Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Pemkab Gresik Bersama Sejumlah Elemen Bantu Korban Gempa Bumi di NTT Senilai Rp250 Juta

      28 Agustus 2026

      Jambore Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Balongpanggang, Berikut Pesan Wabup Gresik

      28 Agustus 2026

      Bupati Gresik Ajak Masyarakat Tak Ragu Sampaikan Aspirasi Saat Salurkan BLT DBHCHT di Wringinanom

      27 Agustus 2026

      Cara BRI Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Doudo Kecamatan Panceng

      27 Agustus 2026

      Bupati Lamongan Wisuda Sebanyak 208 Lansia Peserta Selantang

      26 Agustus 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Kota Industri, Depicab SOKSI Gresik Prihatin Angka Pengangguran Masih Tinggi
    Ekonomi

    Kota Industri, Depicab SOKSI Gresik Prihatin Angka Pengangguran Masih Tinggi

    RedaksiBy Redaksi1 November 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Tingginya angka pengangguran terbuka di Kabupaten Gresik yang berjuluk kota industri, mendapat perhatian serius dari Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (Depicab) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Kabupaten Gresik.

    Ketua Depicab SOKSI Kabupaten Gresik Ahmad Nurhamim menyampaikan, angka pengangguran terbuka di Gresik yang masih tinggi tidak dapat dianggap sepele. Dengan persoalan membutuhkan penanganan yang tepat, dari pemerintah dan juga pihak-pihak terkait.

    Adapun pada 2024, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Gresik tercatat di angka 6,45 persen atau sekitar 50.368 orang, dengan sebagian besar didominasi oleh lulusan SMA. Padahal di Gresik ada sekitar 2.077 perusahaan yang beroperasi, dalam skala kecil maupun besar. Baik perusahaan tersebut Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), atau Penanaman Modal Asing (PMA).

    “SOKSI Gresik sangat prihatin melihat fakta masih tingginya angka pengangguran terbuka di Gresik, sehingga memunculkan gelombang demo dari masyarakat. SOKSI berharap, adanya akselerasi penanganan pengangguran yang serius dari pemerintah,” ujar Nurhamim di Kantor Depicab SOKSI, Sabtu (1/11/2025).

    Baca Juga :  Kades Pelemwatu Menganti Sukayin Melantik Robi Darwanto Sebagai Kepala Dusun Pelemdodol

    Nurhamim menjelaskan, pemerintah sebenarnya sudah diberi ruang lebar oleh regulasi dalam penanganan pengangguran. Di antaranya dengan sudah disahkannya Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2022 tentang penyelenggaraan ketenagakerjaan.

    “Perda ini sebagai guidance pemerintah, untuk menangani tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Gresik,” ucap Nurhamim.

    Sosok yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik tersebut menandaskan, Perda nomor 7 tahun 2022 merupakan Perda inisiatif DPRD. Perda ini dibuat sebagai bentuk keprihatinan wakil rakyat, akan masih tingginya angka pengangguran di Gresik.

    “Makanya dalam Perda itu sangat terang benderang, diatur bahwa warga ber-KTP Gresik punya hak 60 persen mengisi kebutuhan pekerjaan setiap ada lowongan,” tuturnya.

    Namun pada kenyataannya di lapangan alias fakta yang ada, banyak lowongan pekerjaan yang mengisi itu bukan warga asli Gresik (ber-KTP Gresik). Kondisi yang membuat masyarakat resah, sehingga mulai berpikiran pesimis.

    Baca Juga :  Pemdes Manyarejo Apresiasi Positif Pembangunan Rumah Kompos

    “Banyak laporan yang masuk ke kami, ada indikasi orang dalam (ordal) yang bermain jika ada lowongan pekerjaan. Lowongan itu kebanyakan diisi (orang) dari luar Gresik. Ini yang tengah kami telusuri,” kata Nurhamim.

    Tidak hanya itu, sebagai Wakil Ketua DPRD Gresik, Nurhamim juga sering menanyakan kepada Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Gresik, terkait progres penanganan angka pengangguran di kabupaten berjuluk kota industri ini secara riil. Termasuk, sudah berapa banyak dan siapa saja pengangguran warga Gresik yang sudah mendapatkan pekerjaan, baik melalui agenda job fair maupun program yang lain.

    “Disnaker tidak bisa memberikan data yang akurat. Sekarang berapa warga Gresik yang nganggur, butuh pekerjaan? Kalau ada lowongan baik lewat job fair, siapa saja pelamar yang dapat pekerjaan atau diterima dari sekian kebutuhan pekerjaan? Rumahnya di mana? dari desa mana? Tapi Disnaker tidak menunjukan data riilnya,” ungkap Nur Hamim.

    Baca Juga :  Rokok Ilegal dan MMEA di Gresik yang Merugikan Negara Rp9 Miliar Lebih Dimusnahkan

    Selama ini, Nurhamim menambahkan, yang menjadi tantangan Disnaker Gresik adalah, menyiapkan tenaga skill sesuai yang dibutuhkan perusahaan untuk mengisi lowongan pekerjaan.

    “Di SOKSI ada bidang yang menangani ini. Kami siap membantu menyiapkan skill calan-calon pekerja, sesuai yang dibutuhkan oleh perusahaan. Tentunya hal itu bisa jalan, kalau ada intervensi dari pemerintah selaku eksekutor,” ucap Nurhamim.

    Nurhamim berharap, penanganan pengangguran terbuka di Gresik tidak hanya sekadar formalitas. Artinya, program jalan ketika ada desakan dari masyarakat seperti melalui aksi demonstrasi.

    “Setelah reda, tak ada demo, berjalan seperti biasa lagi. Sehingga progres dan capaian penanganan pengangguran, tidak bisa terukur dengan baik,” tutur Nurhamim.

    dinas tenaga kerja gresik gresik
    Previous ArticleRSUD dr Soegiri Jalin MoU Dengan 32 Puskesmas di Lamongan, Pelayanan Kesehatan Jadi Makin Mudah
    Next Article Pastikan Seleksi Perangkat Desa Transparan, Pemdes Gredek Gandeng UMG

    Berita Terkait

    Pemkab Gresik Bersama Sejumlah Elemen Bantu Korban Gempa Bumi di NTT Senilai Rp250 Juta

    28 Agustus 2026

    Jambore Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Balongpanggang, Berikut Pesan Wabup Gresik

    28 Agustus 2026

    Bupati Gresik Ajak Masyarakat Tak Ragu Sampaikan Aspirasi Saat Salurkan BLT DBHCHT di Wringinanom

    27 Agustus 2026

    Cara BRI Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Doudo Kecamatan Panceng

    27 Agustus 2026

    Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026, Polres Gresik Ungkap 14 Kasus

    26 Agustus 2026

    Wabup Gresik Dengarkan Langsung Keluhan Warga Saat Serahkan Bantuan di Benjeng

    25 Agustus 2026
    Search
    Terkini

    Pemkab Gresik Bersama Sejumlah Elemen Bantu Korban Gempa Bumi di NTT Senilai Rp250 Juta

    Jambore Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Balongpanggang, Berikut Pesan Wabup Gresik

    Bupati Gresik Ajak Masyarakat Tak Ragu Sampaikan Aspirasi Saat Salurkan BLT DBHCHT di Wringinanom

    Cara BRI Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Doudo Kecamatan Panceng

    Bupati Lamongan Wisuda Sebanyak 208 Lansia Peserta Selantang

    Load More
    Berita Lainnya
    Hukum

    Ukur Kesiapan Fisik Personel, Polres Gresik Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani

    12 September 2025

    MINATBACA.com – Meningkatkan kebugaran dan kesiapsiagaan para personel, Polres Gresik melaksanakan Tes Kesamaptaan Jasmani (TKJ)…

    Harapan Pak Yes Kepada Pimpinan Dekopinda Lamongan Masa Bakti 2025-2030 yang Dikukuhkan

    HUT ke-79 RI, Warga Mojopurowetan Gelar Sholawatan Bersama Pemuda

    Menyukseskan Program MBG, Ada Dua Dapur Baru yang Diresmikan di Lamongan

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.