Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Resmikan Gedung TK Kartika Usai Direnovasi, Pak Yes Apresiasi Kodim 0812 Lamongan

      6 November 2026

      Optimalkan Aset Menjadi Unit Usaha Produktif, Yayasan Petrokimia Gresik Resmi Hadirkan GCC

      5 November 2026

      Wabup Gresik Tekankan Pengawasan Perubahan Data SIPD, dalam Penyusunan APBD 2027

      5 November 2026

      Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Lamongan Tahun 2026-2027

      5 November 2026

      Pemkab Gresik Dukung Kanwil Kemenag Jatim, Saat Lakukan Penilaian SRC di UPT SMPN 2 Gresik

      5 November 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Pemerintahan»Pemkab Lamongan Siap Mendukung Penguatan Pengelolaan Pantura
    Pemerintahan

    Pemkab Lamongan Siap Mendukung Penguatan Pengelolaan Pantura

    RedaksiBy Redaksi22 September 20263 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Tidak hanya sekedar berorientasi pada pembangunan infrastruktur, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan siap mendukung beberapa aspek lain publik Pantai Utara (Pantura).

    Mulai dari memastikan perlindungan ekosistem, juga keberlanjutan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat Pantura Jawa. Ini disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, pada saat membuka Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Pengelolaan Pantura Jawa di Wilayah Jawa Timur, yang dilaksanakan di Aula Gajah Mada, Gedung Pemkab Lamongan, Selasa (22/9/2026).

    Konsultasi publik tersebut menjadi bagian dari penyusunan KLHS Rencana Induk Pengelolaan Pantura Jawa, dengan wilayah Jawa Timur yang mencakup Lamongan, Tuban, dan Gresik. Forum juga diarahkan untuk menjaring aspirasi pemangku kepentingan, mengidentifikasi isu strategis, menyelaraskan data dan metode analisis. Sekaligus, memastikan arah pembangunan di wilayah pesisir, tetap memperhatikan daya dukung dan tampung lingkungan hidup.

    Pak Yes-sapaan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan, perencanaan Pantura harus dipandang sebagai upaya jangka panjang, sebab kawasan tersebut merupakan ruang hidup sekaligus sumber penghidupan masyarakat.

    Baca Juga :  Bupati Lamongan Serahkan Berbagai Penghargaan Saat Malam Resepsi HUT Kemerdekaan RI

    “Ini adalah momentum, untuk menyusun rencana keberlanjutan hidup masyarakat dalam jangka panjang. Kita mulai dari sekarang agar manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya hari ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang, khususnya masyarakat di kawasan pesisir Pantura,” tutur Pak Yes.

    Adapun Kabupaten Lamongan memiliki garis pantai sepanjang 47 kilometer, yang tidak sekadar memiliki nilai geografis, namun juga menjadi ruang kehidupan dan penggerak ekonomi masyarakat. Kawasan pesisir Lamongan memiliki potensi perikanan, pertanian, pariwisata, hingga aktivitas ekonomi masyarakat lain. Karena itu, pengembangan pesisir perlu dilakukan secara utuh dengan menjaga lingkungan, melindungi masyarakat, sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi.

    “Kita harus melakukan pengembangan pesisir secara komprehensif. Bagaimana lingkungan tetap terjaga, masyarakat terlindungi, dan ekonomi terus tumbuh. Pemkab Lamongan siap mendukung dan menyiapkan data yang dibutuhkan para pemangku kepentingan, dalam penyusunan kajian ini,” ungkap Pak Yes.

    Berdasarkan data dalam kajian, terdapat 657 isu yang teridentifikasi di Pantura. Sebanyak 385 isu atau 58,6 persen berkaitan dengan lingkungan, 141 isu (21,5 persen) isu tentang ekonomi, 79 isu (12 persen) tentang sosial, dan 52 isu (7,9 persen) tentang tata kelola. Berdasarkan 16 tema, terbanyak meliputi bencana 136 isu, alih fungsi lahan 86 isu, pencemaran 83 isu, degradasi ekosistem atau keanekaragaman hayati 66 isu, ketenagakerjaan 72 isu, infrastruktur 40 isu, konektivitas 33 isu, dan kemiskinan 34 isu.

    Baca Juga :  Soft Opening Beasiswa Perintis 2025 Oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi

    Sedangkan, klasifikasi isu di Pantura Jawa Timur, teridentifikasi 104 isu. Sebanyak 52 isu (50 persen) merupakan isu lingkungan, 24 isu (23,1 persen) tentang ekonomi, 19 isu (18,3 persen) tentang sosial, dan 9 isu (8,7 persen) tata kelola. Isu tersebut tersebar pada dua segmen, dengan Segmen 14 Tuban-Lamongan sebesar 57,7 persen dan Segmen 15 Gresik sebesar 42,3 persen.

    Dalam konteks Lamongan, kajian mencatat kawasan pesisir memiliki kerentanan terhadap perubahan muka air laut. Kenaikan muka air laut di perairan Lamongan dalam penelitian yang dirujuk mencapai 2,26 sentimeter per tahun, dengan Kecamatan Paciran dan Brondong diproyeksi menjadi wilayah paling terdampak.

    Pak Yes juga menyinggung rencana pembangunan Giant Sea Wall, sebagai salah satu upaya perlindungan Pantura dari berbagai risiko pesisir. Kendati menurutnya, pembangunan perlindungan pantai harus disinergikan dengan tata ruang dan kepentingan masyarakat, termasuk sinkronisasi kebijakan antardaerah Lamongan, Gresik, dan Tuban. Masyarakat juga diharapkan aktif menyampaikan kondisi nyata di lapangan, agar menjadi bagian dari kajian dan perencanaan pembangunan Pantura.

    Baca Juga :  Pak Yes Sampaikan Jawaban Atas Pandangan Umum Fraksi Terhadap RAPBD Lamongan 2027

    Sementara perwakilan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPUJ) RI Sudarwanto Dwi Atmoko menyampaikan, Pantura memiliki potensi ekonomi yang besar sekaligus menghadapi berbagai persoalan, mulai dari abrasi, perubahan kondisi hidrometeorologi hingga persoalan sosial-ekonomi masyarakat.

    Karena itu, diperlukan perencanaan perlindungan Pantura yang baik dan terintegrasi melalui KLHS, sebagai salah satu instrumen penting dalam penyusunan arah pembangunan berkelanjutan.

    Bupati Lamongan Yuhronur Efendi Kabupaten Lamongan lamongan Pantai Utara (Pantura) Pemkab Lamongan
    Previous ArticleEra Digital, Forum PAUD Lamongan Gelar Seminar Parenting untuk Tingkatkan Kapasitas Orang Tua
    Next Article Bupati Lamongan Silaturrahmi ke Keluarga Korban Kecelakaan Blesscon

    Berita Terkait

    Resmikan Gedung TK Kartika Usai Direnovasi, Pak Yes Apresiasi Kodim 0812 Lamongan

    6 November 2026

    Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Lamongan Tahun 2026-2027

    5 November 2026

    Workshop Digelar GOW Lamongan Supaya Anggota Dapat Manfaatkan Ruang Digital dalam Berusaha

    4 November 2026

    Pengurus KORPRI Lamongan Masa Bakti 2026-2031 Dikukuhkan, Fokus untuk Pelayanan Publik Terbaik

    3 November 2026

    Apresiasi serta Harapan Menkomdigi, Saat Petani dan Petambak di Lamongan Mulai Beralih ke AIoT

    3 November 2026

    Sebanyak 180 Atlet Lamongan Siap Berlaga di Ajang POPDA Jawa Timur 2026, Usung Target Juara

    2 November 2026
    Search
    Terkini

    Resmikan Gedung TK Kartika Usai Direnovasi, Pak Yes Apresiasi Kodim 0812 Lamongan

    Optimalkan Aset Menjadi Unit Usaha Produktif, Yayasan Petrokimia Gresik Resmi Hadirkan GCC

    Wabup Gresik Tekankan Pengawasan Perubahan Data SIPD, dalam Penyusunan APBD 2027

    Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Lamongan Tahun 2026-2027

    Pemkab Gresik Dukung Kanwil Kemenag Jatim, Saat Lakukan Penilaian SRC di UPT SMPN 2 Gresik

    Load More
    Berita Lainnya
    Sport

    Anggota Polres Gresik Perkuat Tim Hoki Jatim yang Raih Perunggu di PON 2024

    15 September 2024

    MINATBACA.com – Kontingen Jawa Timur (Jatim) meraih medali perunggu, dalam cabang olahraga (cabor) hoki di…

    Bupati Lamongan Mendorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pembangunan Berkelanjutan

    Pemacu Inovasi dan Kemajuan UMKM, Ketua DPRD Gresik Dukung Giri Pancasuar Awards 2026

    Dukung Optimalisasi Peran Pesantren Berdayakan Masyarakat Melalui Program Lamongan Nyantri

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.