Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Pemkab Gresik Matangkan Rencana Pelebaran Jalan Raya Menganti-Lakarsantri

      16 Juli 2026

      Petrokimia Gresik Bersama Menko Bidang Pangan Bagikan Paket Sembako Untuk Ojol dan Masyarakat

      16 Juli 2026

      Program Pemkab Gresik dari DBHCHT Disambut Baik Masyarakat

      16 Juli 2026

      Bentuk Apresiasi, Gubernur Jawa Timur dan Menteri Lingkungan Hidup Kunjungi SMAN 1 Gresik

      15 Juli 2026

      Pelabuhan Terbaik Nasional Berhasil Diraih TUKS Milik Petrokimia Gresik

      15 Juli 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Pilot Project Dekarbonisasi CCU di Petrokimia Gresik Jadi Angin Segar Industri Hijau
    Ekonomi

    Pilot Project Dekarbonisasi CCU di Petrokimia Gresik Jadi Angin Segar Industri Hijau

    RedaksiBy Redaksi22 Agustus 20254 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Petrokimia Gresik perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menegaskan, pilot project dekarbonisasi dengan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia (RI), membawa ‘angin segar’ bagi industri berkelanjutan di Indonesia.

    Sebab teknologi tersebut tidak hanya mampu mengurangi emisi karbon, tapi juga menghasilkan bahan baku untuk kemajuan industri nasional. Dengan itu disampaikan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, dalam forum Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 di Jakarta, Kamis (21/8/2025). Pemikiran tersebut, juga dikuatkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenperin RI Eko S.A. Cahyanto.

    Dalam kesempatan yang sama AIGIS 2025, Rabu (20/8/2025), Menteri Perindustrian (Menperin) RI Agus Gumiwang menegaskan, teknologi CCU menjadi solusi untuk mengurangi emisi karbon dan mengubahnya untuk produk bernilai tambah. Di mana saat ini, Kemenperin melaksanakan pilot project CCU berbasis hidrometalurgi di Petrokimia Gresik.

    “Teknologi ini bukan hanya mendukung target NZE (Net Zero Emission), tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi,” ujar Agus Gumiwang.

    Sementara terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menjelaskan, pilot project CCU di Petrokimia Gresik telah berjalan selama kurang lebih satu bulan. Fasilitas ini diharapkan, dapat mengurangi emisi karbon dan menghasilkan produk samping berupa soda ash dan juga baking soda.

    Baca Juga :  Petrokimia Gresik Dapat Penghargaan 'Indonesia Best BUMN Awards 2024'

    Produk tersebut dinilai sangat strategis, karena kebutuhan dalam negeri seperti untuk industri kaca dan deterjen, mencapai lebih dari 1 juta ton per tahun. Namun selama ini, seluruhnya masih dipenuhi dari impor.

    “CO₂ yang merupakan emisi karbon, bisa diubah menjadi produk yang dibutuhkan oleh industri. Tapi PR (Pekerjaan Rumah) kami sekarang adalah, bagaimana meningkatkan kapasitasnya hingga 50.000 ton soda ash atau menyerap 20.000 ton CO₂ melalui pilot project ini,” ungkap Daconi.

    “Jika proyek ini berhasil, potensinya sangat besar untuk dilakukan pengembangan skala lebih luas,” terangnya.

    Daconi lantas menambahkan, sebagai produsen pupuk dan bahan kimia dengan kapasitas produksi hingga 11 juta ton per tahun, Petrokimia Gresik tidak bisa lepas dari potensi emisi karbon. Tanpa upaya penurunan, emisi karbon yang dihasilkan dapat mencapai 2 juta ton per tahun.

    Hingga tahun ini, berbagai program dekarbonisasi yang telah dijalankan berhasil menurunkan sekitar 400.000 ton CO₂ ekuivalen. Namun, masih tersisa sekitar 1,6 juta ton CO₂ ekuivalen yang perlu ditangani dengan teknologi rendah karbon seperti CCU.

    Baca Juga :  Petrokimia Gresik Dorong Pemuda Menjadi Petani Mumpuni Lewat Program Taruna Makmur

    “Karena itu diperlukan langkah-langkah inovatif dari perusahaan. Upaya ini sekaligus selaras dengan program Kementerian Perindustrian, berupa sistem penangkapan karbon dengan teknologi CCU,” tutur Daconi.

    Saat ini, Petrokimia Gresik dikatakan Daconi, telah mencanangkan peta jalan dekarbonisasi menuju Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) 2030 dan NZE 2050 dengan berbagai program dan inisiatif. Dengan sejauh ini, program dekarbonisasi yang telah diimplementasikan di antaranya instalasi solar cell, efisiensi energi di pabrik ammonia, dan juga fuel switch pabrik NPK.

    Sekjen Kemenperin RI Eko S.A. Cahyanto juga menegaskan, pilot project CCU di Petrokimia Gresik membuktikan, emisi karbon dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku bernilai tambah, sekaligus mendukung substitusi impor.

    “Melalui teknologi ini kita bisa memanfaatkan apa yang saat ini dianggap sampah yaitu emisi karbon, menjadi bahan baku atau bahan lanjutan bernilai ekonomis bagi industri,” beber Eko.

    Eko juga mengungkapkan, pemerintah saat ini mempercepat target NZE menjadi 10 tahun lebih cepat dari komitmen nasional, di mana sebelumnya ditargetkan NZE 2060 menjadi NZE 2050. Untuk mengejar target tersebut, pilot project CCU menjadi langkah strategis.

    “Tapi tidak mudah. Dari beberapa perusahaan yang kami dekati, ada yang mundur karena khawatir proyek ini gagal. Alhamdulillah, Petrokimia Gresik bersedia menjadi lokasi pilot project tersebut,” ucap Eko.

    Baca Juga :  Diperkuat Megawati Hangestri, GPPI Jadi Juara Ketiga Proliga 2025

    Menurut Eko, pilot project CCU memiliki beberapa target, di antaranya menurunkan emisi karbon dari proses industri, menghasilkan produk samping bernilai ekonomis yang kini sudah berhasil dilakukan di Petrokimia Gresik, menguasai teknologi CCU, serta mendorong pengembangan mesin CCU di dalam negeri.

    “Saat ini juga tengah dilakukan tahap penghitungan nilai ekonomis dari pengurangan karbon, sekaligus kajian pemanfaatan produk samping ini sebagai substitusi impor,” kata Eko.

    Sebagai informasi, project CCU ini merupakan kerja sama Petrokimia Gresik bersama Kemenperin dan Uwin Resource Regeneration Inc. (UWIN). Adapun UWIN adalah perusahaan swasta manufaktur asal Taiwan, yang memiliki teknologi penangkapan dan pemanfaatan karbon (Carbon Capture and Utilization).

    Dalam kerja sama tersebut, UWIN menyediakan pilot project teknologi CCU dan bertanggung jawab atas material yang digunakan, atau dihasilkan dari teknologi tersebut. Petrokimia Gresik sendiri bertugas menyediakan lahan untuk pemasangan pilot project CCU. Selain juga melengkapi utilitas listrik, air bersih dan sumber daya lain yang diperlukan selama proyek percontohan.

    green industry Petrokimia Gresik
    Previous ArticleSIG Bersama Pemprov Jatim Tanam 17.845 Bibit Bakau di Probolinggo
    Next Article Wabup Apresiasi dan Dukung Kegiatan Baksos IDI di SRMA 37 Gresik

    Berita Terkait

    Petrokimia Gresik Bersama Menko Bidang Pangan Bagikan Paket Sembako Untuk Ojol dan Masyarakat

    16 Juli 2026

    Pelabuhan Terbaik Nasional Berhasil Diraih TUKS Milik Petrokimia Gresik

    15 Juli 2026

    Ketika Pegawai Petrokimia Gresik Menginspirasi dan Berbagi Pengalaman Kepada Para Pelajar

    14 Juli 2026

    Petrokimia Gresik Meraih Tiga Penghargaan Dalam Ajang yang Diselenggarakan PR Indonesia

    13 Juli 2026

    Ini yang Disampaikan Direktur Utama Saat Memimpin Upacara HUT ke-54 Petrokimia Gresik

    11 Juli 2026

    Petronite Fest 2026 Gelaran Petrokimia Gresik Catat Perputaran Uang Mencapai Rp14,4 Miliar

    9 Juli 2026
    Search
    Terkini

    Pemkab Gresik Matangkan Rencana Pelebaran Jalan Raya Menganti-Lakarsantri

    Petrokimia Gresik Bersama Menko Bidang Pangan Bagikan Paket Sembako Untuk Ojol dan Masyarakat

    Program Pemkab Gresik dari DBHCHT Disambut Baik Masyarakat

    Bentuk Apresiasi, Gubernur Jawa Timur dan Menteri Lingkungan Hidup Kunjungi SMAN 1 Gresik

    Pelabuhan Terbaik Nasional Berhasil Diraih TUKS Milik Petrokimia Gresik

    Load More
    Berita Lainnya
    Ekonomi

    Petrokimia Gresik Dapat Penghargaan National Lighthouse 4.0 dari Kemenperin

    22 Februari 2024

    GRESIK – Penghargaan kembali diterima oleh Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia…

    Peduli Pendidikan Anak, Pemdes Giri Bangun Gedung PAUD Permata Bunda

    Tungku Pembakaran di Lawang Jadi Tempat Lanjutan Agenda Pemusnahan Rokok Ilegal dan MMEA Gresik

    Pemdes Sumberrejo Lestarikan Tradisi Menggelar Haul Mbah Noloyudho

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.