MINATBACA.com – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Lamongan mengikuti pidato kenegaraan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, secara virtual.
Pidato kenegaraan yang disampaikan oleh presiden pada sidang tahunan MPR dan DPR RI tahun 2025 tersebut, diikuti oleh Pak Yes-sapaan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, bersama jajaran Forkopimda Lamongan secara virtual di ruang rapat paripurna Gedung DPRD Kabupaten Lamongan, Jumat (15/8/2025).
Dalam pidato yang disampaikan pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menekankan tujuan Republik Indonesia merdeka. Yakni, salah satunya untuk bisa lepas dari kemiskinan dan kelaparan, dengan itu harus dapat direalisasikan melalui pengoptimalan segala bidang.
“Tujuan kita merdeka ialah, untuk merdeka dari kemiskinan, untuk merdeka dari kelaparan, merdeka dari penderitaan. Negara kita harus bisa berdiri di atas kaki sendiri. Negara kita harus berdaulat secara ekonomi dan mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri,” kata Presiden Prabowo.
Untuk pemenuhan kebutuhan pangan sendiri, diwujudkan melalui visi swasemda pangan yang didukung dengan mendorong produksi pangan di desa-desa, memotong alur birokrasi penyaluran pupuk, menyalurkan pupuk langsung dari pabrik ke petani-petani, dan memberi bantuan alat pertanian kepada para petani. Serta melakukan peningkatan harga beli gabah menjadi Rp6.500/kilogram, agar petani sebagai produsen menikmati keuntungan.
Sedangkan pengentasan kemiskinan, terus diupayakan melalui makan bergizi gratis (MBG). Tercatat hingga hari ini, sebanyak 20 juta anak sekolah, anak belum sekolah, ibu hamil dan ibu menyusui, menerima MBG setiap hari. Hadirnya MBG, tidak hanya memberikan perbaikan gizi pada anak sekolah saja, melainkan juga membuka lapangan pekerjaan untuk memenuhi pengelolaan hingga distribusi.
Pembukaan lapangan kerja baru terus berlangsung, salah satu di antaranya dengan berdirinya 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hadirnya koperasi di setiap desa, diharapkan bakal meningkatkan ekonomi desa, serta mengatasi perputaran uang yang banyak terkonsentrasi di kota.
Pengentasan kemiskinan juga dilakukan dengan membentuk sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga dipastikan program-program pemerintah untuk masyarakat miskin dapat tepat sasaran. Anak yang masuk dalam sistem data tersebut juga akan dijaring menjadi siswa Sekolah Rakyat, supaya mereka tetap dapat mengenyam pendidikan tanpa terhalang status ekonomi. Di mana sebanyak 100 Sekolah Rakyat, telah dibangun dan beroperasi di seluruh penjuru Indonesia.
Pada bidang kesehatan, pemerintah membangun sistem kesehatan yang lebih adil dan merata melalui terobosan ‘Cek Kesehatan Gratis,’ yang saat ini telah digunakan oleh lebih dari 18 juta warga. Terobosan yang menjadi langkah nyata, untuk dapat memberi layanan kesehatan dan mendeteksi dini penyakit yang diderita oleh masyarakat.
Seluruh program yang dicanangkan oleh pemerintah pusat tersebut, tentu sudah direalisasikan di Kabupaten Lamongan. Seperti pada swasembada pangan, Kabupaten Lamongan terus menambah luas tambah tanam (LTT), untuk meningkatkan hasil produksi padi.
Tidak hanya itu, saat ini juga tercatat sudah ada sebanyak 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Lamongan (melayani 3.543 porsi setiap hari). Dengan dua SPPG tambahan dari Polres Lamongan sedang pada tahap groundreaking, yang ditargetkan rampung dan beroperasi pada Bulan September mendatang.
Begitu pula dengan hadirnya Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 25 di Kecamatan Brondong, tentu memberi dampak positif bagi masyarakat Lamongan. Terutama dalam hal membantu meningkatkan kualitas pendidikan, bagi anak dari keluarga kurang mampu di Lamongan.

