Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

      16 Oktober 2026

      Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

      15 Oktober 2026

      PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

      15 Oktober 2026

      Program Klunting Sukses Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Lamongan

      15 Oktober 2026

      Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

      15 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Petrokimia Gresik Dukung Kemandirian Industri Kimia Melalui Hilirisasi Sulfur
    Ekonomi

    Petrokimia Gresik Dukung Kemandirian Industri Kimia Melalui Hilirisasi Sulfur

    RedaksiBy Redaksi26 April 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, sebagai salah satu pengolah sulfur di Indonesia berkomitmen memperkuat hilirisasi untuk mendukung kemandirian industri kimia nasional dan kemajuan pertanian di dalam negeri.

    Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, saat menjadi salah satu pembicara dalam konferensi internasional Argus Fertilizer Asia Conference 2025 di Bali, beberapa waktu lalu.

    Dwi Satriyo menyampaikan, permintaan sulfur di Indonesia terus meningkat. Bertambahnya demand ini sejalan dengan pertumbuhan sektor pertanian, ekspansi industri logam dan mineral, serta ketergantungan tinggi terhadap impor karena terbatasnya pasokan sulfur domestik.

    “Di antara banyak bahan baku, sulfur tampak sebagai komponen yang kecil secara visual – namun dampaknya sangat besar terhadap keberlangsungan proses produksi bagi Petrokimia Gresik,” ungkap Dwi Satriyo.

    Baca Juga :  Petrokimia Gresik Fasilitasi Mudik Gratis ke Beberapa Kota/Kabupaten

    Sulfur menjadi bahan baku penting di industri pupuk. Sulfur diolah menjadi asam sulfat, yang merupakan komponen kunci untuk poduksi phosphoric acid, yang selanjutnya menjadi basis untuk pupuk fosfat, termasuk NPK Phonska, pupuk fosfat, kalium sulfat dan amonium sulfat yang semuanya vital untuk sektor pertanian.

    “Khusus untuk asam sulfat, Petrokimia Gresik mengoperasikan fasilitas dengan kapasitas 1,8 juta ton per tahun. Kapasitas ini, menjadikan Petrokimia Gresik sebagai salah satu produsen asam sulfat terbesar di Indonesia,” ujar Dwi Satriyo.

    Dijelaskannya, sulfur adalah unsur hara makro esensial yang sangat dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Kekurangan sulfur dapat menyebabkan gejala klorosis pada daun muda, pertumbuhan terhambat dan kematangan yang tertunda.

    Baca Juga :  Atlet Dari Kabupaten Gresik Turut Sumbang Medali Bagi Indonesia di Ajang SEA Games 2025

    Adapun fungsi utama sulfur pada tanaman dapat meningkatkan pembentukan klorofil, sehingga mendukung proses fotosintesis, membantu pembentukan protein dan enzim, komponen penting dalam metabolisme tanaman.

    Sulfur juga mampu meningkatkan efisiensi nitrogen, sehingga pemanfaatan pupuk nitrogen menjadi lebih optimal, meningkatkan ketahanan terhadap stres baik stres abiotik maupun biotik, memperkuat aroma dan rasa tanaman, terutama pada tanaman hortikultura seperti bawang dan juga sayuran daun.

    “Dengan peran vital tersebut, ketersediaan sulfur dalam tanah perlu dijaga, baik melalui pemupukan yang tepat maupun pengelolaan lahan yang baik,'” tandas Dwi Satriyo.

    Lebih lanjut Dwi Satriyo menjelaskan, hilirisasi sulfur tidak hanya bermanfaat bagi kemajuan pertanian di Indonesia, tapi juga mendorong kemandirian industri kimia nasional. Sulfur dioptimalkan Petrokimia Gresik sebagai bahan baku pembuatan gypsum dan purified gypsum yang mendukung industri semen.

    Baca Juga :  Kota Industri, Depicab SOKSI Gresik Prihatin Angka Pengangguran Masih Tinggi

    Sulfur juga diolah Petrokimia Gresik untuk mendukung pengembangan produk kimia bernilai tambah Methyl Ester Sulfonate (MES) sebagai surfaktan hijau untuk industri minyak dan gas (migas), serta deterjen. Sulfur juga menjadi bahan baku Dissodium Sulphate yang digunakan dalam industri kertas, tekstil, dan pulp.

    Dikatakan Dwi Satriyo, Petrokimia Gresik menjadi pelopor dalam produksi green surfactant berbasis MES, yang ramah lingkungan dan mendukung hilirisasi berbasis sulfur. Proses ini menunjukkan bagaimana sulfur, yang tampak sederhana, menghubungkan sektor pertanian dan industri secara strategis.

    “Petrokimia Gresik berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan sulfur. Komitmen ini menjadi dukungan nyata Petrokimia Gresik dalam mewujudkan kemajuan pertanian Indonesia dan juga kemandirian industri nasional,” pungkasnya.

    gresik Petrokimia Gresik
    Previous ArticleRakorda Pendirian Koperasi Merah Putih di Seluruh Desa/Kelurahan se-Gresik
    Next Article Puncak Pekan Kebudayaan Daerah 2025 Gresik Digelar Selama 3 Hari

    Berita Terkait

    Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

    16 Oktober 2026

    PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

    15 Oktober 2026

    Petrokimia Gresik Siapkan 443.436 Ton Pupuk Bersubsidi Hadapi Musim Tanam Oktober-Maret

    13 Oktober 2026

    Peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur di Gresik Dirangkai Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu

    12 Oktober 2026

    RSPG Hadirkan Layanan Operasi Laparoskopi Minim Sayatan, Didukung Tiga Dokter Spesialis Bedah

    10 Oktober 2026

    Petrokimia Gresik Berhasil Raih Tujuh Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026

    9 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

    Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

    PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

    Program Klunting Sukses Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Lamongan

    Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

    Load More
    Berita Lainnya
    Kesehatan

    Supaya Penanganan Dapat Tepat Sasaran, Ketua TPPS Lamongan Mengajak Tertib Data

    6 November 2025

    MINATBACA.com – Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Lamongan Dirham Akbar Aksara, mengajak TPPS…

    Pesan Bupati Saat Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus APSI Lamongan Masa Bakti 2025-2026

    Sebanyak 122 Atlet Pelajar Wakili Gresik di Popda XIV dan Peparpeda II Jatim

    Ucapan Karangan Bunga Untuk Bupati Lamongan dan Wakilnya Berganti Bibit Pohon

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.