MINATBACA.com – Bupati dan Wakil Bupati Lamongan terpilih, Yuhronur Efendi yang akrab disapa Pak Yes dan Dirham Akbar Aksara alias Mas Dirham, menjelaskan capaian 100 hari kerja mereka memimpin warga Lamongan.
Setelah resmi dilantik menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lamongan pada Bulan Februari 2025, pasangan Yuhronur Efendi dan Dirham Akbar Aksara, coba menyampaikan capaian realisasi dari progam prioritas mereka, hingga tiga poin penting yang menjadi fokus pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan ke depan. Berpijak pada inovasi, percepatan dan berkesinambungan.
Termasuk, keinginan bergerak cepat menjawab tantangan dan harapan masyarakat Lamongan, melalui visi ‘Terwujudkan Kejayaan Lamongan yang Berkelanjutan.’ Disampaikan dalam kegiatan hasil quick win 100 hari kerja kepemimpinan Pak Yes dan Mas Dirham, di Guest House Pendopo Lamongan, Sabtu (7/6/2025).
“Hari ini saya dan Mas Dirham menapaki seratus hari kerja, setelah dilantik pada Bulan Februari lalu. Tentu seratus hari kerja ini banyak sekali capaian, terutama dalam merealisasikan program prioritas yang kami usung,” ungkap Pak Yes.
Dalam 100 hari kerja, jelas Pak Yes, pihaknya memfokuskan pelaksanaan quick win. Kegiatan bertujuan untuk menghadirkan isu sosial dan bersifat penting bagi masyarakat Lamongan. Dengan terbagi ke dalam tiga fokus utama yakni, pertumbuhan ekonomi inklusif, pemerataan infrastruktur, serta penguatan sumber daya manusia dan harmonisasi sosial.
Untuk capaian quick win yang pertama adalah, capaian pada sektor pertanian sebagai produksi sektor primer. Di mana Lamongan terus menjaga statusnya sebagai lumbung pangan nasional, dengan pemanfaatan lahan bero di Kecamatan Babat, Sekaran dan juga Kembangbahu. Hasilnya, hingga Bulan April 2025, produksi padi telah mencapai 541.751 ton. Sementara pada sektor perikanan budidaya mencapai 13.960 ton dan ‘ekspor’ daging unggas ke Indonesia Timur mencapai 16 ton.
“Sebagai lumbung pangan terbesar nomor lima nasional, Alhamdulillah prestasi Lamongan konsisten di sektor pertanian. Bahkan, pada tahun ini harga gabah kering bisa melampaui harga yang ditetapkan pemerintah. Artinya, ekonomi petani meningkat dan ketersediaan pupuk juga aman,” tutur Pak Yes.
Penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan juga ekspor terus digencarkan, dengan Lamongan mencatat nilai ekspor Rp20,7 triliun. Karena sebanyak sebelas produk UMKM lolos kurasi nasional, enam produk berhasil masuk business matching dengan Hong Kong dan sepuluh produk telah dipasarkan di Gerai Alfamart. Selain itu, ada pula surat edaran bupati yang diterbitkan guna mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) dan swasta di Lamongan, untuk membantu dengan memakai produk UMKM lokal.
“Saat ini, 270 telah berproses akta pendirian koperasi dan 134 desa telah memiliki akta resmi,” ucap Pak Yes.
Pada bidang pemberdayaan ekonomi, ada sebanyak 32 kepala keluarga perempuan yang menerima modal usaha senilai Rp4 juta dan mendapat pendampingan, juga ada pembangunan sepuluh rumah layak huni bagi warga kurang mampu. Dengan pembangunan fisik, infrastruktur, energi pemeliharaan jalan dilakukan di 27 ruas strategis, serta penerangan jalan telah menyala kembali di 531 titik dan 104 tiang lampu baru telah dipasang. Kemudian air bersih sambungan yang baru, telah disalurkan ke 1.500 unit rumah.
“Pada 100 hari kerja kami, melakukan penambalan pada jalan yang berlubang. Sedangkan realisasi Jamula (Jalan Mulus Lamongan) Mantap akan dimulai pada Juni 2025, dari ruas Kranji-Payaman Lima, ruas jalan yang sedang proses lelang dan segera dibangun Dradah-Kedungpring. Lamongrejo-Gagantingan, Lamongrejo-Garung. Kedungpring-Sukobendu, Sumberwudi-Maduran,” kata Pak Yes.
“Sedangkan 15 ruas lainnya akan dibangun secara bertahap. Antara lain, Mantup-Ayamalas, Dumpi-Sukobendu. Kembangbahu-Sukobendu, Lopang-Kramat, Ngimbang-Sambeng, Made-Plembon, Mantup-Sambeng Pamotan-Candisari, Plembon-Sugio. Sambeng-Candisari, Tanjung-Songowareng, Paciran-Godog, Ngimbang-Bluluk, Pucuk-Sekaran dan Sekaran-Laren,” sambungnya.
Pak Yes juga menyampaikan, sudah ada sebanyak 167 titik sampah liar yang ditangani, 805 banner liar yang telah dibersihkan dan 820 pohon ditanam di Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan pemeliharaan dilakukan di 32 lokasi. Pada tahun ini, kata Pak Yes, juga akan dibuka Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dadapan, dalam rangka menangani persoalan sampah yang ada di wilayah utara Lamongan.
Adapun pada pembangunan non fisik, capaian seratus hari kerja Pak Yes-Mas Dirham di antaranya, pada bidang kesehatan dan penurunan stunting. Tercatat angka stunting turun signifikan dari 27,5 persen pada 2023 menjadi 6,9 persen di tahun 2025 (yang menjadikan Lamongan terbaik kedua di Provinsi Jawa Timur). Sementara berkomitmen mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga, soft launching Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ki Ageng Brondong telah dilakukan sebagai pusat layanan kesehatan di wilayah utara.
“Hari ini RSUD Ki Ageng Brondong sudah beroperasi, mungkin dua sampai tiga minggu lagi akan kami lakukan grand opening,” beber Pak Yes.
Sadar jika sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang, Pak Yes-Mas Dirham terus memaksimalkannya untuk menciptakan generasi emas. Komitmen tersebut berhasil diwujudkan melalui angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan pada tahun 2025, yang menduduki angka 75,9 (melampaui angka provinsi dan nasional).
Tidak hanya itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini diklaim telah berjalan di 177 lembaga pendidikan di Lamongan. Dengan SMPN 1 Lamongan ditetapkan sebagai pilot project sekolah digital dan inklusi. Termasuk, beasiswa yang terus diberikan untuk siswa dan mahasiswa dari keluarga tidak mampu, sebagai wujud pemerataan akses pendidikan yang ada di Lamongan.
Untuk penguatan keagamaan dan sosial, diwujudkan melalui penyaluran insentif ke takmir dan imam masjid, modin, rohaniawan dan guru ngaji melalui Kartu Yakin Sejahtera (YSS). Sebanyak 244 sertifikat tanah wakaf juga telah rampung, melalui Gerakan Bersama Pendaftaran Tanah Wakaf (Gema Tawaf). Juga gerakan ‘One Week, One Juz’, digalakkan dengan Instruksi Bupati Lamongan nomor 1 tahun 2025.
Guna realisasi program prioritas 100 persen pelayanan publik berkualitas, kanal aduan ‘Lapor Pak Yes’ terintegrasi dengan seluruh perangkat daerah. Terdapat tiga mall pelayanan publik mini yang sudah diaktifkan yakni, di Kecamatan Ngimbang, Babat dan Paciran, dengan total sebanyak 205 izin telah diterbitkan.
Berdasarkan survei independen yang dilakukan pada rentang 20 hingga 27 Mei 2025, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pak Yes-Mas Dirham, diklaim mencapai 80,6 persen (kategori tinggi). Capaian tersebut dinilai menunjukkan komitmen kuat mereka berdua, dalam mewujudkan harapan masyarakat Lamongan dan juga menciptakan perubahan ke arah yang lebih positif bagi daerah.

