MINATBACA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan tahun 2026 melalui langkah strategis dan terintegrasi, serta komitmen menjaga peran sebagai lumbung pangan nasional.
Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi dan Mitigasi Kemarau Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI), di Kantor Pusat Kementan RI Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026).
Adapun kehadiran Pak Yes-sapaan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, dalam kesempatan tersebut adalah bagian dari upaya Pemkab Lamongan menyiapkan langkah strategis guna menjaga keberlangsungan produksi pertanian, memastikan ketersediaan pangan, serta melindungi kesejahteraan masyarakat di tengah potensi kekeringan ekstrem.
Dalam Rakornas yang dipimpin Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tersebut, dipaparkan musim kemarau tahun 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, dengan potensi kekeringan yang meningkat dan berdampak pada sektor pertanian serta ketersediaan air.
Data BMKG menunjukkan peluang terjadinya fenomena El Nino pada semester II tahun 2026 mencapai 70 hingga 90 persen, dengan dampak signifikan berupa penurunan curah hujan. Dengan sebanyak 64,5 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal, serta 57,2 persen wilayah mengalami musim kemarau lebih panjang dari kondisi normal.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan defisit air, dan meningkatkan risiko penurunan luas tambah tanam (LTT) hingga ancaman gagal panen, khususnya pada lahan tadah hujan. Meski demikian, Pak Yes menuturkan, Pemkab Lamongan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif.
“Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen mengantisipasi dampak musim kemarau melalui optimalisasi jaringan irigasi, penyediaan sarana pendukung pengairan seperti pompa air dan waduk, normalisasi sungai, serta penguatan koordinasi lintas sektor,” tutur Pak Yes.
Upaya tersebut selaras dengan kebijakan nasional, di mana pemerintah pusat menyiapkan program distribusi pompa air untuk mendukung pengairan hingga 1 juta hektare lahan pertanian sebagai bagian dari strategi menghadapi musim kemarau.
Di tingkat nasional, produksi beras tahun 2025 tercatat mencapai 34,69 juta ton, meningkat 13,29 persen jika dibanding tahun sebelumnya. Sementara untuk tahun ini, pemerintah menarget peningkatan produksi menjadi minimal 35,69 juta ton guna memperkuat ketahanan pangan, yang juga sekaligus membuka peluang ekspor.
Pak Yes menegaskan, kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas produksi pangan, dan memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.
“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, Lamongan optimistis mampu menghadapi tantangan kekeringan. Sekaligus terus berkontribusi signifikan, sebagai lumbung pangan nasional,” kata Pak Yes.

