MINATBACA.com – Bersama dengan perusahaan minyak dan gas (migas), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada sebanyak 4.895 nelayan.
Langkah awal, Wakil Bupati (Wabup) Gresik Asluchul Alif menyerahkan bansos tersebut secara simbolis kepada 200 nelayan di Kecamatan Ujungpangkah, Rabu (11/3/2026). Dengan selanjutnya, bantuan serupa bakal diberikan secara bertahap di lokasi masing-masing nelayan.
Acara ‘Bhakti Nelayan Berdaulat’ yang dirangkai dengan Safari Ramadhan tersebut juga turut dihadiri Kapolres Gresik AKBP Ramadan Nasution, Plt Kepala Dinas Perikanan Eko Anindito Putro, Forkopimcam Ujungpangkah. Termasuk dihadiri oleh perwakilan SKK Migas Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) Dimas Ario Rudhy Pear, serta perwakilan perusahaan migas seperti PGN Saka, Pertamina EP Poleng, Prima Energi, Pertamina WMO, dan Petronas.
Dalam sambutan, dokter Alif-sapaan Wabup Gresik Asluchul Alif menyampaikan, Kabupaten Gresik memiliki potensi perikanan yang cukup besar dengan garis pantai yang panjang, serta jumlah nelayan yang cukup banyak. Namun demikian, para nelayan juga sering dihadapkan dengan kondisi musim paceklik, yang berdampak pada menurunnya hasil tangkapan dan pendapatan nelayan.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada SKK Migas, serta seluruh perusahaan yang tergabung dalam KKKS Jabanusa termasuk PT PGN Saka Energi Indonesia, Petronas, PT Pertamina Hulu Energi West Madura Energy, yang telah menunjukkan kepedulian melalui program tanggung jawab sosial perusahaan kepada nelayan Gresik,” kata dokter Alif.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Gresik bersama perusahaan migas berupaya meringankan beban para nelayan di masa paceklik.
“Saya berharap, bantuan ini dapat memberi manfaat bagi para nelayan dan keluarga, serta menjadi wujud nyata kepedulian kita bersama terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir,” ungkapnya.
“Selain itu, kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, dalam membangun Kabupaten Gresik yang lebih sejahtera,” lanjut dokter Alif.
Eko Anindito menambahkan, kegiatan tersebut bukan sekadar acara seremonial. Melainkan bagian dari program berkelanjutan, untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di Kabupaten Gresik.
“Kami berharap kegiatan ini bisa terus berjalan dan berkembang, sehingga nelayan di Gresik semakin mandiri dan sejahtera. Dengan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, kita bisa menciptakan ekosistem perikanan yang lebih baik,” ungkap Eko Anindito.
Sementara Dimas mengatakan, kolaborasi program yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan ekonomi nelayan di sekitar wilayah operasional migas, serta memastikan bantuan dapat tepat sasaran, terutama bagi nelayan kecil.
“Program ini melibatkan Pemkab Gresik dengan industri migas. Mudah-mudahan bantuan diberikan untuk meringankan beban nelayan saat cuaca ekstrem, dan meningkatkan produktivitas mereka,” ujar Dimas.

