MINATBACA.com – Kabupaten Lamongan menduduki peringkat pertama, produksi gabah kering giling (GKG) se-Provinsi Jawa Timur 2025.
Data diperoleh dari akumulasi penanaman padi selama 2025. Dengan hingga awal November 2025, produksi padi di Lamongan mencapai 904,928 ton GKG. Jumlah ini meningkat dibanding sebelumnya (tahun 2024), yang tercatat 776,29 ton GKG.
“Berdasarkan berita resmi statistik Provinsi Jawa Timur hasil pengamatan September 2025, Kabupaten Lamongan menempati posisi pertama se-Jawa Timur pada produksi padi,” ungkap Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Selasa (4/11/2025).
Peningkatan GKG di Lamongan tersebut, sebanding dengan upaya yang dilakukan. Mulai dari program luas tambah tanam (LTT), jaminan ketersediaan pupuk yang lebih mudah diakses oleh petani, penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), jaminan sosial petani (asuransi), hingga pendampingan dan pelatihan.
Sementara dalam kesempatan berbeda sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan mencatat, sawah seluas 1.700 hektare di Kecamatan Kembangbahu, bersiap melakukan panen raya Masa Tanam (MT) III tahun 2025.
Kualitas padi yang dipanen juga terpantau memiliki kualitas baik, sehingga diyakini akan menembus Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) senilai Rp6.500 per kilogram, yang telah ditetapkan pemerintah sejak 15 Januari 2025. Karena harga rata-rata gabah di tingkat produsen pada Bulan Oktober 2025 adalah, Rp7.300 per kilogram untuk GKP atau Rp8.033 per kilogram untuk GKG.
“Alhamdulillah, Kecamatan Kembangbahu panen raya MT III. Melihat potensi pertanian yang terus meningkat, tentu Pemerintah Kabupaten Lamongan akan mengupayakan pendampingan hingga fasilitasi,” ujar Yuhronur saat melakukan panen raya padi di Desa Sidomukti, Kecamatan Kembangbahu, Senin (27/10/2025).
Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lamongan Mugito menjelaskan, hingga 24 Oktober 2025, realisasi tanam telah mencapai 120.247 hektare atau 62,51 persen dari target. Sementara target tanam untuk Kabupaten Lamongan pada musim tanam 2025 adalah, seluas 192.373 hektare. Adapun luas panen padi selama 2025 (hingga Bulan Oktober 2025) mencapai 166.017 hektare, dengan estimasi produksi GKG sebanyak 1.211.924 ton.

