Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Pilkades 2026, Pemkab Gresik Persiapkan E-Voting Untuk Tingkatkan Transparansi

      15 Juni 2026

      Ekonomi Kabupaten Lamongan Terus Menunjukkan Tren Positif

      15 Juni 2026

      Dilepas Sekda Gresik, Sebanyak 1.095 Petugas Siap Melaksanakan Sensus Ekonomi 2026

      14 Juni 2026

      Melalui Carnival Fashion Fest Competition, Pemkab Lamongan Pacu Kemajuan Ekonomi Kreatif

      13 Juni 2026

      Perjalanan 40 Tahun KIPG, Wadah Pengembangan Budaya Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik

      13 Juni 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Travel»Lewat Pelatihan dan Sertifikasi BNSP, Pemkab Gresik Perkuat Kualitas SDM Pengelola Wisata
    Travel

    Lewat Pelatihan dan Sertifikasi BNSP, Pemkab Gresik Perkuat Kualitas SDM Pengelola Wisata

    RedaksiBy Redaksi8 April 20263 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata.

    Upaya terbaru yang dilakukan dalam menunjang hal tersebut adalah, melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi pengelola produk destinasi wisata, yang diadakan di Hotel Horison Gresik, pada Rabu dan Kamis (8-9/4/2026).

    Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparekrafbudpora), dengan dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Gresik Asluchul Alif.

    Pelaksanaan kegiatan tersebut juga berlandaskan sejumlah regulasi di antaranya, Undang Undang tentang Kepariwisataan, Peraturan Pemerintah terkait pengelolaan keuangan daerah, serta Peraturan Daerah Kabupaten Gresik tentang APBD tahun anggaran 2026.

    Dengan pelatihan dan sertifikasi yang dilaksanakan, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola wisata sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sektor pariwisata. Sekaligus bentuk pembinaan Pemkab Gresik bagi pengelola wisata yang dikelola oleh pemerintah daerah, desa, maupun masyarakat, dan juga sebagai bagian dari penguatan program pemasaran pariwisata.

    Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan tersebut, yang berasal dari berbagai pengelola destinasi wisata di Kabupaten Gresik. Mulai dari pengelola wisata GUS di Balongpanggang, Museum Sunan Giri, Museum Kanjeng Sepuh Sidayu, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), hingga desa wisata.

    Wabup Gresik Asluchul Alif saat memberi arahan menekankan, pentingnya keseriusan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian agenda pelatihan yang dilaksanakan. Sembari mengingatkan, sertifikasi kompetensi bukan sekadar formalitas, melainkan investasi jangka panjang bagi pengembangan karir di sektor pariwisata.

    Baca Juga :  Hadiri Agenda HKG PKK, Bupati Gresik Berharap PKK Fokus Tangani Stunting

    “Serap ilmu selama dua hari ini sebaik-baiknya. Sertifikat ini bukan hanya berguna untuk hari ini, tetapi bisa membuka peluang lebih besar di masa depan,” ujar dokter Alif-sapaan Wabup Gresik Asluchul Alif.

    Pada kesempatan yang sama, dokter Alif menyoroti bahwa kunci utama keberhasilan dalam pengelolaan destinasi wisata tidak hanya terletak pada kemampuan teknis, tetapi juga pada kemampuan manajemen diri. Sebab menurutnya, pengelola wisata harus mampu menjaga integritas yang baik, profesionalitas, serta memahami bahwa destinasi yang dikelola merupakan aset bersama. Baik milik pemerintah daerah, desa, maupun masyarakat.

    “Kalau manajemen diri tidak kuat, maka potensi wisata yang sudah baik bisa runtuh. Tantangan terbesar bukan hanya mengelola destinasi, tetapi mengelola diri sendiri,” tegasnya.

    Dia juga menambahkan, sertifikasi kompetensi menjadi nilai tambah penting dalam dunia kerja. Di tengah persaingan yang semakin ketat, tenaga kerja yang memiliki sertifikat akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang, termasuk menduduki posisi strategis dalam pengelolaan destinasi wisata.

    Selain itu, dokter Alif juga mendorong peserta untuk terus belajar dan melakukan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan. Termasuk, tidak segan dalam membandingkan praktik pengelolaan dengan yang ada di berbagai destinasi lain.

    “Setelah memahami teori dan praktik di tempat sendiri, ke depan harus berani belajar dari tempat lain. Dari situ kita bisa menemukan solusi atas berbagai persoalan di lapangan,” tutur dokter Alif.

    Baca Juga :  Optimalisasi Aset dan Bagi Hasil Migas Diusulkan Jadi Sumber PAD Gresik
    gresik Kabupaten Gresik pemkab gresik Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif wisata gresik
    Previous ArticleMelalui Pestani Melon Pantura, Petrokimia Gresik Tingkatkan Produktivitas Petani Melon Hingga 10 Persen
    Next Article Bupati Lamongan Pimpin Leaders Brief, Samakan Persepsi Hadapi Perubahan Pola Kerja

    Berita Terkait

    Pilkades 2026, Pemkab Gresik Persiapkan E-Voting Untuk Tingkatkan Transparansi

    15 Juni 2026

    Dilepas Sekda Gresik, Sebanyak 1.095 Petugas Siap Melaksanakan Sensus Ekonomi 2026

    14 Juni 2026

    Perjalanan 40 Tahun KIPG, Wadah Pengembangan Budaya Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik

    13 Juni 2026

    KDKMP Desa Pandanan Jadi Salah Satu Lokasi yang Ditinjau Tim KSP RI

    13 Juni 2026

    Wujudkan Zero Stunting, Pemdes Bolo Perkuat Komitmen dan Kolaborasi Lintas Sektor

    12 Juni 2026

    Mengenang Mbah H Noloyudho, Tokoh Pendiri Desa Sumberrejo Gresik

    11 Juni 2026
    Search
    Terkini

    Pilkades 2026, Pemkab Gresik Persiapkan E-Voting Untuk Tingkatkan Transparansi

    Ekonomi Kabupaten Lamongan Terus Menunjukkan Tren Positif

    Dilepas Sekda Gresik, Sebanyak 1.095 Petugas Siap Melaksanakan Sensus Ekonomi 2026

    Melalui Carnival Fashion Fest Competition, Pemkab Lamongan Pacu Kemajuan Ekonomi Kreatif

    Perjalanan 40 Tahun KIPG, Wadah Pengembangan Budaya Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik

    Load More
    Berita Lainnya
    Pemerintahan

    Hari Otonomi Daerah ke-29 Jadi Momen Percepat Pemerataan Pembangunan

    25 April 2025

    MINATBACA.com – Dalam memperingati Hari Otonomi Daerah ke-29, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menggelar upacara…

    Akhirnya.. Sebanyak 35 Warga Pulopancikan Gresik Tempati Rumah Layak Huni

    Pemkab Gresik Terima Penghargaan Proklim Kategori Lestari dari KLHK

    Satlantas Polres Gresik Dapatkan Duta Lalu Lintas Muda Berbakat Melalui Seleksi Ketat

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.