Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Jadi Narasumber, Pak Yes Sampaikan Gambaran Mengenai Perekonomian Hingga Potensi Lamongan

      31 Agustus 2026

      Percepat Akses Hunian Layak dan Terjangkau, SIG Menghadirkan Solusi Bata Interlock Presisi

      31 Agustus 2026

      Sesi Offline Megpreneur 2026 di Lamongan Ditutup, Inkubasikan Inovasi Bisnis Hingga Agripreneur

      29 Agustus 2026

      Pemkab Gresik Bersama Sejumlah Elemen Bantu Korban Gempa Bumi di NTT Senilai Rp250 Juta

      28 Agustus 2026

      Jambore Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Balongpanggang, Berikut Pesan Wabup Gresik

      28 Agustus 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Pilot Project Dekarbonisasi CCU di Petrokimia Gresik Jadi Angin Segar Industri Hijau
    Ekonomi

    Pilot Project Dekarbonisasi CCU di Petrokimia Gresik Jadi Angin Segar Industri Hijau

    RedaksiBy Redaksi22 Agustus 20254 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Petrokimia Gresik perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menegaskan, pilot project dekarbonisasi dengan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia (RI), membawa ‘angin segar’ bagi industri berkelanjutan di Indonesia.

    Sebab teknologi tersebut tidak hanya mampu mengurangi emisi karbon, tapi juga menghasilkan bahan baku untuk kemajuan industri nasional. Dengan itu disampaikan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, dalam forum Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 di Jakarta, Kamis (21/8/2025). Pemikiran tersebut, juga dikuatkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenperin RI Eko S.A. Cahyanto.

    Dalam kesempatan yang sama AIGIS 2025, Rabu (20/8/2025), Menteri Perindustrian (Menperin) RI Agus Gumiwang menegaskan, teknologi CCU menjadi solusi untuk mengurangi emisi karbon dan mengubahnya untuk produk bernilai tambah. Di mana saat ini, Kemenperin melaksanakan pilot project CCU berbasis hidrometalurgi di Petrokimia Gresik.

    “Teknologi ini bukan hanya mendukung target NZE (Net Zero Emission), tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi,” ujar Agus Gumiwang.

    Sementara terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menjelaskan, pilot project CCU di Petrokimia Gresik telah berjalan selama kurang lebih satu bulan. Fasilitas ini diharapkan, dapat mengurangi emisi karbon dan menghasilkan produk samping berupa soda ash dan juga baking soda.

    Baca Juga :  Petrokimia Gresik Bersama PIKA PI Grup dan PIKA PG Berbagi Sembako

    Produk tersebut dinilai sangat strategis, karena kebutuhan dalam negeri seperti untuk industri kaca dan deterjen, mencapai lebih dari 1 juta ton per tahun. Namun selama ini, seluruhnya masih dipenuhi dari impor.

    “CO₂ yang merupakan emisi karbon, bisa diubah menjadi produk yang dibutuhkan oleh industri. Tapi PR (Pekerjaan Rumah) kami sekarang adalah, bagaimana meningkatkan kapasitasnya hingga 50.000 ton soda ash atau menyerap 20.000 ton CO₂ melalui pilot project ini,” ungkap Daconi.

    “Jika proyek ini berhasil, potensinya sangat besar untuk dilakukan pengembangan skala lebih luas,” terangnya.

    Daconi lantas menambahkan, sebagai produsen pupuk dan bahan kimia dengan kapasitas produksi hingga 11 juta ton per tahun, Petrokimia Gresik tidak bisa lepas dari potensi emisi karbon. Tanpa upaya penurunan, emisi karbon yang dihasilkan dapat mencapai 2 juta ton per tahun.

    Hingga tahun ini, berbagai program dekarbonisasi yang telah dijalankan berhasil menurunkan sekitar 400.000 ton CO₂ ekuivalen. Namun, masih tersisa sekitar 1,6 juta ton CO₂ ekuivalen yang perlu ditangani dengan teknologi rendah karbon seperti CCU.

    Baca Juga :  Petrokimia Gresik Fasilitasi Mudik Gratis ke Beberapa Kota/Kabupaten

    “Karena itu diperlukan langkah-langkah inovatif dari perusahaan. Upaya ini sekaligus selaras dengan program Kementerian Perindustrian, berupa sistem penangkapan karbon dengan teknologi CCU,” tutur Daconi.

    Saat ini, Petrokimia Gresik dikatakan Daconi, telah mencanangkan peta jalan dekarbonisasi menuju Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) 2030 dan NZE 2050 dengan berbagai program dan inisiatif. Dengan sejauh ini, program dekarbonisasi yang telah diimplementasikan di antaranya instalasi solar cell, efisiensi energi di pabrik ammonia, dan juga fuel switch pabrik NPK.

    Sekjen Kemenperin RI Eko S.A. Cahyanto juga menegaskan, pilot project CCU di Petrokimia Gresik membuktikan, emisi karbon dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku bernilai tambah, sekaligus mendukung substitusi impor.

    “Melalui teknologi ini kita bisa memanfaatkan apa yang saat ini dianggap sampah yaitu emisi karbon, menjadi bahan baku atau bahan lanjutan bernilai ekonomis bagi industri,” beber Eko.

    Eko juga mengungkapkan, pemerintah saat ini mempercepat target NZE menjadi 10 tahun lebih cepat dari komitmen nasional, di mana sebelumnya ditargetkan NZE 2060 menjadi NZE 2050. Untuk mengejar target tersebut, pilot project CCU menjadi langkah strategis.

    “Tapi tidak mudah. Dari beberapa perusahaan yang kami dekati, ada yang mundur karena khawatir proyek ini gagal. Alhamdulillah, Petrokimia Gresik bersedia menjadi lokasi pilot project tersebut,” ucap Eko.

    Baca Juga :  Petrokimia Gresik Kembali Gelar Jalan Sehat dan Periksa Kesehatan Gratis

    Menurut Eko, pilot project CCU memiliki beberapa target, di antaranya menurunkan emisi karbon dari proses industri, menghasilkan produk samping bernilai ekonomis yang kini sudah berhasil dilakukan di Petrokimia Gresik, menguasai teknologi CCU, serta mendorong pengembangan mesin CCU di dalam negeri.

    “Saat ini juga tengah dilakukan tahap penghitungan nilai ekonomis dari pengurangan karbon, sekaligus kajian pemanfaatan produk samping ini sebagai substitusi impor,” kata Eko.

    Sebagai informasi, project CCU ini merupakan kerja sama Petrokimia Gresik bersama Kemenperin dan Uwin Resource Regeneration Inc. (UWIN). Adapun UWIN adalah perusahaan swasta manufaktur asal Taiwan, yang memiliki teknologi penangkapan dan pemanfaatan karbon (Carbon Capture and Utilization).

    Dalam kerja sama tersebut, UWIN menyediakan pilot project teknologi CCU dan bertanggung jawab atas material yang digunakan, atau dihasilkan dari teknologi tersebut. Petrokimia Gresik sendiri bertugas menyediakan lahan untuk pemasangan pilot project CCU. Selain juga melengkapi utilitas listrik, air bersih dan sumber daya lain yang diperlukan selama proyek percontohan.

    green industry Petrokimia Gresik
    Previous ArticleSIG Bersama Pemprov Jatim Tanam 17.845 Bibit Bakau di Probolinggo
    Next Article Wabup Apresiasi dan Dukung Kegiatan Baksos IDI di SRMA 37 Gresik

    Berita Terkait

    Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

    21 Agustus 2026

    Dalang Lintas Generasi Buat Pementasan Wayang Kulit oleh Petrokimia Gresik Semakin Meriah

    20 Agustus 2026

    Melalui Pestani Rawit Groo Festival, Petrokimia Gresik Bantu Tingkatkan Produktivitas Cabai Rawit

    15 Agustus 2026

    Ribuan Peserta Antusias Mengikuti Jalan Sehat yang Diadakan Petrokimia Gresik

    12 Agustus 2026

    Bukti Program TJSL Hadirkan Inovasi, Petrokimia Gresik Mendapat Penghargaan

    11 Agustus 2026

    Komitmen Petrokimia Gresik Menjaga Ekosistem Pesisir Melalui PRPM Mengare, Diapresiasi DLH Gresik

    6 Agustus 2026
    Search
    Terkini

    Jadi Narasumber, Pak Yes Sampaikan Gambaran Mengenai Perekonomian Hingga Potensi Lamongan

    Percepat Akses Hunian Layak dan Terjangkau, SIG Menghadirkan Solusi Bata Interlock Presisi

    Sesi Offline Megpreneur 2026 di Lamongan Ditutup, Inkubasikan Inovasi Bisnis Hingga Agripreneur

    Pemkab Gresik Bersama Sejumlah Elemen Bantu Korban Gempa Bumi di NTT Senilai Rp250 Juta

    Jambore Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Balongpanggang, Berikut Pesan Wabup Gresik

    Load More
    Berita Lainnya
    Ekonomi

    Petrokimia Gresik Dapat Penghargaan dari Pemkab Berkat Investasi yang Berdampak Luas

    3 Agustus 2026

    MINATBACA.com – Berkat investasi yang berdampak luas, PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota…

    Komisi IV DPRD Gresik Memandang Pentingnya DTSEN dan GresikSoya Agar Bansos Tepat Sasaran

    Bupati Gresik Suarakan Kembali Subsidi Pupuk Perikanan Saat Dikunjungi Anggota DPR RI

    Capaian Progres KDMP di Kabupaten Lamongan Dapat Apresiasi Menko Bidang Pangan Zulhas

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.