Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Mengenal Udeng Semolo Gandring yang Lahir dari Tradisi Mendhak Sanggring di Lamongan

      8 November 2026

      Resmi Ditutup Wabup Gresik, Inilah Daftar Para Pemenang GINOFEST 2026

      8 November 2026

      Pemkab Gresik Pastikan Kesiapan Rumah Pompa dan Saluran Air, Sebelum Musim Penghujan Tiba

      7 November 2026

      Razia Cipkon, Dua dari 29 Orang yang Diamankan Satpol PP Gresik Ternyata Punya Penyakit Menular

      7 November 2026

      Buka GINOFEST 2026, Pj Sekda Gresik Sebut Bukan Sekedar Ajang Pameran

      7 November 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Budaya»Mengenal Udeng Semolo Gandring yang Lahir dari Tradisi Mendhak Sanggring di Lamongan
    Budaya

    Mengenal Udeng Semolo Gandring yang Lahir dari Tradisi Mendhak Sanggring di Lamongan

    RedaksiBy Redaksi8 November 20263 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Ada yang berbeda dari perayaan tradisi adat Mendhak Sanggring, yang telah tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) milik Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, pada tahun ini.

    Tidak hanya menyuguhkan olahan Sanggring seperti pada tahun-tahun sebelumnya, namun Pemerintah Desa (Pemdes) Tlemang juga melaunching udeng (ikat kepala) khas yang diberi nama Udeng Semolo Gandring, dalam kegiatan Sanggring Ziarah Buyut Terik, Minggu (8/11/2026).

    Pada ikatan udeng tersebut tersimpan beberapa filosofi, mulai di sisi kiri udeng terdapat gunungan yang melambangkan Gunung Inggil di Desa Tlemang. Kemudian di sisi depan, terdapat ikatan yang melambangkan tongkat (teken dalam Bahasa Jawa) yang memiliki arti tuntunan atau tujuan hidup. Serta di sisi kanan juga terdapat tiga lipatan, yang melambangkan kenceng sanggring dengan lipatan terluar terdiri dari lima tekukan, yang melambangkan Pancasila dan Rukun Islam.

    Baca Juga :  Bupati Lamongan Wisuda Sebanyak 208 Lansia Peserta Selantang

    Kepala Desa Tlemang Aris Pramono mengatakan, digelarnya agenda tidak hanya untuk melestarikan adat budaya, namun Mendhak Sanggring juga turut membangun ekonomi pedesaan dengan melibatkan UMKM lokal. Sementara Udeng Semolo Gandring merupakan gagasan yang dimunculkan, untuk menunjang tradisi Mendhak Sanggring.

    “Untuk menunjang itu (tradisi Mendhak Sanggring) kita mempunyai ide dan gagasan dengan mengembangkan udeng, dan rencana ke depan kita juga mau membuat batik yang bermotif Tlemang, yang berkaitan langsung dengan Mendhak Sanggring,” ungkap Aris.

    “Filosofi Sanggring, Sanggring mempunyai tiga tempat masak atau kenceng, di sini ada lipatan tiga yang menggambarkan kenceng itu sendiri. Kenapa tidak empat atau lima? Orang dulu mengartikan sanggring itu bisa dimaknai seperti lapisan kehidupan juga, dari alam kandungan, alam dunia, dan alam akhirat,” terangnya.

    Baca Juga :  Hadiri Peringatan Isra Mi'raj, Bupati Lamongan Ajak Tingkatkan Iman dan Jaga Kondusifitas Daerah

    Mendhak Sanggring merupakan tradisi adat rutin yang setiap kisaran tanggal 27 Jumadil Awal digelar, sebagai simbol rasa syukur atas hasil bumi, juga sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur pendiri Desa Tlemang (Ki Buyut Terik). Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tradisi ini akan diisi dengan berbagai rangkaian prosesi adat hingga acara puncak yakni, pelaksanaan masak besar Kuah Sanggring berbahan utama Ayam Jawa dengan bumbu khas, yang seluruh proses pengolahan dilakukan khusus oleh kaum laki-laki Desa Tlemang.

    Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. Dia mengatakan, sudah menjadi kewajiban masyarakat Lamongan dalam menjaga dan merawat tradisi, yang menjadi warisan dari para tokoh-tokoh pendahulu Lamongan.

    Baca Juga :  Doa Bersama Lintas Agama Hingga Ruwatan, Tandai Perayaan Akhir Tahun di Lamongan

    “Jadi ini kekhasan dan keunikan khusus dari Desa Tlemang. Mendhak Sanggring ini salah satu budaya yang sudah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Pemerintah Republik Indonesia, sehingga kewajiban bagi kita semua bahwa budaya ini akan terus kita laksanakan, karena ini mengandung filosofi yang tinggi bagi seluruh masyarakatnya,” tutur Pak Yes-sapaan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

    “Dari kegiatan ini kita juga melaunching udeng khas dari Tlemang, yang namanya Semolo Gandring. Diharapkan udeng ini menampilkan suatu semangat dari Tleman ini untuk Indonesia, dari Lamongan untuk Indonesia,” ucapnya.

    Bupati Lamongan Yuhronur Efendi Destinasi wisata Kabupaten Lamongan Kabupaten Lamongan Kolak ayam (Sanggring) lamongan
    Previous ArticleResmi Ditutup Wabup Gresik, Inilah Daftar Para Pemenang GINOFEST 2026

    Berita Terkait

    Resmikan Gedung TK Kartika Usai Direnovasi, Pak Yes Apresiasi Kodim 0812 Lamongan

    6 November 2026

    Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Lamongan Tahun 2026-2027

    5 November 2026

    Workshop Digelar GOW Lamongan Supaya Anggota Dapat Manfaatkan Ruang Digital dalam Berusaha

    4 November 2026

    Pengurus KORPRI Lamongan Masa Bakti 2026-2031 Dikukuhkan, Fokus untuk Pelayanan Publik Terbaik

    3 November 2026

    Apresiasi serta Harapan Menkomdigi, Saat Petani dan Petambak di Lamongan Mulai Beralih ke AIoT

    3 November 2026

    Sebanyak 180 Atlet Lamongan Siap Berlaga di Ajang POPDA Jawa Timur 2026, Usung Target Juara

    2 November 2026
    Search
    Terkini

    Mengenal Udeng Semolo Gandring yang Lahir dari Tradisi Mendhak Sanggring di Lamongan

    Resmi Ditutup Wabup Gresik, Inilah Daftar Para Pemenang GINOFEST 2026

    Pemkab Gresik Pastikan Kesiapan Rumah Pompa dan Saluran Air, Sebelum Musim Penghujan Tiba

    Razia Cipkon, Dua dari 29 Orang yang Diamankan Satpol PP Gresik Ternyata Punya Penyakit Menular

    Buka GINOFEST 2026, Pj Sekda Gresik Sebut Bukan Sekedar Ajang Pameran

    Load More
    Berita Lainnya
    Hukum

    Perkuat Kamtibmas, Kapolres Gresik Silaturrahmi Bareng Ulama

    29 Agustus 2024

    MINATBACA.com – Kapolres Gresik AKBP Arief Kurniawan melakukan silaturrahmi ke sejumlah ulama yang ada di…

    Cara Pemdes Pengalangan Tingkatkan Pendapatan Warga, Sekaligus Menciptakan Lapangan Kerja

    BLT Bulan Enam di Desa Banyutengah Panceng Tuntas Disalurkan Kepada KPM

    Kolaborasi Gasrug dan Dewi Musdalifah Hadirkan Pameran Sastra Rupa di Kabupaten Gresik

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.