gresik terus meningkatkan kualitas pendampingan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Pada tahun ini, pendampingan peserta dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Ciputra Surabaya, dan direncanakan akan diperluas dengan melibatkan perguruan tinggi di Kabupaten Gresik pada tahun mendatang.

    “Tahun ini kita bekerja sama dengan Universitas Ciputra Surabaya, dan kami merencanakan tahun depan dapat memperluas kolaborasi dengan universitas-universitas lokal di Kabupaten Gresik,” kata Washil.

    Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik Titik Ernawati menyampaikan, program Bunda Puspa telah berjalan sejak 2022. Perluasan program pada tahun ini dilakukan, untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap manfaat Bunda Puspa. Jika sebelumnya program hanya dilaksanakan di satu desa pada masing-masing kecamatan, maka tahun ini cakupan diperluas menjadi 10 desa di setiap kecamatan, atau total 80 desa di delapan kecamatan.

    “Selama empat tahun pelaksanaan, program Bunda Puspa baru menjangkau 24 desa. Tahun ini kami memperluas sasaran, agar semakin banyak perempuan dan keluarga yang memperoleh manfaat dari program,” jelas Titik.

    Titik menambahkan, Bunda Puspa memiliki dua komponen utama yakni, pembelajaran umum dan pemberdayaan ekonomi. Materi pembelajaran mencakup konsep gender, perlindungan anak, ketahanan keluarga, peran perempuan dalam pembangunan desa, hingga kewirausahaan. Sementara pada aspek pemberdayaan ekonomi, peserta memperoleh pelatihan dan pendampingan usaha sesuai potensi yang dimiliki.

    “Kami ingin perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tapi juga menjadi pelaku utama yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga dan pembangunan desa,” tegasnya.

    Melalui sinergi antara Dinas KBPPPA, pemerintah desa dan kelurahan, organisasi perempuan, dunia usaha, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan lain, Pemkab Gresik optimistis program Bunda Puspa akan semakin memperkuat peran perempuan dalam pembangunan.

    Selain mendukung percepatan penurunan angka kemiskinan dan stunting, program juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG), serta mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Gresik.

    Dinas KBPPPA Gresik gresik Kabupaten Gresik pemkab gresik Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman
    Previous ArticlePeringatan Hari Lahir Pancasila, Bupati Lamongan Sebut Sejalan dengan Semangat HJL ke-457
    Next Article Jadi Prioritas, Bupati Gresik Ajak Masyarakat Lebih Peduli dan Turut Kawal Pembangunan JPD

    Berita Terkait

    Perjalanan 40 Tahun KIPG, Wadah Pengembangan Budaya Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik

    13 Juni 2026

    KDKMP Desa Pandanan Jadi Salah Satu Lokasi yang Ditinjau Tim KSP RI

    13 Juni 2026

    Wujudkan Zero Stunting, Pemdes Bolo Perkuat Komitmen dan Kolaborasi Lintas Sektor

    12 Juni 2026

    Mengenang Mbah H Noloyudho, Tokoh Pendiri Desa Sumberrejo Gresik

    11 Juni 2026

    Tingkatkan Kompetensi, PT Petro Oxo Nusantara Gelar Pelatihan Bagi UMKM Binaan

    9 Juni 2026

    Bupati Gresik Mendorong Dapur SPPG Jadi Pelopor Pemilahan Sampah dan Pengolahan Air Limbah

    8 Juni 2026
    Search
    Terkini

    Melalui Carnival Fashion Fest Competition, Pemkab Lamongan Pacu Kemajuan Ekonomi Kreatif

    Perjalanan 40 Tahun KIPG, Wadah Pengembangan Budaya Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik

    KDKMP Desa Pandanan Jadi Salah Satu Lokasi yang Ditinjau Tim KSP RI

    Wujudkan Zero Stunting, Pemdes Bolo Perkuat Komitmen dan Kolaborasi Lintas Sektor

    Bupati Lamongan Sampaikan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025

    Load More
    Berita Lainnya
    Travel

    Manfaatkan TKD, Pembangunan Wisata di Desa Golokan Terus Dikebut

    20 Juni 2025

    MINATBACA.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Golokan, Kecamatan Sidayu, Gresik, terus mengebut pembangunan destinasi wisata di…

    Dukung MPLS di SRMA 37 Gresik, PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman dan Andal

    Pesan Kapolres Lamongan Saat Kegiatan Apel Akbar Kebangsaan Bersama Serikat Pekerja

    Mudik Bersama BUMN 2026, SIG Berangkatkan 1.653 Pemudik Menuju 10 Provinsi

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.