Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Melihat Pelaksanaan SPMB, Gubernur Jawa Timur Khofifah Mengunjungi SMKN 1 dan SMAN 1 Cerme

      4 Juni 2026

      Komitmen Pemkab dan DPRD Gresik Untuk Tuntaskan Pembangunan Serta Perbaikan JPD

      2 Juni 2026

      Jadi Prioritas, Bupati Gresik Ajak Masyarakat Lebih Peduli dan Turut Kawal Pembangunan JPD

      2 Juni 2026

      Tekan Kemiskinan dan Stunting, Program Bunda Puspa Pemkab Gresik Diperluas ke 80 Desa

      2 Juni 2026

      Peringatan Hari Lahir Pancasila, Bupati Lamongan Sebut Sejalan dengan Semangat HJL ke-457

      1 Juni 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Berkat AI dan IOT, Pengantongan di Petrokimia Gresik Menjadi Semakin Optimal
    Ekonomi

    Berkat AI dan IOT, Pengantongan di Petrokimia Gresik Menjadi Semakin Optimal

    RedaksiBy Redaksi12 Oktober 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Kinerja dan juga inovasi yang dilakukan oleh insan Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, kembali mendapat apresiasi dan penghargaan di tingkat nasional.

    Terbaru, sistem pengantongan atau bagging Petrokimia Gresik, meraih ‘The Best Performer Bagging Operation for Supply Chain Excellence of the Year’ di ajang Indonesia Logistics Awards (ILA) 2025. Sistem pengantongan dengan teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) ini, dinilai mampu mendorong performa perusahaan dalam penyediaan pupuk lebih optimal.

    Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan, kinerja pengantongan di Petrokimia Gresik semakin optimal, setelah pihak perusahaan meluncurkan ‘Smart Bagging Ecosystem.’ Fasilitas yang dihadirkan sebagai komitmen Petrokimia Gresik, mendukung kelancaran distribusi pupuk ke seluruh Indonesia dalam rangka mewujudkan swasembada pangan.

    “Pengantongan menjadi tahapan yang cukup vital bagi pendistribusian pupuk untuk petani, baik itu pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi. Proses ini menjamin atau menjaga kualitas pupuk bersubsidi, hingga di tangan petani,” ujar Daconi.

    Daconi menjelaskan, Smart Bagging Ecosystem memiliki fitur-fitur yang modern. Antara lain Early Warning System (EWS), yang dirancang dengan memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan quality control dalam line pengantongan pupuk. Sistem ini secara real-time, juga mendeteksi kesesuaian kode pada kantong pupuk dengan standar quality. Jika terjadi ketidaksesuaian atau kesalahan kode produk, sistem akan memberi notifikasi kepada operator untuk dilakukan koreksi.

    Berikutnya, Smart Bagging Ecosystem juga dilengkapi dengan fitur Smart Stitch Detection, yang dirancang untuk memantau kualitas jahitan karung. Sistem yang juga menggunakan teknologi AI ini akan mengirim peringatan kepada operator, apabila terjadi ketidaksesuaian jahitan, sehingga segera dilakukan tindakan korektif.

    Fitur modern selanjutnya adalah, Smart Color Fertilizer, yang disematkan untuk memantau kualitas dan konsistensi warna pupuk di area pengantongan. Fitur ini menggunakan sensor atau kamera berbasis teknologi image processing, untuk memastikan warna pupuk sesuai standar.

    Di samping itu, fasilitas ini juga memiliki fitur Smart Bagging System, yang merupakan sistem cerdas yang dirancang untuk menstabilkan berat produk pupuk selama proses pengemasan secara real time. Sistem ini bekerja dengan mengumpulkan data dari sensor tekanan dan tegangan, memprediksi potensi penyimpangan berat produk, dan secara otomatis menyesuaikan parameter sensor berdasarkan prediksi tersebut.

    Smart Bagging Ecosystem juga dilengkapi dengan teknologi yang mampu mendukung operator, pekerja bongkar muat, dan sopir, untuk senantiasa disiplin menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Yakni, melalui deteksi dan peringatan yang memanfaatkan teknologi AI, terhadap kesesuaian penerapan APD. Fitur tersebut antara lain AI Enhanced Monitoring System dan Smart Robo Safety.

    Teknologi yang ada di Smart Bagging Ecosystem, memudahkan kinerja pengantongan Petrokimia Gresik yang kapasitasnya cukup besar, yang mencapai 6.442.564 ton dalam satu tahun. Terdiri dari produk pupuk bersubsidi, pupuk nonsubsidi, maupun produk nonpupuk.

    “Smart Bagging Ecosystem sekaligus upaya nyata Petrokimia Gresik, beradaptasi dalam menghadapi industri 5.0,” tutur Daconi.

    ILA merupakan penghargaan nasional untuk individu, perusahaan, dan institusi yang telah menunjukkan prestasi, kinerja unggul, dan kontribusi signifikan dalam perkembangan logistik nasional. ILA diselenggarakan oleh Supply Chain Indonesia (SCI), dengan penghargaan Petrokimia Gresik dalam ILA 2025 secara simbolis diterima oleh Vice President Pengelolaan Pelabuhan Shandy Kharisma Irianto, mewakili Direksi di Jakarta, baru-baru ini.

    Petrokimia Gresik pupuk
    Previous ArticleSiswi SMANTURA Bawean Juara Lomba Resensi Buku se-Kabupaten Gresik
    Next Article Harapan Bocah 6 Tahun Pegang Perisai Mendapat Sambutan Hangat Jajaran Polres Gresik

    Berita Terkait

    Petrokimia Gresik Perkuat Kerja Sama Pasokan Gas dari Lapangan MDA-MBH dan WK Ketapang

    22 Mei 2026

    Petrokimia Gresik Tetap Siapkan 219.000 Ton Pupuk Bersubsidi, Meski Terjadi Dinamika Global

    13 Mei 2026

    Petrokimia Gresik Kembali Berikan Program Beasiswa Bagi Petani Muda

    6 Mei 2026

    Dirut Petrokimia Gresik Tetap Apresiasi Tim Voli Putri GPPI, Meskipun Gagal Menjuarai Proliga 2026

    28 April 2026

    Melalui Pestani Melon Pantura, Petrokimia Gresik Tingkatkan Produktivitas Petani Melon Hingga 10 Persen

    8 April 2026

    Produktivitas Lahan Tebu Meningkat, Kerja Sama Petrokimia Gresik Dengan SGN dan ID Food Diperluas

    3 April 2026
    Search
    Terkini

    Melihat Pelaksanaan SPMB, Gubernur Jawa Timur Khofifah Mengunjungi SMKN 1 dan SMAN 1 Cerme

    Komitmen Pemkab dan DPRD Gresik Untuk Tuntaskan Pembangunan Serta Perbaikan JPD

    Jadi Prioritas, Bupati Gresik Ajak Masyarakat Lebih Peduli dan Turut Kawal Pembangunan JPD

    Tekan Kemiskinan dan Stunting, Program Bunda Puspa Pemkab Gresik Diperluas ke 80 Desa

    Peringatan Hari Lahir Pancasila, Bupati Lamongan Sebut Sejalan dengan Semangat HJL ke-457

    Load More
    Berita Lainnya
    Budaya

    Kabupaten Lamongan Menjadi Tuan Rumah Festival Adat Budaya Nusantara ke-V

    19 Oktober 2025

    MINATBACA.com – Kabupaten Lamongan menjadi tuan rumah ‘Festival Adat Budaya Nusantara ke-V tahun 2025,’ yang…

    Tinjau Dinas Kominfo, Berikut Pesan dan Harapan Wabup Gresik

    Pekan Depan, Dispendik Gresik Salurkan Kekurangan BOSDA Tahun 2023

    Merayakan HUT ke-79 RI, Warga Desa Kemudi Antusias Ikuti Jalan Sehat

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.