MINATBACA.com – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor, sebagai fondasi dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Pak Yes-sapaan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, pada saat menghadiri Leadership Insight Forum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan with Bank Jatim Cabang Lamongan dengan tajuk ‘Creating Value Through Collaboration’ di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (25/9/2026) malam WIB.
Pak Yes menuturkan, pembangunan di Kabupaten Lamongan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Sehingga dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur melalui pendekatan pentahelix, yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media, untuk menghasilkan pembangunan yang memberikan manfaat lebih luas.
“Pembangunan di Kabupaten Lamongan tidak bisa sendiri, kolaborasi pentahelix harus kita terapkan. Semua pihak harus mengambil peran sesuai kapasitasnya, untuk bersama-sama membangun Lamongan,” tutur Pak Yes.
Pak Yes lantas mengatakan, capaian pembangunan di Kabupaten Lamongan dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan sinergi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan daerah. Di mana pada tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lamongan mencapai 76,81, sementara pertumbuhan ekonomi berada pada angka 5,40 persen. Di sisi lain, angka kemiskinan juga terus mengalami penurunan hingga 12,03 persen pada tahun yang sama.
Tren pertumbuhan ekonomi tersebut berlanjut pada 2026. Dengan berdasar data Bapperida Kabupaten Lamongan, ekonomi Lamongan pada Triwulan II 2026 tumbuh 6,26 persen secara year on year (y-on-y) dibandingkan Triwulan II 2025 yang tumbuh 4,58 persen. Secara quarter to quarter (q-to-q), ekonomi Lamongan tumbuh 6,64 persen, sedangkan secara cumulative to cumulative (c-to-c) mencapai 6,09 persen.
“Triwulan II tahun 2026, pertumbuhan kita mencapai 6,26 persen. Ini menjadi bagian dari capaian yang harus terus kita jaga dan tingkatkan bersama,” kata Pak Yes.
Lebih lanjut, Pak Yes menyebut, Bank Jatim sebagai salah satu mitra penting Pemkab Lamongan dalam mendukung pembangunan daerah. Kolaborasi antara pemerintah dan perbankan dinilai tidak hanya berkaitan dengan aspek pembiayaan, namun juga dapat diperluas dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat, dan program pembangunan yang memberi nilai tambah.
Sembari Pak Yes juga menekankan, akan pentingnya membangun kepercayaan publik sebagai modal utama dalam menjalankan pembangunan. Sebab menurutnya, ketika pemerintah mampu menjaga kepercayaan masyarakat, maka akan tercipta ruang kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pak Yes sempat menegaskan, pembangunan berkelanjutan tidak cukup hanya diukur melalui capaian angka pertumbuhan ekonomi, namun lebih dari itu. Di mana pembangunan harus mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan ekonomi, serta menghadirkan manfaat yang dirasakan masyarakat.

