MINATBACA.com – Guna memperlancar dan memudahkan akses bagi para petani menuju lahan persawahan, Pemerintah Desa (Pemdes) Pucung di Kecamatan Balongpanggang, Gresik, membangun Jalan Usaha Tani (JUT).
Desa Pucung yang terdiri atas empat dusun yakni, Dusun Kampung, Pulorejo, Tamping dan Pucung, membangun JUT di setiap dusun guna menunjang para petani menjalankan aktifitasnya. Ada yang sudah rampung dibangun, ada pula yang masih dalam pengerjaan.
Kepala Desa Pucung Choirul Anam mengatakan, untuk JUT pada Dusun Kampung satu titik, proyek pengerjaan pada tahun 2022. Kemudian JUT Dusun Pucung ada tiga titik, juga JUT Dusun Pulorejo yang sama-sama dikerjakan pada 2023. Sementara JUT pada Dusun Tamping, dikerjakan tahun ini.
“Dikerjakan mulai Senin lalu, baru empat hari, target penyelesaian sekitar tiga minggu. Pembangunan sesuai RAB, tidak ada penyelewengan maupun penyimpangan,” ungkap Choirul Anam, Kamis (18/7/24) siang.
Choirul Anam menjelaskan, baik proyek JUT yang telah rampung maupun yang saat ini sedang dikerjakan di Dusun Tamping menggunakan anggaran yang berasal dari Dana Desa (DD). Selain menjamin tidak ada penyelewengan dan penyimpangan, pembangunan JUT juga menggunakan bahan material sesuai spesifikasi dengan pengerjaan memberdayakan warga desa setempat.
“Saat ini masih proses pengerjaan Jalan Usaha Tani (JUT) dengan panjang 272 meter, dengan tinggi pondasi jalan melintas di persawahan 80 centimeter. Anggarannya untuk JUT sekitar Rp153 juta, atau 20 persen dari anggaran DD untuk realisasi ketahanan pangan,” terang Choirul Anam.
Choirul Anam menambahkan, agenda utama pembangunan JUT memang bertujuan untuk memperlancar akses jalan dan mempermudah para petani atau warga setempat mengangkut hasil pertanian. Di mana yang selama ini hanya melewati jalan setapak 1,5 meter, namun sekarang dibangun JUT dengan lebar 360 centimeter.
“Kalau dulu menuju lahan pertanian tidak ada akses jalan, Alhamdulillah saat ini petani tidak jalan kaki lagi. Di Dusun Tamping, ada lahan pertanian sekitar 20 hektare memanfaatkan JUT,” jelas Choirul Anam.
Kepala Dusun Tamping Joko Jayusman yang juga berprofesi sebagai petani mengaku, para petani sangat terbantu dengan adanya pembangunan JUT. Karena pembangunan JUT, dinilai memperlancar dan juga mempermudah akses jalan menuju lahan pertanian.
“Warga sangat senang dengan adanya pembangunan JUT. Karena sekarang tidak harus jalan kaki kalau ke lahan pertanian, bisa naik sepeda motor dan mobil pickup bisa juga masuk untuk mengangkut hasil panen,” tutur Joko.
Joko menambahkan, Dusun Tamping saat ini memang sebagai pilot project atau percontohan petani tembakau. Dengan hasil panen tahun lalu, dikirim ke perajang tembakau yang ada di Lamongan, Jombang dan Bojonegoro.
“Kita masih menjual daun basah, karena kita belum punya pencacah sendiri. Tetapi ke depannya, dengan perjalanan pertanian tembakau yang sedang kita kembangkan, akan ada subsidi khusus untuk alat pencacah dari Dinas Pertanian. Saat ini kita masih menjual daun tambakau basah, per 2 tonnya daun basah Rp8 juta,” imbuh Joko.
Sementara untuk pengairan, jelas Joko, Pemdes Pucung memfasilitasi sumur bor di beberapa lokasi sawah yang akan terhubung dengan JUT, berupa akses jalan pertanian yang saat ini progres pembangunannya masih 30 persen.
Desa Pucung memiliki 50,5 hektare yang saat ini hendak dijadikan lahan penanaman tembakau, sehingga menjadikan Desa Pucung saat ini menjadi pilot project penanaman tembakau di wilayah Gresik.

