Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Menyambut HUT Pada Tahun Ini, Petrokimia Gresik Fasilitasi 100 Anak Khitan Gratis

      23 Juni 2026

      Bakti Sosial Memperingati Hari Jadi Lamongan, Sebanyak 104 Anak Mengikuti Khitan Massal Gratis

      23 Juni 2026

      Pemkab Gresik Memperkuat Ekosistem Peternakan, Dorong Menjadi Produk Bernilai Tambah

      23 Juni 2026

      Buka Bimtek LPJ Pengkab KONI Gresik, Wabup Ingatkan Pentingnya Akuntabilitas Keuangan

      23 Juni 2026

      Sinergi Pemkab Gresik Dengan Industri Melindungi Perempuan dan Anak Diapresiasi Menteri PPPA

      23 Juni 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Budaya»Menyaksikan Prosesi Masak Kolak Ayam, Bupati Sebut Identitas Sosial dan Religi Masyarakat Gresik
    Budaya

    Menyaksikan Prosesi Masak Kolak Ayam, Bupati Sebut Identitas Sosial dan Religi Masyarakat Gresik

    RedaksiBy Redaksi13 Maret 20262 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau langsung proses pengolahan kolak ayam (Sanggring) di area Masjid Jami’ Sunan Dalem, Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kamis (12/3/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi, tradisi kolak ayam alias Sanggring di Desa Gumeno, yang merupakan warisan budaya Islam dan telah berusia sekitar 501 tahun. Menurut Gus Yani, tradisi kolak ayam atau Sanggring bukan sekadar acara makan bersama, melainkan simbol kepatuhan spiritual dan penghormatan terhadap perjuangan dakwah Sunan Dalem, putra dari Sunan Giri.

    Sembari menegaskan kolak ayam atau Sanggring, merupakan tradisi berusia ratusan tahun yang harus terus dilestarikan. Sebab selain sebagai kuliner warisan leluhur, hidangan yang disajikan juga diyakini memiliki khasiat sebagai obat.

    “Sejarah kolak ayam, berawal dari kebiasaan Sunan Dalem yang membuat masakan ini sebagai obat, untuk mengobati sakitnya saat membuat masjid di Desa Gumeno dalam menyebarkan Islam. Resep tersebut ternyata mujarab, karena bisa menyembuhkan sakitnya Sunan Dalem, termasuk warga sekitar,” tutur Gus Yani.

    “Tradisi kolak ayam sebagai wujud apresiasi, serta melestarikan budaya peninggalan Sunan Dalem. Salah satu tokoh penyebar agama Islam di pesisir utara Gresik, sekitar 1541 masehi,” terangnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Gus Yani mengajak generasi muda yang berada di Desa Gumeno, diberi wawasan seputar tradisi kolak ayam. Sehingga menjadi suatu tradisi yang diharapkan bakal terus bertahan, di tengah gerusan kemajuan Gresik sebagai kota industri.

    Baca Juga :  Jamin Kesejahteraan ASN, Terutama P3K, Pemkab Lamongan Teken MoU Dengan PT Taspen

    “Tahun 2019 tradisi ini telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak benda Indonesia (WBTbI) oleh pemerintah, yang memperkuat identitas sosial dan religi masyarakat Gresik,” kata Gus Yani.

    Adapun tradisi pembuatan kolak ayam atau Sanggring dilakukan setiap malam ke-23 Bulan Ramadhan. Untuk tahun ini, menghabiskan 240 ekor ayam, 225 kilogram bawang daun, 525 butir kelapa, 650 kilogram gula merah, 50 kilogram jinten bubuk, yang menghasilkan sebanyak 3.000 porsi sajian.

    Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani gresik Kabupaten Gresik Kecamatan Manyar Kolak ayam (Sanggring)
    Previous ArticleSebanyak 16 Penerima Manfaat ODHIV Menerima Bantuan Usaha, Berikut Pesan Wabup Gresik
    Next Article Polres Gresik Ungkap 78 Kasus dan Amankan 85 Tersangka Dalam Operasi Pekat Semeru 2026

    Berita Terkait

    Menyambut HUT Pada Tahun Ini, Petrokimia Gresik Fasilitasi 100 Anak Khitan Gratis

    23 Juni 2026

    Pemkab Gresik Memperkuat Ekosistem Peternakan, Dorong Menjadi Produk Bernilai Tambah

    23 Juni 2026

    Buka Bimtek LPJ Pengkab KONI Gresik, Wabup Ingatkan Pentingnya Akuntabilitas Keuangan

    23 Juni 2026

    Sinergi Pemkab Gresik Dengan Industri Melindungi Perempuan dan Anak Diapresiasi Menteri PPPA

    23 Juni 2026

    Festival Nasi Krawu KWGe 2026, Bersiap Pecahkan Rekor MURI Dengan 3.000 Bungkus Nasi Krawu

    22 Juni 2026

    Ada 7 Administrasi Kependudukan yang Dapat Diurus Saat Festival Tumpeng Nasi Krawu KWGe

    22 Juni 2026
    Search
    Terkini

    Menyambut HUT Pada Tahun Ini, Petrokimia Gresik Fasilitasi 100 Anak Khitan Gratis

    Bakti Sosial Memperingati Hari Jadi Lamongan, Sebanyak 104 Anak Mengikuti Khitan Massal Gratis

    Pemkab Gresik Memperkuat Ekosistem Peternakan, Dorong Menjadi Produk Bernilai Tambah

    Buka Bimtek LPJ Pengkab KONI Gresik, Wabup Ingatkan Pentingnya Akuntabilitas Keuangan

    Sinergi Pemkab Gresik Dengan Industri Melindungi Perempuan dan Anak Diapresiasi Menteri PPPA

    Load More
    Berita Lainnya
    Pemerintahan

    Didampingi Mas Dirham, Pak Yes Paparkan Capaian 100 Hari Kerja

    8 Juni 2025

    MINATBACA.com – Bupati dan Wakil Bupati Lamongan terpilih, Yuhronur Efendi yang akrab disapa Pak Yes…

    Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mapolsek Tambak di Pulau Bawean

    Terbukti Lakukan Pungli, Ketua CFD Gresik Dicopot

    Pemkab Gresik Tegaskan Komitmen Terhadap Investasi

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.