Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

      16 Oktober 2026

      Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

      15 Oktober 2026

      PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

      15 Oktober 2026

      Program Klunting Sukses Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Lamongan

      15 Oktober 2026

      Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

      15 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Pemerintahan»Ketua PKDI Gresik Sebut DPRD Tidak Berwenang Lakukan Hearing Kades
    Pemerintahan

    Ketua PKDI Gresik Sebut DPRD Tidak Berwenang Lakukan Hearing Kades

    RedaksiBy Redaksi10 Mei 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Gresik, mengecam keras langkah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik atas pemanggilan beberapa kepala desa (Kades) untuk hearing.

    Ketua PKDI Gresik Nurul Yatim mengatakan, tindakan itu patut dipertanyakan dari sisi legalitas dan etika pemerintahan. Hal ini lantaran dalam Undang Undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa pasal 26 ayat (4) huruf a-e disebutkan, kades bertanggung jawab kepada masyarakat desa dan melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada bupati/wali kota.

    “Lalu atas dasar apa DPRD, yang notabene lembaga legislatif daerah, memanggil dan menginterogasi kepala desa seolah-olah sedang melakukan pemeriksaan resmi?,” ungkap Yatim geram, Sabtu (10/5/2025).

    Tidak sampai di situ, Yatim menyebut, pelaksanaan hearing yang bersifat terbuka dan terkadang bernada menghakimi, justru berpotensi mencederai kehormatan kepala desa sebagai pejabat publik yang dipilih langsung oleh rakyat.

    Baca Juga :  Pemkab Gresik Jalin Kerja Sama dengan Fakultas Ekonomi Unigres

    “Ini bukan hanya soal etika kelembagaan, tapi juga menyangkut asas pemerintahan yang baik dan perlindungan terhadap marwah jabatan kepala desa,” tegas Kepala Desa Baron, Kecamatan Dukun tersebut.

    “Ini tidak menyelesaikan masalah tapi justru menambah masalah,” tambahnya.

    Menurut Yatim, jika memang ada laporan masyarakat, seharusnya DPRD menyalurkan aspirasi itu kepada bupati sebagai pembina kepala desa atau Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik.

    “Mekanismenya jelas. Bukan memanggil langsung dan menjadikan forum DPRD, seolah-olah ruang sidang pengadilan,” ucap Yatim.

    Jika pola ini dibiarkan, lanjut Yatim, bukan tidak mungkin DPRD menjadi alat tekanan politik terhadap kepala desa, yang pada akhirnya merusak tatanan otonomi desa yang dijamin Undang Undang. “Saya minta hal ini tidak kembali terulang,” ujarnya.

    Baca Juga :  Wabup Gresik Resmikan Dapur BGN dan SPPG Kecamatan Kebomas

    Yatim juga menjelaskan, Undang Undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Pada pasal 27 ayat (3) menurut Yatim, DPRD mempunyai fungsi legislasi (perundangan), anggaran (budgeter) dan pengawasan.

    Selanjutnya, di Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 73 tahun 2020 tentang Pengawasan Pengelolaan Keuangan Desa, pasal 3-5 disebutkan, pengawasan terhadap keuangan desa dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten/Kota, Bupati/Wali kota.

    Kemudian di Permendagri nomor 110 tahun 2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa (BPD) diterangkan, BPD yang berperan sebagai lembaga pengawasan di desa, bukan DPRD. Maka, pengawasan internal desa dilakukan oleh BPD dan pengawasan eksternal dilakukan oleh bupati.

    “Fungsi pengawasan ini terhadap pelaksanaan Perda dan APBD. DPRD tidak memiliki kewenangan administratif terhadap desa,” terangnya.

    Baca Juga :  Pemkab Gresik Matangkan Rencana Pelebaran Jalan Raya Menganti-Lakarsantri

    Sementara Ketua DPRD Gresik M Syahrul Munir menyampaikan, DPRD mengundang (memanggil) kades yang bersangkutan, karena menindaklanjuti adanya aduan dari masyarakat yang masuk ke DPRD.

    “Kita panggil karena ada surat aduannya masuk ke DPRD,” kata Syahrul, Sabtu (10/5/2025).

    “Jadi, dasar kita panggil karena ada aduan. Kita mediasi sebagaimana biasanya. Kita bukan menghakimi, karena penghakiman ya ranahnya pengadilan. Kalau pun itu masuk ranah pidana atau perdata,” terang anggota Fraksi PKB tersebut.

    Syahrul menambahkan, DPRD Gresik dengan fungsi pengawasannya berhak memanggil kepala desa, karena kades itu pengguna APBD.

    “Kades kan menggunakan APBD,” ucap Syahrul.

    DPRD Gresik gresik
    Previous ArticleBupati Lamongan Lantik 96 Pejabat Tinggi Pratama, Administrasi dan Pengawas
    Next Article Gresik Open Karate Championship 2025 Resmi Dibuka Plt Bupati

    Berita Terkait

    Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

    16 Oktober 2026

    PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

    15 Oktober 2026

    Peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur di Gresik Dirangkai Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu

    12 Oktober 2026

    RSPG Hadirkan Layanan Operasi Laparoskopi Minim Sayatan, Didukung Tiga Dokter Spesialis Bedah

    10 Oktober 2026

    Bantuan Pendidikan dan Pemberdayaan Ratusan Juta Disalurkan Baznas Bersama Pemkab Gresik

    8 Oktober 2026

    Melalui Nasi Layur, Petrokimia Gresik Bantu Nelayan Rp100 Juta untuk Revitalisasi Fasilitas

    8 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

    Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

    PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

    Program Klunting Sukses Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Lamongan

    Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

    Load More
    Berita Lainnya
    Hukum

    Polres Gresik Beri Kejutan Kodim 0817 Dalam Rangka Perayaan HUT TNI ke-79

    8 Oktober 2024

    MINATBACA.com – Merayakan Hari Ulang Tahun ke-79 Tentara Nasional Indonesia (TNI), jajaran Polres Gresik turut…

    Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Gresik Gelar Walk in Interview

    Pemkab Gresik Kembali Bantu Kepulangan Anak Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia

    Plt Bupati Gresik Melepas 147 Jamaah Calon Haji KBIHU Nurul Jannah

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.