Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

      14 Oktober 2026

      Tambahan Cabor Baru Bakal Perkuat Kabupaten Lamongan di Porprov 2027

      14 Oktober 2026

      Sebanyak 45 Ruas Jalan di Kabupaten Lamongan Sudah Tuntas Diperbaiki

      14 Oktober 2026

      Tujuh Fraksi DPRD Sampaikan Pandangan Umum Menanggapi RAPBD Lamongan 2027

      14 Oktober 2026

      Hadirkan Anggota DPR RI, PKK Lamongan Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

      13 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Budaya»Komitmen SIG Dalam Konservasi Warisan Arkeologi Dunia Bulu Sipong 4
    Budaya

    Komitmen SIG Dalam Konservasi Warisan Arkeologi Dunia Bulu Sipong 4

    RedaksiBy Redaksi5 Maret 20264 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Leang (Gua) Bulu Sipong 4 di Bukit Bulu Sipong menjadi saksi peradaban, di mana terdapat seni cadas tertua di dunia berusia sekitar 44.000 tahun, bergambar adegan perburuan binatang oleh manusia pada era prasejarah.

    Keberadaan Bulu Sipong 4 tersebut menjadi bukti komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan PT Semen Tonasa, dalam rangka melindungi kelestarian warisan budaya dunia, dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

    Cagar budaya Bulu Sipong 4, berada di lahan tambang tanah liat PT Semen Tonasa. Tepatnya, di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Pangkep, Sulawesi Selatan. Sementara dikutip dari buku Cultural Heritage Management Plan oleh PT Semen Tonasa, Bulu Sipong 4 merupakan salah satu gua prasejarah di Bukit Bulu Sipong yang pertama kali ditemukan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Makassar pada 2016.

    Penemuan lalu dilanjutkan dengan penelitian berupa pengambilan sampel pertanggalan pada gambar cadas, dan kemudian ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama antara PT Semen Tonasa dan Dirjen Kebudayaan, dalam rangka perlindungan gua prasejarah tersebut.

    Atas rekomendasi SIG sebagai induk perusahaan, PT Semen Tonasa bergerak cepat menetapkan kawasan Bulu Sipong seluas 31,64 hektare atau 11,3 persen dari total lahan tambang seluas 280 hektare sebagai kawasan konservasi.

    Baca Juga :  Langkah Strategis SIG Siasati Persaingan Ketat Industri Semen Nasional

    Tepatnya pada 18 Mei 2018, PT Semen Tonasa meresmikan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan Geopark Bulu Sipong, guna melindungi keanekaragaman hayati di sekitar area tambang serta kawasan Geopark dan Purbakala.

    Bulu Sipong 4 sebagai salah satu geosite di Geopark Maros Pangkep, kemudian resmi masuk dalam daftar UNESCO Global Geopark berdasarkan keputusan Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-216 di Paris, Prancis pada 2023.

    Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, penetapan kawasan Bulu Sipong sebagai kawasan konservasi, menjadi bukti komitmen SIG dan PT Semen Tonasa terhadap pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan industri dengan lingkungan dan nilai budaya.

    Dengan Bulu Sipong diharapkan, menjadi sarana edukasi dan membantu mempromosikan sejarah dan budaya peradaban kepada masyarakat luas.

    ”Perusahaan juga berkolaborasi dengan LPPM Universitas Hasanuddin dalam merilis Cultural Heritage Management Plan atas situs prasejarah Bulu Sipong 4,” kata Vita.

    “Dokumen tersebut berfungsi sebagai panduan pengelolaan warisan budaya yang dimiliki oleh perusahaan, termasuk Bulu Sipong yang merupakan situs cagar budaya. Sehingga dapat dikelola dengan baik secara berkelanjutan, untuk mempertahankan nilai-nilai budaya yang ada,” jelasnya.

    Baca Juga :  Pemulihan Lahan Pascatambang, SIG Tanam 13.424 Batang Pohon di Aceh

    Selain itu, dalam pengelolaan Bulu Sipong, PT Semen Tonasa bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX, antara lain untuk pemantauan getaran dan udara ambien secara berkala, pengecoran jalan sepanjang 1.800 meter, dan penyiraman jalan tambang secara berkala untuk mengurangi debu.

    Pihak perusahaan juga mengedukasi karyawan dan masyarakat sekitar, tentang pentingnya pelestarian situs prasejarah. Memasang rambu dan pembatasan akses dengan pemasangan pagar sepanjang 1.900 meter, serta revegetasi di kawasan konservasi.

    Habitat Alami Bagi Beragam Flora dan Fauna
    Selain seni cadas purbakala, Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong juga menjadi habitat bagi beragam jenis flora dan fauna dengan Indeks Kehati yang terus meningkat.

    Hingga 2025, terdapat 25 jenis flora, dengan total jumlah tanaman sebanyak 2.898 pohon. Di antaranya, eboni (diospyros celebica), kayu kuku (pericopsis mooniana), dan bitti (vitex cofassus) yang merupakan tanaman endemik lokal.

    Tidak hanya flora, Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong juga menjadi habitat alami bagi 41 jenis satwa liar yang terdiri dari 37 jenis burung, dua jenis primata, serta masing-masing satu unggas dan reptil. Total jumlah satwa yang berhasil terpantau hingga 2025 sebanyak 869 ekor, termasuk monyet dare (macaca maura) dan tarsius yang merupakan primata endemik lokal yang dilindungi.

    Baca Juga :  Rumah BUMN SIG Dukung UMKM Sirop Buah Kawista Khas Rembang Populer

    Vita menambahkan, Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong menjadi pelindung bagi keanekaragaman hayati, yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam. Pada 2025, Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong mencatatkan nilai Indeks Kehati Flora sebesar 1,54 atau naik dari periode 2020 sebesar 1,38. Indeks Kehati Fauna juga tercatat naik menjadi 2,85 dari sebelumnya 2,51 pada 2020.

    ”Kenaikan nilai Indeks Kehati Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong menunjukkan, lingkungan kawasan Bulu Sipong yang semakin asri dan menjadi benteng pelindung bagi kelestarian keanekaragaman hayati dan warisan arkeologi di dalamnya,” ungkap Vita.

    “Atas inisiatif strategis ini, SIG dan PT Semen Tonasa mendapat apresiasi dan kehormatan, sebagai narasumber pada forum internasional SPAFA International Conference on Southeast Asian Archaeology and Fine Arts (SPAFACON) 2024 dan Indonesia Geopark Leader Forum 2025, untuk memaparkan program perlindungan situs Bulu Sipong serta program perlindungan Kehati,” bebernya.

    Bulu Sipong 4 Cagar budaya semen indonesia SIG Warisan budaya
    Previous ArticleSafari Ramadhan, Bupati Tegaskan Pembangunan di Lamongan Menjangkau Fisik dan Non Fisik
    Next Article Stabilisasi Harga di Bulan Ramadhan dan Jelang Idul Fitri, Pemprov Jatim Gelar OPM di Lamongan

    Berita Terkait

    Green Building Festival 2026, SIG Mendorong Penggunaan Bahan Bangunan Rendah Emisi

    10 September 2026

    Begini Cara yang Dilakukan SIG Guna Maksimalkan Pertumbuhan Kinerja

    9 September 2026

    SIG Pertahankan Peringkat idAAA Tertinggi dari Pefindo Karena Memiliki Prospek Pasar yang Kuat

    8 September 2026

    Perkuat Ekosistem Pesisir, SIG Libatkan Sepuluh Orang Relawan Bakti BUMN 2026

    3 September 2026

    SIG Hidupkan Kembali Merek Legendaris untuk Jawa Barat, Semen Kujang Resmi Diluncurkan

    3 September 2026

    Semester I Tahun 2026, Kinerja SIG Tumbuh Solid

    2 September 2026
    Search
    Terkini

    Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

    Tambahan Cabor Baru Bakal Perkuat Kabupaten Lamongan di Porprov 2027

    Sebanyak 45 Ruas Jalan di Kabupaten Lamongan Sudah Tuntas Diperbaiki

    Tujuh Fraksi DPRD Sampaikan Pandangan Umum Menanggapi RAPBD Lamongan 2027

    Hadirkan Anggota DPR RI, PKK Lamongan Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

    Load More
    Berita Lainnya
    Ekonomi

    Pemdes Srowo Optimistis Kopdes Merah Putih Dukung Ketahanan Pangan

    23 Juni 2025

    MINATBACA.com – Sama dengan desa-desa lain terkait program nasional yang diinisiasi oleh Presiden RI ke-8…

    Bupati Lamongan Serahkan Sapi Kurban Bantuan Presiden ke Masjid Al Muttaqin

    50 Juta Jam Kerja Selamat Berhasil Dicapai Proyek Smelter PTFI Gresik

    Peringatan HCPSN 2025, Pemkab Lamongan Lestarikan Tanaman Endemik

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.