Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Ketika Menteri PPN dan Wamentan Melaksanakan Gerakan Tanam Padi di Lamongan

      30 Mei 2026

      Momen Iduladha, KWGe Kembali Salurkan Daging Kurban Kepada Warga Sekitar

      30 Mei 2026

      Pemkab Lamongan Meraih Opini WTP 10 Kali Secara Berturut-turut

      29 Mei 2026

      Opini WTP Kembali Diraih Pemkab Gresik, Jadi yang ke-11 Kali Berturut-Turut

      29 Mei 2026

      Tangkap 2 Pengedar, Polres Gresik Sita 209,38 Gram Narkoba Jenis Sabu

      29 Mei 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Program TAMENG Kini Menjadi Living Lab Pertanian Berkelanjutan Pertama di Malang
    Ekonomi

    Program TAMENG Kini Menjadi Living Lab Pertanian Berkelanjutan Pertama di Malang

    RedaksiBy Redaksi9 Oktober 20254 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Tawangargo Smart-Eco Farming Village alias TAMENG, telah berhasil menjadi solusi pertanian hortikultura dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

    Program yang mampu mendongkrak produktivitas hortikultura ini terus berkembang, dan sekarang bertransformasi menjadi Living Lab berbasis masyarakat sebagai model kolaborasi inklusif dalam inovasi berkelanjutan, dan menjadi yang pertama dikembangkan oleh petani binaan Petrokimia Gresik di Kabupaten Malang.

    “Living Lab ini digerakkan langsung oleh masyarakat. Di sini kami sebagai petani bukan hanya menjadi objek, tapi bertindak sebagai subjek yang melakukan penelitian dan uji coba nyata untuk pertanian berkelanjutan,” ujar salah seorang local hero program Tameng Karmukit, Kamis (9/10/2025).

    Menurut Karmukit, sebagai Living Lab, TAMENG sekarang telah menjadi wadah bagi petani, peneliti, mahasiswa, hingga komunitas duduk bersama untuk menghadirkan solusi pertanian. Di sini ide-ide diuji, teknologi sederhana diterapkan, dan inovasi lahir dari upaya bersama untuk membuat perubahan. Berbagai kolaborasi dilakukan dengan tujuan meningkatkan praktik pertanian berkelanjutan.

    “Banyak sekali transformasi yang kami lakukan. Alhamdulilah, TAMENG sekarang berkembang menjadi research center berbasis komunitas, dari yang awalnya hanya desa hortikultura biasa. Pertanian dan peternakan di wilayah ini sekarang terintegrasi dengan wisata edukasi pertanian. TAMENG membuktikan, bahwa desa bisa menjadi pusat inovasi. TAMENG menjadi inspirasi bahwa masa depan pertanian Indonesia bisa dimulai dari desa,” ujar Karmukit.

    Program ini dimulai tahun 2022, dengan melibatkan 35 petani yang tergabung dalam kelompok Agronova Vision. TAMENG sejak awal didukung oleh Petrokimia Gresik, untuk mengajak petani menerapkan teknik climate smart agriculture yang tidak hanya menjaga keberlanjutan pertanian hortikultura, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani. Kegiatan ini mencakup seluruh proses dari mulai pembibitan, persemaian, penanaman, panen, hingga penjualan.

    Program ini sekarang terus berkembang dan bertransformasi, menjadi pusat hortikultura yang modern dan ramah lingkungan. Di antaranya penggunaan solar cell untuk menghidupkan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti pompa air, water drip, sprinkle dan lainnya. TAMENG saat ini, juga memiliki rumah pengolahan limbah.

    Para petani TAMENG memiliki aktivitas dalam mengelola limbah pertanian maupun rumah tangga, dengan pemilahan organik dan anorganik. Limbah organik yang berasal dari limbah panen sayur, diolah menjadi berbagai produk seperti plant booster (POC), agensia hayati, dan pakan ternak.

    Selain itu, limbah sayur yang masih layak konsumsi dimanfaatkan oleh istri petani menjadi berbagai macam produk olahan seperti mie sayur, keripik sayur, dodol sayur, dan beberapa lainnya. Selain itu, kelompok juga membuka warung bagi pengunjung, dengan memanfaatkan hasil panen di area program TAMENG yang disediakan.

    “Khusus limbah anorganik, dikelola langsung oleh Bank Sampah dan dijual kepada pengepul. Kami juga memilah limbah B3 untuk dipisahkan, agar tidak berbahaya,” ucap Karmukit.

    Sementara untuk meningkatkan pendapatan, tambah Karmukit, kelompok mengembangkan lini usaha peternakan dengan budidaya domba, serta budidaya ikan dan azolla. Selain itu, kelompok juga mengembangkan budidaya cacing, dalam rangka menghasilkan pupuk kascing serta cacing, byang dimanfaatkan sebagai pakan ikan. Selain itu, budidaya kascing juga mampu menyerap limbah pertanian.

    Tidak hanya itu, petani binaan juga mengembangkan kawasan agrowisata sebagai sarana edukasi, sekaligus rekreasi bagi masyarakat. Wisatawan dapat merasakan pengalaman langsung sensasi memetik sayur dan buah segar langsung dari kebun. Kegiatan yang dilengkapi dengan paket edukasi pertanian ramah lingkungan, pelatihan sederhana tentang budidaya hortikultura, hingga pengenalan produk olahan hasil panen.

    TAMENG yang telah dipilih oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia untuk program Closed Loop, atau program kolaborasi multi-stakeholder, juga menggandeng BUMDes Sumber Rejeki sebagai kios produk pertanian, guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Produk Agronova Vision seperti plant booster dan agensia hayati, juga dijual di kios BUMDes setempat.

    “Living Lab ini menjadikan TAMENG sebagai ekosistem pertanian hortikultura dari hulu hingga , yang mampu meningkatkan kemandirian petani, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” tutur Karmukit.

    Karmukit juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan pendampingan yang diberikan oleh Petrokimia Gresik, kepada petani TAMENG dari awal program ini hingga sekarang. Di karenakan menurutnya, Petrokimia Gresik senantiasa mendorong untuk kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan setiap tantangan.

    “Berkat dukungan dan pendampingan ini, TAMENG tidak hanya menjadi solusi pertanian hortikultura yang selalu dihadapkan pada problem perubahan iklim, tapi memiliki peran lebih besar lagi dalam mendukung kemajuan pertanian di Tanah Air dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” kata Karmukit.

    pertanian Petrokimia Gresik
    Previous ArticleBupati Gresik Tegaskan Belanja Pelayanan Masyarakat Tetap Prioritas
    Next Article Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Evaluasi MBG di Lamongan

    Berita Terkait

    Petrokimia Gresik Perkuat Kerja Sama Pasokan Gas dari Lapangan MDA-MBH dan WK Ketapang

    22 Mei 2026

    Petrokimia Gresik Tetap Siapkan 219.000 Ton Pupuk Bersubsidi, Meski Terjadi Dinamika Global

    13 Mei 2026

    Modernisasi Pertanian, 3 Poktan di Kabupaten Lamongan Menerima Bantuan Kombi

    8 Mei 2026

    Petrokimia Gresik Kembali Berikan Program Beasiswa Bagi Petani Muda

    6 Mei 2026

    Bupati Lamongan Dampingi Dirjen PSP Kementrian Pertanian Monitoring Pompanisasi

    29 April 2026

    Dirut Petrokimia Gresik Tetap Apresiasi Tim Voli Putri GPPI, Meskipun Gagal Menjuarai Proliga 2026

    28 April 2026
    Search
    Terkini

    Ketika Menteri PPN dan Wamentan Melaksanakan Gerakan Tanam Padi di Lamongan

    Momen Iduladha, KWGe Kembali Salurkan Daging Kurban Kepada Warga Sekitar

    Pemkab Lamongan Meraih Opini WTP 10 Kali Secara Berturut-turut

    Opini WTP Kembali Diraih Pemkab Gresik, Jadi yang ke-11 Kali Berturut-Turut

    Tangkap 2 Pengedar, Polres Gresik Sita 209,38 Gram Narkoba Jenis Sabu

    Load More
    Berita Lainnya
    Hukum

    Densus 88 Beri Wawasan Para Kepala, Pengawas dan Guru SMA di Gresik

    21 Juni 2024

    GRESIK – Untuk memberikan wawasan dalam rangka kegiatan sosialisasi kebangsaan, perwakilan Detasemen Khusus (Densus) 88…

    Pujian Bupati Saat Hadiri Pengukuhan Pengurus YKI Cabang Lamongan

    Polres Gresik Gagalkan Peredaran 160 Paket Narkoba Jenis Sabu

    Pencurian di Pasar Unggas Sukomulyo Lamongan Terungkap Berkat Rekaman CCTV

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.