MINATBACA.com – Sekali lagi sosok inspiratif muncul dari Gresik, dengan berhasil mengubah tantangan menjadi peluang. Dia adalah Jamal Abdullah, yang sukses memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan ojek online (ojol) lokal berbasis daring, dengan aplikasi yang diberi sebutan ‘Grivie.’
Namun siapa yang menyangka jauh sebelum menjadi CEO Grivie seperti saat ini, Jamal sempat menjadi penjaga warnet pada 2009. Tapi berkat ketekunan dan hasrat kuat untuk mendalami dunia teknologi, Jamal akhirnya berhasil membangun karir sebagai ahli IT di Bali selama 14 tahun.
Berhasil membangun reputasi di tempat lain, rupanya tidak membuat Jamal lupa akan kampung halaman di Desa Sumurber, Kecamatan Panceng, Gresik. Di mana Jamal kemudian memutuskan untuk mewujudkan impian dan visi besarnya, menciptakan solusi mempermudah dan membantu mobilitas warga dengan berbasis teknologi bernama Grivie.
Untuk sementara, aplikasi layanan inovasi Grivie yang diciptakan oleh Jamal, telah mampu menjawab akan kebutuhan masyarakat yang berdomisili pada lima kecamatan. Mulai dari Kecamatan Panceng, Ujungpangkah, Dukun, Sidayu dan Bungah.
Aplikasi Grivie cukup mendapat perhatian dari warga setempat. Karena tidak sekedar menawarkan layanan yang berfungsi untuk ojek penumpang, aplikasi Grivie juga dapat digunakan untuk pengantaran barang, makanan dan obat-obatan. Sehingga ke depan, Jamal memiliki wacana akan lebih memfungsikan Grivie untuk dapat membantu para pelaku UMKM.
“Saat ini, layanan berbasis digital seperti ini sangat dibutuhkan untuk mempermudah mobilitas masyarakat,” kata Jamal, Sabtu (24/8/2024).
“Grivie lahir itu dari keinginan untuk membantu dan memberdayakan pedagang, UMKM dan penyedia jasa lokal. Supaya dapat mengadopsi teknologi,” terangnya.
Jamal mengaku, kendati aplikasi Grivie baru diluncurkan tiga pekan lalu, namun sudah berhasil menggandeng sebanyak 400 outlet dan bahkan mempekerjakan 76 driver hingga saat ini. Sedangkan dari jumlah pengguna, dikatakan oleh Jamal, telah mencapai sekitar 1.700 pengguna.
Atas dasar tersebut, membuat Jamal berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan Grivie. Dengan salah satu keunggulan aplikasi ini adalah, keuntungan yang diberikan untuk para driver. Di mana Jamal menerapkan sistem bagi hasil yang cukup menguntungkan, dengan 90 persen dari total pendapatan layanan diberikan untuk driver.
“Kami hanya mengambil 10 persen dari total pendapatan, sisanya kami kembalikan kepada driver,” beber Jamal.
“Berbeda dengan kompetitor, yang mematok bagi hasil hingga 30 persen untuk perusahaan,” ungkapnya.
Jamal menyadari, membangun startup bukan tugas yang mudah. Namun tetap, dirinya bertekad untuk meningkatkan layanan aplikasi Grivie yang telah diciptakan, guna berkontribusi lebih besar untuk membantu masyarakat.
“Saya merasa ini adalah panggilan untuk berkontribusi bagi Kabupaten Gresik, tempat saya berasal,” tutup Jamal.

