GRESIK – Tiga srikandi PT Freeport Indonesia (PTFI) berbagi tips dan cerita sukses menjadi Kartini masa kini dalam diskusi memperingati Hari Kartini, di Kantor PTFI Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik.
Srikandi tersebut adalah para pemimpin perempuan di PTFI, Vice President Corporate Communications PTFI Katri Krisnati, Manager Environment and Sustainable Development Smelter PTFI Emily Muteb dan Manager Construction Project Smelter PTFI Yoga Amaliasari.
Acara diikuti sebanyak 50 karyawati Smelter PTFI dengan antusias. Di mana para pembicara dan seluruh peserta kompak mengenakan kebaya dan kain batik, mereka tampil berbeda dibanding hari kerja biasa.
“Ketika kita sudah memilih berkarir di jalur profesional, maka kita harus punya komitmen yang kuat dan terus belajar, supaya kualitas kita terus meningkat. Karir dan prestasi akan mengikuti,” kata Katri, Senin (22/4/2024).
Senada, Yoga Amaliasari berbagi tips tentang mengubah mindset ‘masalah atau kesulitan menjadi tantangan’, sehingga seorang perempuan tidak terjebak dalam pemikiran yang salah kaprah dan berujung pada menyalahkan diri sendiri maupun overthinking.
“Jadi kalau kita mengalami masalah dan menganggap itu sebagai kesulitan, maka kita seperti mendoktrin diri sendiri bahwa kita menghadapi hal yang sulit,” ungkap Yoga.
“Berbeda jika kita menganggap hal itu merupakan tantangan, ada rasa dari diri kita untuk menyelesaikan hal tersebut dengan baik,” imbuhnya.
Mengenai peran dalam keluarga, Emily Muteb turut berbagi cerita. Ibu dua anak ini menceritakan, sangat beruntung berada di tengah-tengah tim kerja yang saling memahami dan menguatkan dalam pekerjaan maupun keluarga.
“Berikan dukungan dan kebersamaan pada keluarga, apabila kita menjalankan peran sebagai ibu dan istri,” beber Emily.
Vice Presiden PTFI Smelting & Refining Aripin Buman menjelaskan, kegiatan tersebut untuk memotivasi karyawati PTFI Smelting & Refining, serta untuk menyemangati perempuan agar berani menggenggam mimpi dan mewujudkan. Menjadi perempuan pekerja yang tangguh dan berdaya.
“Semoga kegiatan ini menginspirasi para karyawati untuk terus berkarya,mendukung kelancaran operasional dan konstruksi smelter di Gresik,” harap Aripin.

