MINATBACA.com – Terkait penanganan banjir yang kerap melanda beberapa titik di wilayah aliran sungai Kali Tengah, Kecamatan Driyorejo, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik mengakui, juga terhambat infrastruktur perusahaan.
Padahal selama ini, DPUTR Gresik telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak menyikapi hal tersebut. Koordinasi dilakukan dengan tujuan membahas upaya normalisasi secara menyeluruh, supaya aliran air berjalan lancar dikarenakan kondisi sungai saat ini sudah cukup memprihatinkan.
Di mana Kali Tengah yang memiliki panjang sekitar 7,5 kilometer dan melintasi beberapa desa di Kecamatan Driyorejo, telah mengalami penyempitan di beberapa titik lokasi. Upaya normalisasi menemui sejumlah kendala di antaranya, deretan jembatan penghubung yang dibangun melintas di atas sungai, serta bangunan perusahaan-perusahaan yang ada di bantaran sungai.
“Kita sudah koordinasi dengan Pemprov dan DPRD Gresik Komisi III, pemerintah kecamatan, dan desa, serta beberapa pihak terkait,” ujar Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUTR Gresik Ubaidillah, Senin (17/3/2026).
“Memang salah satu kendala normalisasi adalah, bangunan perusahaan-perusahaan besar yang berdiri di kanan dan kiri sungai. Sekaligus, jembatan-jembatan yang dibangun di atas sungai,” terangnya.
Ubaidillah menyebut, terdapat belasan perusahaan yang berdiri di bantaran sungai Kali Tengah. Dengan mayoritas perusahaan-perusahaan tersebut, juga membangun jembatan penghubung yang melintasi sungai, termasuk perusahaan modal asing (PMA).
“Ada 11 sampai 18 perusahaan yang berdiri di kanan dan kiri sungai. Awalnya kita mendapat informasi, salah satu perusahaan modal asing membangun jembatan di atas sungai yang menjadi penyebab utama banjir, dan hal itu terdengar oleh Gubernur Jawa Timur. Setelah itu, kita bertemu dengan semua pihak untuk meminta klarifikasi,” jelasnya.
Dari hasil koordinasi yang dilakukan, kata Ubaidillah, seluruh pihak sepakat untuk melakukan penanganan dengan mempercepat upaya normalisasi sungai secara menyeluruh, supaya aliran air dapat berjalan dengan lancar, terutama ketika memasuki musim penghujan. Sehingga banjir tahunan di sejumlah titik lokasi di wilayah Kecamatan Driyorejo dapat teratasi, terutama pada musim penghujan.
“Hasil identifikasi, Kali Tengah ini menjadi penyebab utama banjir yang melanda wilayah Kecamatan Driyorejo, terutama Desa Sumput. Jadi normalisasi harus segera dilakukan, dan kami optimistis akan segera terlaksana,” ucap Ubaidillah.
DPUTR Gresik memastikan, seluruh pihak termasuk perusahaan yang berada di bantaran Kali Tengah, bersedia kooperatif dan berkomitmen mengikuti arahan, serta rencana normalisasi sungai secara menyeluruh.
“Seluruh perusahaan yang berdiri di kanan dan kiri sungai, kooperatif dan siap melakukan perintah rencana normalisasi. Saat ini, Dinas Perizinan baik daerah maupun provinsi juga sedang berprogres terkait izin jembatan-jembatan tersebut, harusnya izin ke Brantas,” ungkapnya.
Dalam kesempatan sebelumnya, Camat Driyorejo Muhammad Amri telah memerintahkan kepada perusahaan-perusahaan untuk membongkar kontruksi jembatan yang dibangun terlalu rendah, hingga berpotensi membuat aliran sungai tersendat ketika debit air meningkat. Menurut Amri, saat ini baru ada tiga dari tujuh perusahaan di sepanjang wilayah sungai, yang sudah melakukan peninggian jembatan penghubung.

