GRESIK – Gerak cepat dilakukan pihak kepolisian dan TNI bersama jajaran Forkopimcam Sangkapura, menanggapi dampak gempa yang sempat melanda Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur.
Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Sangkapura Iptu Anas Tohari mengatakan, sudah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan instansi terkait di wilayah Kecamatan Sangkapura dalam rangka membantu warga terdampak gempa.
“Kami sudah mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk tetap siaga dan berhati-hati, serta tidak panik pada saat terjadi gempa susulan,” ungkap Anas, Sabtu (23/3/2024).
“Warga juga sudah dihimbau untuk menempatkan diri di lapangan terbuka, untuk menjauhi bangunan atau benda tinggi dan selalu mengkomunikasikan bila terjadi dampak yang ditimbulkan oleh gempa susulan,” jelasnya.
Menurut Anas, terkait adanya dampak bencana gempa yang terjadi pada titik 132 kilometer timur Laut Tuban, mengakibatkan sejumlah bangunan dan rumah warga di Bawean mengalami kerusakan. Sebab gempa terjadi beberapa kali, dengan paling parah M 6,5 terasa pada Jumat (22/3/2024) sekitar pukul 15.52 WIB.
Saat ini warga ada yang mengungsi di tempat lapang, atau berada di dataran agak tinggi. Ada pula yang kembali ke rumah mereka, guna mengecek rumah dan perabotan yang ada di dalam dan sekitaran rumah masing-masing. Namun ada pula balita di Desa Sawahmulya, yang sempat mengalami luka saat gempa melanda.
“Saat terjadi gempa, anak tersebut terjatuh ke lantai mengenai kepala dan diberikan pertolongan awal di Rumah Sakit Umar Mas’ud. Saat ini balita tersebut dirujuk ke Rumah Sakit di Gresik,” kata Anas.

