Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Bupati Lamongan Hadiri Sosialisasi Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa Oleh Kepala BPK Jatim

      25 September 2026

      Bahkan Pada Hari Libur, RS Petrokimia Gresik Tetap Layani Pasien Melalui Sunday Clinic

      25 September 2026

      Rencana Strategis Pemkab Lamongan Mendukung Swasembada Pangan Hingga Konektivitas Wilayah

      24 September 2026

      Dekranasda Kabupaten Lamongan Bersiap Gelar Lomba Desain Batik

      24 September 2026

      Harapan Sekda Gresik Ketika Menyosialisasikan Pemutakhiran DTSEN

      24 September 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Pendidikan»Pesan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Cak Imin untuk Kabupaten Gresik
    Pendidikan

    Pesan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Cak Imin untuk Kabupaten Gresik

    RedaksiBy Redaksi8 Agustus 20263 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar, mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Ihyaul Ulum, Gresik, Sabtu (8/8/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin-sapaan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar mendorong pertumbuhan industri yang ada di Kabupaten Gresik, agar berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat. Penguatan kualitas sumber daya manusia dinilai penting, sehingga masyarakat lokal dapat mengambil peluang kerja dari perkembangan industri di daerah.

    “Jangan sampai industri tumbuh besar, tetapi masyarakat di sekitarnya justru tertinggal. Ini yang harus kita koreksi. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya mengandalkan trickle down effect,” ungkap Cak Imin.

    Cak Imin menilai, Ponpes dapat menjadi salah satu pusat pemberdayaan masyarakat, yang dapat menghubungkan pendidikan, dunia kerja, UMKM, dan akses ekonomi. Karena itu, penguatan kompetensi santri dan siswa SMK berbasis Ponpes, perlu diselaraskan dengan kebutuhan dunia industri.

    “Pesantren harus menjadi pusat pemberdayaan. Bukan hanya mencetak SDM unggul, tetapi juga membuka akses kerja dan kemudahan berusaha bagi masyarakat,” ujarnya.

    Baca Juga :  Pendamping PKH Gresik Resmi Jadi ASN, Bupati Tekankan Tanggung Jawab Pelayanan

    Adapun penguatan akses kerja tersebut, dilakukan melalui link and match SMK berbasis Ponpes dengan dunia industri. Dari 62 SMK di Kabupaten Gresik, sebanyak 35 di antaranya berbasis pesantren dengan sekitar 7.883 siswa. Kerja sama vokasi diarahkan untuk menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, memperkuat sertifikasi, serta membuka akses penempatan kerja.

    “Anak-anak SMK berbasis pesantren harus memiliki akses yang sama ke dunia industri. Jangan sampai industri tumbuh besar, tetapi lulusan di sekitarnya tidak terserap, karena kompetensi tidak tersambung dengan kebutuhan industri,” tegasnya.

    Kabupaten Gresik, lanjut Cak Imin, memiliki modal sosial yang besar dengan 211 Ponpes dan sekitar 10.857 santri. Potensi tersebut perlu dihubungkan dengan kekuatan industri dan peluang ekonomi, agar masyarakat setempat tidak hanya menjadi penonton pertumbuhan ekonomi.

    Menanggapi, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri, melalui Tim Vokasi Daerah serta kolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gresik.

    Baca Juga :  Leran Mewakili Gresik di Lomba Desa Cinta Statistik Tingkat Nasional 2025

    “Pengembangan konsep sosio-ekonomi pesantren ini kami implementasikan melalui kerja sama Tim Vokasi Daerah yaitu diketuai oleh Pak Sekda (Sekretaris Daerah). Kemudian MoU (kerja sama) dengan Kadin Kabupaten Gresik untuk mendampingi pemberdayaan talenta, skill dan kompetensi yang sasarannya adalah SMK,” kata Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

    Menurut Gus Yani, penguatan kompetensi tersebut menyasar SMK yang berada di lingkungan Ponpes maupun SMK di luar pesantren. Pemkab Gresik tidak hanya mendorong peningkatan keterampilan teknis, namun juga kemampuan bahasa dan talenta siswa, supaya lebih siap menghadapi kebutuhan industri.

    “Kami ingin ada pemberdayaan, peningkatan kapasitas, peningkatan skill, peningkatan bahasa. Semuanya ditujukan kepada masyarakat Kabupaten Gresik, agar tumbuh kembang bersama antara industri yang disampaikan oleh Pak Menko, dengan kompetensi yang ada melalui anak-anak SMK,” ujar Gus Yani.

    Baca Juga :  Tunjang Air Bersih di Gresik, Bakal Ada 2 Tandon Besar Mendukung Distribusi Air dari BGS

    Gus Yani menilai, kebutuhan mengenai peningkatan kompetensi semakin penting, hal ini seiring dengan berkembangnya investasi di Kabupaten Gresik. Masuknya investasi dari luar negeri, termasuk China, menurutnya harus diikuti dengan kesiapan tenaga kerja lokal agar masyarakat Gresik dapat mengambil peluang kerja yang tersedia.

    Dia lantas mencontohkan, kemampuan bahasa asing sebagai salah satu kompetensi tambahan yang perlu dimiliki lulusan SMK, untuk meningkatkan daya saing di tengah perkembangan industri.

    “Oh, ternyata teknologinya cukup tinggi. Investasinya China, minimal lulusan SMK itu bisa bahasa China, minimal lulusan SMK itu punya talenta-talenta terbaik,” terangnya.

    Untuk mendukung penguatan kompetensi tersebut, Pemkab Gresik menyiapkan dukungan anggaran melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Dukungan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapan tenaga kerja lokal, agar sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

    Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani gresik Kabupaten Gresik pemkab gresik Pondok Pesanten
    Previous ArticlePolres Gresik Tangkap 2 Pelaku Pencurian Kabel Tembaga Sisa Produksi
    Next Article PKDI Cup II 2026, PKDI Gresik Menang Telak Atas Bangkalan

    Berita Terkait

    Bahkan Pada Hari Libur, RS Petrokimia Gresik Tetap Layani Pasien Melalui Sunday Clinic

    25 September 2026

    Harapan Sekda Gresik Ketika Menyosialisasikan Pemutakhiran DTSEN

    24 September 2026

    Pembangunan Tahap Satu Terus Dikebut, Sebanyak 271 Unit Manyar Riverside Telah Diserahterimakan

    23 September 2026

    Jaringan Gas Bumi di Menganti Gresik Siap Beroperasi Melayani 7.363 Sambungan Rumah

    18 September 2026

    Antisipasi Dampak Musim Kemarau, Pemkab Gresik Perkuat Kolaborasi dengan PMI dan Berbagai Unsur

    17 September 2026

    Ketua PKK Gresik Resmikan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal di Balai Desa Kedungsumber

    16 September 2026
    Search
    Terkini

    Bupati Lamongan Hadiri Sosialisasi Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa Oleh Kepala BPK Jatim

    Bahkan Pada Hari Libur, RS Petrokimia Gresik Tetap Layani Pasien Melalui Sunday Clinic

    Rencana Strategis Pemkab Lamongan Mendukung Swasembada Pangan Hingga Konektivitas Wilayah

    Dekranasda Kabupaten Lamongan Bersiap Gelar Lomba Desain Batik

    Harapan Sekda Gresik Ketika Menyosialisasikan Pemutakhiran DTSEN

    Load More
    Berita Lainnya
    Kesehatan

    Pemulihan Lahan Pascatambang, SIG Tanam 13.424 Batang Pohon di Aceh

    4 Agustus 2025

    MINATBACA.com – Komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan seluruh entitas bisnis, dalam menjalankan…

    TMMD ke-124 di Gresik, Pemerataan Pembangunan Jadi Fokus Utama

    Diduga Pesta Narkoba, Polisi Tangkap Oknum Kades di Pulau Bawean Gresik

    Kepala Desa Bedanten Apresiasi Diklat Pengelasan; Menunjang Skill Warga

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.