Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Pemkab Gresik Kembali Bantu Kepulangan Anak Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia

      11 Juli 2026

      Ini yang Disampaikan Direktur Utama Saat Memimpin Upacara HUT ke-54 Petrokimia Gresik

      11 Juli 2026

      Tingkatkan Kualitas APBD, Pemkab Gresik Perkuat Ketepatan Perencanaan dan Penganggaran

      10 Juli 2026

      Petronite Fest 2026 Gelaran Petrokimia Gresik Catat Perputaran Uang Mencapai Rp14,4 Miliar

      9 Juli 2026

      Rancangan KUA PPAS 2027, Pemkab Lamongan Tegaskan Infrastruktur Masih Jadi Prioritas

      9 Juli 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Pemerintahan»Pemkab Gresik Kembali Bantu Kepulangan Anak Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia
    Pemerintahan

    Pemkab Gresik Kembali Bantu Kepulangan Anak Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia

    RedaksiBy Redaksi11 Juli 20264 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Untuk kali kedua, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik membantu kepulangan anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia.

    Kali ini ada sembilan anak yang tiba di Pendopo Kabupaten Gresik, Jumat (10/7/2026). Dengan enam di antaranya merupakan anak pekerja migran asal Kabupaten Gresik, sementara tiga lainnya dari daerah lain yang turut difasilitasi dalam proses pemulangan dari Malaysia. Bagi enam anak asal Kabupaten Gresik, kepulangan mereka menjadi langkah awal untuk kembali membangun masa depan di tanah kelahiran.

    Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, penyelamatan anak-anak pekerja migran tidak cukup dilakukan dengan membawa mereka pulang. Namun pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan mereka kembali memperoleh seluruh hak dasar, yang selama ini sulit diakses akibat persoalan administrasi kependudukan.

    “Menyelamatkan satu anak, sama saja menyelamatkan satu generasi. Mereka harus memiliki hak identitas, memperoleh pendidikan, mendapatkan layanan kesehatan, serta perlindungan sebagaimana diamanatkan Undang Undang Perlindungan Anak. Ketika identitas mereka tidak ada, maka akses terhadap seluruh hak hidupnya ikut terputus,” ungkap Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

    Tidak sekedar keselamatan fisik, jelas Gus Yani, namun juga demi menunjang masa depan mereka. Karena itu, Pemkab Gresik memastikan setiap anak yang dipulangkan akan mendapat pendampingan, hingga mereka benar-benar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal bersama keluarga dan masyarakat.

    Baca Juga :  Tiga Desa di Kecamatan Manyar, Dicanangkan Menjadi Desa Cinta Statistik

    “Kami ingin anak-anak ini kembali dengan harapan. Mereka memiliki identitas, bisa sekolah, memperoleh perlindungan, dan tetap memiliki kesempatan menggapai cita-cita. Inilah komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam melindungi setiap anak, di mana pun mereka berada,” ujarnya.

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja terpadu lintas perangkat daerah. Setibanya di Pendopo Kabupaten Gresik, seluruh anak langsung menjalani perekaman biometrik dan identitas kependudukan, yang dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Mereka juga menerima dokumen administrasi kependudukan, bingkisan berupa perlengkapan sekolah, serta bantuan paket sembako untuk keluarga.

    Tahapan berikutnya yang tidak kalah penting adalah, Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) memberi pendampingan psikososial agar anak mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya. Dinas Sosial (Dinsos) menyiapkan perlindungan sosial, sementara Dinas Pendidikan (Dispendik) memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan sesuai usia dan kebutuhan, baik melalui sekolah formal maupun pendidikan kesetaraan apabila diperlukan. Seluruh proses tersebut dikoordinasikan bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) yang sejak awal melakukan pendataan anak pekerja migran asal Gresik di Malaysia.

    Baca Juga :  Sinergi Pemkab Gresik Dengan Industri Melindungi Perempuan dan Anak Diapresiasi Menteri PPPA

    “Kalau usianya masih memungkinkan, mereka akan masuk sekolah formal. Bila sudah melewati jenjang tertentu, kami siapkan pendidikan melalui Kejar Paket A, B, atau C. Yang penting cita-cita mereka tidak boleh berhenti, hanya karena persoalan administrasi,” kata Gus Yani.

    Skema perlindungan terpadu tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Gresik dengan KBRI Kuala Lumpur, yang ditandatangani pada Bulan Oktober 2025. Melalui kerja sama tersebut, proses pendataan, pemulangan, hingga pemenuhan hak-hak dasar anak pekerja migran dilakukan secara berkelanjutan.

    Perwakilan KBRI Kuala Lumpur Shoheh mengaku, terharu melihat keseriusan Pemkab Gresik dalam menyambut, sekaligus mengawal masa depan anak-anak pekerja migran. Shoheh yang merupakan putra asli Bawean, memahami betul kondisi yang dialami anak-anak tersebut. Karena dia pernah tumbuh terpisah dari kedua orang tua, yang bekerja sebagai pekerja migran di Malaysia. Pengalaman itulah yang kemudian mendorongnya mengabdikan diri, mendampingi ribuan anak pekerja migran Indonesia di Malaysia.

    “Saya tidak ingin, mereka mengalami apa yang saya alami dulu. Yang kami harapkan sebenarnya sederhana, anak-anak diterima di Indonesia, memiliki identitas, dan bisa sekolah tanpa dipersulit administrasi. Gresik memberikan harapan itu,” ucap Shoheh.

    Baca Juga :  Kendalikan Laju Inflasi, Pemkab Gresik Menggelar Gerakan Pangan Murah

    Menurut Shoheh, langkah yang dilakukan Pemkab Gresik menunjukkan, perlindungan anak pekerja migran tidak hanya berhenti pada sekedar proses pemulangan. Namun berlanjut hingga memastikan anak pekerja migran memperoleh hak sebagai warga negara, dan memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

    Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AK Provinsi Jawa Timur Chandra, juga mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Pemkab Gresik. Dia menilai, pendekatan yang dilakukan oleh Pemkab Gresik merupakan praktik baik, yang layak menjadi rujukan bagi daerah lain.

    “Ini bukan sekadar memulangkan anak. Pemerintah Kabupaten Gresik memastikan seluruh mata rantai perlindungan berjalan. Dimulai dari hak identitas, kemudian akses pendidikan, kesehatan, hingga layanan sosial lainnya. Praktik baik ini layak direplikasi oleh kabupaten dan kota lain,” kata Chandra.

    Sebelumnya, tiga anak pekerja migran asal Gresik telah berhasil dipulangkan. Dengan bagi Pemkab Gresik, pemulangan hanyalah pintu masuk. Yang lebih penting adalah memastikan setiap anak memperoleh identitas sebagai warga negara, mendapatkan akses pendidikan yang layak, tumbuh dalam lingkungan yang aman, serta memiliki kesempatan yang sama untuk menggapai cita-cita.

    Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani gresik Kabupaten Gresik Pekerja Migran Indonesia (PMI) Gresik pemkab gresik
    Previous ArticleIni yang Disampaikan Direktur Utama Saat Memimpin Upacara HUT ke-54 Petrokimia Gresik

    Berita Terkait

    Ini yang Disampaikan Direktur Utama Saat Memimpin Upacara HUT ke-54 Petrokimia Gresik

    11 Juli 2026

    Tingkatkan Kualitas APBD, Pemkab Gresik Perkuat Ketepatan Perencanaan dan Penganggaran

    10 Juli 2026

    Rangkaian Sedekah Bumi di Desa Tumapel, Ribuan Jamaah Padati Pengajian Akbar dan Sholawatan

    9 Juli 2026

    Bupati Gresik Serahkan Bansos kepada 1.177 Petani yang Gagal Panen

    9 Juli 2026

    Kades Pelemwatu Menganti Sukayin Melantik Robi Darwanto Sebagai Kepala Dusun Pelemdodol

    8 Juli 2026

    Gelaran Petronite Fest 2026 Hajatan Petrokimia Gresik Buat Omzet UMKM Meningkat

    6 Juli 2026
    Search
    Terkini

    Pemkab Gresik Kembali Bantu Kepulangan Anak Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia

    Ini yang Disampaikan Direktur Utama Saat Memimpin Upacara HUT ke-54 Petrokimia Gresik

    Tingkatkan Kualitas APBD, Pemkab Gresik Perkuat Ketepatan Perencanaan dan Penganggaran

    Petronite Fest 2026 Gelaran Petrokimia Gresik Catat Perputaran Uang Mencapai Rp14,4 Miliar

    Rancangan KUA PPAS 2027, Pemkab Lamongan Tegaskan Infrastruktur Masih Jadi Prioritas

    Load More
    Berita Lainnya
    Pendidikan

    Plt Bupati Gresik Dorong Makin Banyak Sekolah Hijau dan Berkelanjutan

    25 Oktober 2024

    MINATBACA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mendorong semakin banyak sekolah hijau dan berkelanjutan, seperti…

    Cara Unik Usir Hama Tikus di Sawah, Pemdes Gredek Gresik Gelar Gropyokan

    Peringati HJL ke-456, Pemkab dan Tim PKK Lamongan Gelar Khitan Massal

    Bakti Sosial Memperingati Hari Jadi Lamongan, Sebanyak 104 Anak Mengikuti Khitan Massal Gratis

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.