Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Gandeng Bank Jatim, Dishub Lamongan Bersiap Terapkan Pembayaran Retribusi Parkir Nontunai

      31 Juli 2026

      Bupati Lamongan Dampingi Menteri PPN Meninjau Kawasan Industri Pantura

      31 Juli 2026

      Pemkab Gresik Melalui Dinas KBPPPA Luncurkan Gerakan Remaja Sebagai Agen Perubahan

      30 Juli 2026

      Komitmen Pemkab Lamongan Menjaga Kelestarian Ekosistem Pesisir Diapresiasi Pemprov Jawa Timur

      29 Juli 2026

      Kebahagiaan Abang Becak Saat Menerima Bantuan dari Petrokimia Gresik

      29 Juli 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Inspirasi»Kampung Pandu Diresmikan, Kampung Tanpa Residu yang Ada di Lamongan
    Inspirasi

    Kampung Pandu Diresmikan, Kampung Tanpa Residu yang Ada di Lamongan

    RedaksiBy Redaksi16 Juni 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Terobosan apik berhasil dilakukan di Desa Jotosanur yang terletak di Kecamatan Tikung, Lamongan, yang sukses dikembangkan menjadi kampung ketahanan pangan terpadu (Kampung Pandu) oleh Kodim 0812 Lamongan.

    Tidak hanya itu, tempat yang sama juga berhasil dijadikan sebagai kampung tanpa residu. Di mana tiga sektor yakni, pertanian, peternakan dan perikanan, dibuat saling berintegrasi. Sehingga dengan demikian, tidak ada sisa atau limbah yang terbuang sia-sia, lantaran semua dapat diolah dan dimanfaatkan.

    “Dulu tempat ini untuk kejuaran motorcross, kemudian bisa disulap menjadi kampung pangan terpadu,” ujar Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, saat mendampingi Pangdam V Brawijaya  Mayjen TNI Rudy Saladin, bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, meresmikan Kampung Pandu di Jotosanur, Kabupaten Lamongan, Senin (16/6/2025).

    Baca Juga :  Gandeng Bank Jatim, Dishub Lamongan Bersiap Terapkan Pembayaran Retribusi Parkir Nontunai

    “Di sini sudah tidak ada yang tersisa. Limbah kotoran peternakan diolah menjadi pupuk, sisa hasil pertanian bisa menjadi pakan ternak. Semua sudah diolah, dimanfatkan semua. Bisa dibilang, Kampung Pandu bisa disebut kampung tanpa residu, tidak ada sisanya, semuanya diolah,” lanjutnya.

    Tidak hanya itu, Kampung Pandu yang dikembangkan oleh Kodim 0812 Lamongan tersebut, juga mampu menghasilkan varietas padi unggul yakni, PJM 01 hingga PJM 04. Sekaligus menjadi tempat kolaborasi akademis riset dan pengembangan inovasi, dari Satuan Tugas Sinergi dan Kolaborasi untuk Negeri (Satgas Sego Boran) untuk swasembada pangan.

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku, turut bangga atas apa yang dilakukan di Kampung Pandu. Sebab integrated farming di Kampung Pandu tidak hanya menyasar green economy atau pertanian, tetapi turut menyentuh sektor peternakan dan juga perikanan (blue economy).

    Baca Juga :  DPKH Lamongan Kembangkan Edufarm di UPT Pembibitan dan Pengolahan Pakan Ternak Mantup

    “Kalau ada siapa pun pihak bertanya bagaimana konsep blue economic, tidak usah jauh-jauh, silahkan datang ke Kampung Pandu Lamongan. Betapa Kampung Pandu ini hulu ke hilir, ekosistemnya, terbangun recycle yang luar biasa,” tutur Khofifah.

    Khofifah juga turut menyoroti inovasi, kreatifitas dan komitmen, yang telah dilaksanakan di Kampung Pandu. Di mana dengan aksi nyata, menghasilkan teknologi tepat guna namun sederhana, dalam mengembangkan integrated farming. Khofifah berharap, inovasi yang berkembang di Kampung Pandu juga mampu direplikasikan di seluruh wilayah yang ada di Jawa Timur.

    Sementara Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menegaskan, integrated farming sebenarnya tidak harus berada di dalam satu tempat atau berdampingan satu sama lain. Namun, tetap terintegrasi kebermanfaatan di seluruh sektor.

    Baca Juga :  Lamongan Museum Expo 2024 Digelar 3 Hari, Jangan Sampai Kelewatan!

    “Ini ingin kita buat sistem terpadunya, bukan berarti bersama-sama, di lahan yang sama. Tapi kita ingin mensinergikan potensi yang ada, di manfatkan satu sama lain. Ini tidak mudah, saya ingin teman-teman yang berperan aktif di sini tidak berhenti berinovasi,” tutur Rudy.

    Selain itu, Rudy berkomitmen, integrated farming dapat dikembangkan di masing-masing Komando Resor Militer (Kodim) yang ada di wilayah Jawa Timur, dengan lahan minimal 10 hektare untuk swasembada pangan. Karena hal ini, sesuai dengan keinginan Presiden Prabowo Subianto dan juga pemerintah pusat untuk dapat memberdayakan swasembada pangan di Indonesia.

    lamongan Pemkab Lamongan
    Previous ArticleCapaian Program 100 Hari, Plt Bupati Gresik Tunjukkan Komitmen Nawakarsa
    Next Article Pemdes Manyarejo Apresiasi Positif Pembangunan Rumah Kompos

    Berita Terkait

    Gandeng Bank Jatim, Dishub Lamongan Bersiap Terapkan Pembayaran Retribusi Parkir Nontunai

    31 Juli 2026

    Bupati Lamongan Dampingi Menteri PPN Meninjau Kawasan Industri Pantura

    31 Juli 2026

    Komitmen Pemkab Lamongan Menjaga Kelestarian Ekosistem Pesisir Diapresiasi Pemprov Jawa Timur

    29 Juli 2026

    Pemkab Lamongan Salurkan 25.000 Liter Air Bersih untuk Masyarakat

    28 Juli 2026

    Pemkab dan DPRD Lamongan Sepakat Mengenai KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027

    27 Juli 2026

    Resmi Dilantik, Kadin Lamongan Dipimpin Ketua Baru

    27 Juli 2026
    Search
    Terkini

    Gandeng Bank Jatim, Dishub Lamongan Bersiap Terapkan Pembayaran Retribusi Parkir Nontunai

    Bupati Lamongan Dampingi Menteri PPN Meninjau Kawasan Industri Pantura

    Pemkab Gresik Melalui Dinas KBPPPA Luncurkan Gerakan Remaja Sebagai Agen Perubahan

    Komitmen Pemkab Lamongan Menjaga Kelestarian Ekosistem Pesisir Diapresiasi Pemprov Jawa Timur

    Kebahagiaan Abang Becak Saat Menerima Bantuan dari Petrokimia Gresik

    Load More
    Berita Lainnya
    Pendidikan

    Launching GSI, Sekda Gresik Inginkan Guru Ikuti Perkembangan Teknologi Industri

    12 September 2025

    MINATBACA.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik yang juga Ketua TKDV Achmad Washil Miftahul Rachman menegaskan,…

    Koperasi Merah Putih Desa Dooro Optimalkan Pemanfaatan Sumber Daya Lokal

    Mensos dan Wakil Kunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas 25 Brondong

    Komitmen Mencegah Korupsi, Ini yang Dilakukan Pemkab Gresik Bersama KPK

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.