Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Pemdes Menganti Bantah Memaksa Warga Harus Bayar Iuran untuk Acara Sound Horeg

      2 November 2026

      Sebanyak 180 Atlet Lamongan Siap Berlaga di Ajang POPDA Jawa Timur 2026, Usung Target Juara

      2 November 2026

      Upaya Kesetaraan, Pemkab Lamongan Berupaya Perkecil Kesenjangan Pria dan Wanita Melalui PUG

      2 November 2026

      Ringankan Beban Masyarakat, Kegiatan Pasar Murah Digelar di Kecamatan Paciran Lamongan

      2 November 2026

      Aksi Dalang Kilat Kyano Pukau Juri Cak Yuk Cilik Berbakat Gresik

      1 November 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»SIG Manfaatkan Sampah Hingga Limbah Sebagai Bahan Bakar Alternatif
    Ekonomi

    SIG Manfaatkan Sampah Hingga Limbah Sebagai Bahan Bakar Alternatif

    RedaksiBy Redaksi5 Juni 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan terus dibuktikan, melalui penggunaan bahan bakar dari pemanfaatan biomassa.

    Selain juga dibuktikan dengan limbah industri, hingga sampah perkotaan yang diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF). Di samping menjaga lingkungan tetap lestari, inisiatif tersebut telah membantu pihak perusahaan menekan emisi karbon melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif, untuk proses produksi semen hijau.

    Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, sampah dan limbah yang tidak terkelola dengan baik tidak hanya dapat merusak lingkungan dan mengurangi daya dukungnya (carrying capacity), tetapi juga berdampak buruk terhadap kehidupan sosial akibat timbulnya penyakit yang mangganggu kesehatan masyarakat.

    Namun, dengan penerapan prinsip ekonomi sirkular, sampah dan limbah dapat diolah menjadi produk bernilai. SIG menjalankan prinsip tersebut, dengan memanfaatkan RDF hingga biomassa dan limbah industri sebagai bahan bakar alternatif.

    Penggunaan bahan bakar alternatif merupakan bentuk tanggung jawab SIG terhadap lingkungan, sekaligus sebagai upaya mereduksi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang menjadi penyebab perubahan iklim. Inisiatif tersebut juga menunjukkan komitmen kuat pihak perusahaan, untuk mendorong penggunaan energi terbarukan yang ramah lingkungan.

    Baca Juga :  SIG Raih Penghargaan Customer Engagement Program of The Year

    Selain bahan bakar alternatif, SIG juga menggunakan bahan baku alternatif dari limbah industri seperti limbah padat tembaga (copper slag), debu batu bara (fly ash), abu batu bara (bottom ash), limbah padat kertas (paper sludge) dan lainnya.

    Pada 2024, SIG mencatat penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif mencapai 2 juta ton. Di mana porsi penggunaan bahan bakar alternatif mencapai 0,5 juta ton dan berhasil meningkatkan substitusi energi panas (thermal substitution rate) menjadi 7,56 persen, dari sebelumnya 7,27 persen pada 2023.

    “Penggunaan bahan baku dan bakar alternatif menjadi bagian penting dalam perjalanan transformasi SIG, untuk menghadirkan produk semen hijau yang ramah lingkungan,” ujar Vita Mahreyni.

    Baca Juga :  Pelatihan dan Sertifikasi 500 Ahli Bangunan yang Digelar SIG Serentak di 5 Provinsi Catat Rekor MURI

    “Saat ini, tingkat emisi karbon yang dihasilkan dari produksi semen PCC SIG sebesar 494 kilogram CO2/ton semen, atau lebih rendah dibandingkan rata-rata semen konvensional sebesar 800 kilogram CO2/ton semen. Emisi karbon produk semen PCC SIG juga tercatat lebih rendah hingga 38 persen dibandingkan emisi karbon semen konvensional,” sambungnya.

    Vita Mahreyni menjelaskan, melalui penggunaan bahan baku dan bahan bakar alternatif, SIG telah membantu pemerintah dan industri dalam mengatasi persoalan sampah dan limbah. Bahkan, memberikan manfaat ekonomi bagi para petani dari pemanfaatan limbah pertanian (biomassa), yang berpotensi menimbulkan gas metana jika dibiarkan terdegradasi.

    Di sisi lain, penggunaan RDF membantu pemerintah daerah mengatasi persoalan timbulan sampah perkotaan (municipal waste), keterbatasan lahan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA), bau tak sedap dan gangguan penyakit pada masyarakat. Pemanfaatan limbah industri juga membantu SIG memitigasi dampak lingkungan, akibat limbah dari kegiatan operasional industri dan mendorong perkembangan industri yang berkelanjutan.

    Baca Juga :  SIG Jaga Tren Positif di Atas Rata-Rata Industri Usai Konsisten Jalankan Strategi Transformasi

    Komitmen keberlanjutan diperkuat dengan kehadiran Nathabumi, sebuah divisi pengelolaan limbah ramah lingkungan yang dioperasikan oleh anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. Layanan Nathabumi mencakup pengelolaan limbah industri, baik jenis Bahan Beracun berbahaya (B3) maupun Non-B3, pengelolaan sampah perkotaan, analisis dan laboratorium limbah, hingga pengelolaan limbah pengeboran minyak bumi.

    Sistem pengelolaan sampah dan limbah oleh Nathabumi, dilakukan melalui metode co-processing dengan memanfaatkan temperatur tanur semen hingga 1.500 derajat celcius, sehingga mampu memusnahkan limbah tanpa residu.

    “SIG menyadari bahwa upaya pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, termasuk pelaku industri,” kata Vita Mahreyni.

    “Oleh karena itu, sebagai perusahaan yang memiliki kemampuan dan pengalaman, SIG siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk berkontribusi dalam pencapaian Net Zero Emission 2050 melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular,” pungkasnya.

    lingkungan SIG
    Previous ArticlePemkab Lamongan Gelar Aksi Bersih Sampah Bersama Masyarakat
    Next Article Kades Prupuh Turut Sukseskan Program Ketahanan Pangan Nasional

    Berita Terkait

    Cermati Perkembangan Pasar Saham Domestik, SIG Buka Opsi Buyback Saham

    30 Oktober 2026

    SIG Raih IICD Corporate Governance Award 2026

    28 Oktober 2026

    Bersama Awak Media, Cargill Indonesia Inisiasi Penghijauan di Kawasan Konservasi Prigen

    23 September 2026

    Green Building Festival 2026, SIG Mendorong Penggunaan Bahan Bangunan Rendah Emisi

    10 September 2026

    Begini Cara yang Dilakukan SIG Guna Maksimalkan Pertumbuhan Kinerja

    9 September 2026

    SIG Pertahankan Peringkat idAAA Tertinggi dari Pefindo Karena Memiliki Prospek Pasar yang Kuat

    8 September 2026
    Search
    Terkini

    Pemdes Menganti Bantah Memaksa Warga Harus Bayar Iuran untuk Acara Sound Horeg

    Sebanyak 180 Atlet Lamongan Siap Berlaga di Ajang POPDA Jawa Timur 2026, Usung Target Juara

    Upaya Kesetaraan, Pemkab Lamongan Berupaya Perkecil Kesenjangan Pria dan Wanita Melalui PUG

    Ringankan Beban Masyarakat, Kegiatan Pasar Murah Digelar di Kecamatan Paciran Lamongan

    Aksi Dalang Kilat Kyano Pukau Juri Cak Yuk Cilik Berbakat Gresik

    Load More
    Berita Lainnya
    Kesehatan

    Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkab Gresik Gelar Uji Emisi Kendaraan Bermotor

    25 Juni 2026

    MINATBACA.com – Uji emisi kendaraan bermotor dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Lingkungan Hidup…

    PDI Perjuangan Optimistis Dapatkan 2 Kursi DPR RI Dapil X Gresik-Lamongan

    Wabup Gresik Ajak Warga Jaga Kondusivitas dan Manfaatkan Layanan Digital Pemkab

    Fun Walk di Lamongan Memperingati Hari Koperasi ke-79, Diikuti Mahasiswa dari Luar Negeri

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.