MINATBACA.com – Keputusan Asluchul Alif mendampingi Fandi Akhmad Yani maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gresik 2024, menjadikan posisinya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik periode 2024-2029 berganti.
Alif digantikan oleh Wahidatul Husnah, calon legislatif (caleg) Partai Gerindra Daerah Pemilihan (Dapil) 9 Manyar-Bungah, yang memperoleh 3.600 suara dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Dengan pengambilan sumpah/janji Pergantian Antar Waktu (PAW) dipimpin Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, bertempat di ruang Paripurna DPRD Gresik, Kamis (14/11/2024).
Dalam Pemilu 2024, wanita asal Desa Betoyokauman, Kecamatan Manyar, Gresik, tersebut menempati posisi ketiga perolehan suara terbanyak Partai Gerindra di Dapil 9. Wahidatul Husnah mendapat 3.600 suara, berada di bawah perolehan Alif dan Yuyun Wahyudi (sudah lebih dulu dilantik sebagai anggota DPRD Gresik).
“Alhamdulillah, saya akan mewakili aspirasi masyarakat di Dapil 9 Manyar-Bungah. Kebetulan masuk di Komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum, serta memegang amanah sebagai Badan Musyawarah (Banmus),” tuturnya.
“Terlebih dalam mengajak perempuan untuk maju dan berdaya,” tegas Wahidatul Husnah.
Asluchul Alif yang menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Gresik, tidak lupa memberi arahan kepada Wahidatul Husnah. Dengan menyarankan, supaya Wahidatul Husnah lebih aktif turun ke masyarakat, terutama di Dapil 9 tempat dirinya mencalonkan diri. Turun untuk langsung mendengar aspirasi dan keluhan warga, khususnya yang berada di Kecamatan Manyar dan Bungah.
“Dengan memahami persoalan yang dihadapi warga, diharapkan mampu mencari solusi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Alif.
“Sebab peran ini sangat krusial dalam mewujudkan visi Partai Gerindra, untuk senantiasa hadir dan berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” sambungnya.


