Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Peringatan Hari Santri di Kabupaten Lamongan, Ada Kegiatan Jalan Sehat Mengenakan Sarung

      25 Oktober 2026

      Kolaborasi Gasrug dan Dewi Musdalifah Hadirkan Pameran Sastra Rupa di Kabupaten Gresik

      25 Oktober 2026

      Pelayanan Masyarakat di Kabupaten Lamongan Diakui Baik Ombudsman RI

      24 Oktober 2026

      Pendiri Sanggar Mbah Guru di Lamongan, Masuk Tiga Besar Finalis DPD RI Awards 2026

      24 Oktober 2026

      Rizal Kembali Terpilih Pimpin Kadin Gresik, Berikut Empat Program Prioritas yang Disiapkan

      23 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Budaya»Kolaborasi Gasrug dan Dewi Musdalifah Hadirkan Pameran Sastra Rupa di Kabupaten Gresik
    Budaya

    Kolaborasi Gasrug dan Dewi Musdalifah Hadirkan Pameran Sastra Rupa di Kabupaten Gresik

    RedaksiBy Redaksi25 Oktober 20263 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Pameran bertajuk ‘Sastra Rupa: Ketika Puisi Berkawin dengan Rupa’ digelar oleh Komunitas Gerakan Seni Rupa Gresik (Gasrug), berkolaborasi dengan Dewi Musdalifah, sastrawan dari Kabupaten Gresik.

    Agenda tersebut bertempat di Sualoka Hub I Loteng Kemasan, Jalan Nyai Ageng Arem-arem Gang 3 nomor 20, Kampung Kemasan, Pekelingan, Gresik. Dibuka oleh pecinta seni asal Surabaya, Made Agus Sumantra, Sabtu (24/10/2026) malam WIB, dan dijadwalkan akan berlangsung hingga tanggal 24 November 2026.

    Pameran Sastra Rupa tersebut diikuti sebanyak 17 perupa Gasrug, berangkat dari kumpulan puisi tunggal Dewi Musdalifah dalam buku Kembara (2017) dan Sakau (2019). Di mana puisi tidak hanya dibaca, namun juga dilihat dan ditafsirkan melalui bahasa visual. Bahkan, pembukaan berlangsung meriah dengan pertunjukan seni yang ditampilkan oleh Kendati Chaos.

    Baca Juga :  Pemkab Gresik Perkuat Transformasi Digital Dalam Pelayanan Pajak Daerah

    Ketua Gasrug Yoni mengatakan, pameran Sastra Rupa yang digelar cukup unik, lantaran kehadiran puisi tidak selalu berhenti sebagai kata-kata. Sebab di tangan para perupa Gasrug, puisi bisa menjelma dalam warna, garis, tekstur, figur, dan beragam kemungkinan visual. Perjumpaan yang dihadirkan oleh para perupa Gasrug dalam mengolah puisi-puisi Dewi Musdalifah, menjadi karya-karya seni rupa dengan tafsir yang beragam.

    “Pameran ini bukan upaya menerjemahkan puisi menjadi gambar secara harfiah. Setiap perupa menyerap gagasan, suasana, dan pengalaman dari teks, lalu mengolahnya melalui bahasa visual masing-masing,” ujar Yoni.

    “Satu puisi pun dapat melahirkan banyak dunia, tanpa harus tunduk pada satu tafsir yang dianggap paling benar,” imbuhnya.

    Salah seorang perupa Gasrug Aam Artbrow menambahkan, pameran Satra Rupa bukan sekadar kumpulan karya dalam satu ruang, melainkan perjumpaan berbagai cara pandang dan bahasa artistik. Puisi menjadi titik berangkat bersama, sementara perbedaan tafsir justru memperkaya makna dan memberi ruang bagi setiap karya, untuk tumbuh sebagai ekspresi yang mandiri.

    Baca Juga :  Sinergi Komisi VII DPR dan Petrokimia Gresik Dalam Menjaga Ketersediaan Pupuk Bersubsidi

    “Pameran bersama merupakan perjumpaan berbagai cara pandang dan bahasa artistik. Puisi menjadi titik berangkat, sementara kebebasan menafsirkan memberi ruang bagi setiap perupa untuk menghadirkan ekspresi yang mandiri,” ungkap Aam.

    Sementara bagi Dewi Musdalifah, perjumpaan tersebut membuka perjalanan lain bagi puisi-puisi hasil karyanya, di mana kata-kata menemukan tubuh baru melalui imajinasi para perupa. Puisi dan lukisan tidak saling menggantikan. Melainkan berdialog, memperluas pengalaman, hingga membuka kemungkinan pembacaan yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.

    “Kata-kata yang semula hadir melalui bahasa, menemukan tubuh lain dalam lukisan. Puisi dan rupa tidak saling menggantikan, tetapi berhadapan sebagai dua bahasa kesenian yang saling membuka kemungkinan pemaknaan,” kata Dewi.

    Baca Juga :  Demi Pelayanan Masyarakat, Pemdes Petung Kebut Pembangunan Pendopo

    Sementara sebanyak 17 perupa Gasrug yang turut berpartisipasi dalam pameran, selain Aam Artbrow, adapula Ali Waffa, Aris Daboel, A. Feri, Didik Triyoko, Joko Iwan, Kak Komang, Mujib Darjo, Mufid, Riyanto, Rachmad Basuki, Rezzo Masduki, Yoni, Sahlul Fahmi, Subeki, Sugihartono, juga Dimas Prayoga.

    Adapun pameran Sastra Rupa tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan antara sastra dan seni rupa, dalam ekosistem seni budaya Gresik. Sebuah perjumpaan yang menunjukkan dari satu sumber gagasan, dapat tumbuh beragam ekspresi dan makna. Sedangkan Gasrug merupakan komunitas seni rupa asal Gresik, yang tercatat telah eksis sekitar satu dekade.

    gresik Kabupaten Gresik kesenian Komunitas Gerakan Seni Rupa Gresik (Gasrug) Pameran
    Previous ArticlePelayanan Masyarakat di Kabupaten Lamongan Diakui Baik Ombudsman RI
    Next Article Peringatan Hari Santri di Kabupaten Lamongan, Ada Kegiatan Jalan Sehat Mengenakan Sarung

    Berita Terkait

    Rizal Kembali Terpilih Pimpin Kadin Gresik, Berikut Empat Program Prioritas yang Disiapkan

    23 Oktober 2026

    Rakor Percepatan Operasionalisasi 356 KDKMP di Kabupaten Gresik

    22 Oktober 2026

    Pelindungan Anak di Ruang Digital, Berikut Upaya yang Dilakukan Pemkab Gresik

    22 Oktober 2026

    Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pasokan, Dinas Pertanian Gresik Gelar Gerakan Pangan Murah

    21 Oktober 2026

    Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

    16 Oktober 2026

    PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

    15 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Peringatan Hari Santri di Kabupaten Lamongan, Ada Kegiatan Jalan Sehat Mengenakan Sarung

    Kolaborasi Gasrug dan Dewi Musdalifah Hadirkan Pameran Sastra Rupa di Kabupaten Gresik

    Pelayanan Masyarakat di Kabupaten Lamongan Diakui Baik Ombudsman RI

    Pendiri Sanggar Mbah Guru di Lamongan, Masuk Tiga Besar Finalis DPD RI Awards 2026

    Rizal Kembali Terpilih Pimpin Kadin Gresik, Berikut Empat Program Prioritas yang Disiapkan

    Load More
    Berita Lainnya
    sosial

    Dapat Bantuan Beras Tidak Layak, Warga Geruduk Balai Desa Roomo

    17 September 2024

    MINATBACA.com – Dikarenakan beras bantuan yang diterima tidak layak untuk dikonsumsi, warga Desa Roomo, Kecamatan…

    Penghargaan Pelayanan Prima Diraih Polres Gresik Dalam Musrenbang Polri

    Wabup Gresik Buka Agenda Musrenbang RKPD 2027 di Pulau Bawean

    Bupati Lamongan Melaunching Skuad Persela Musim 2025-2026

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.