Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Doa Bersama Hingga Pawai Lampion Meriahkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah di Lamongan

      16 Juni 2026

      Pilkades 2026, Pemkab Gresik Persiapkan E-Voting Untuk Tingkatkan Transparansi

      15 Juni 2026

      Ekonomi Kabupaten Lamongan Terus Menunjukkan Tren Positif

      15 Juni 2026

      Dilepas Sekda Gresik, Sebanyak 1.095 Petugas Siap Melaksanakan Sensus Ekonomi 2026

      14 Juni 2026

      Melalui Carnival Fashion Fest Competition, Pemkab Lamongan Pacu Kemajuan Ekonomi Kreatif

      13 Juni 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Inspirasi»Kampung Pandu Diresmikan, Kampung Tanpa Residu yang Ada di Lamongan
    Inspirasi

    Kampung Pandu Diresmikan, Kampung Tanpa Residu yang Ada di Lamongan

    RedaksiBy Redaksi16 Juni 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Terobosan apik berhasil dilakukan di Desa Jotosanur yang terletak di Kecamatan Tikung, Lamongan, yang sukses dikembangkan menjadi kampung ketahanan pangan terpadu (Kampung Pandu) oleh Kodim 0812 Lamongan.

    Tidak hanya itu, tempat yang sama juga berhasil dijadikan sebagai kampung tanpa residu. Di mana tiga sektor yakni, pertanian, peternakan dan perikanan, dibuat saling berintegrasi. Sehingga dengan demikian, tidak ada sisa atau limbah yang terbuang sia-sia, lantaran semua dapat diolah dan dimanfaatkan.

    “Dulu tempat ini untuk kejuaran motorcross, kemudian bisa disulap menjadi kampung pangan terpadu,” ujar Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, saat mendampingi Pangdam V Brawijaya  Mayjen TNI Rudy Saladin, bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, meresmikan Kampung Pandu di Jotosanur, Kabupaten Lamongan, Senin (16/6/2025).

    “Di sini sudah tidak ada yang tersisa. Limbah kotoran peternakan diolah menjadi pupuk, sisa hasil pertanian bisa menjadi pakan ternak. Semua sudah diolah, dimanfatkan semua. Bisa dibilang, Kampung Pandu bisa disebut kampung tanpa residu, tidak ada sisanya, semuanya diolah,” lanjutnya.

    Tidak hanya itu, Kampung Pandu yang dikembangkan oleh Kodim 0812 Lamongan tersebut, juga mampu menghasilkan varietas padi unggul yakni, PJM 01 hingga PJM 04. Sekaligus menjadi tempat kolaborasi akademis riset dan pengembangan inovasi, dari Satuan Tugas Sinergi dan Kolaborasi untuk Negeri (Satgas Sego Boran) untuk swasembada pangan.

    Baca Juga :  Wabup Gresik Ajak Warga Bersihkan Pesisir dan Bagikan 10.000 Bendera

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku, turut bangga atas apa yang dilakukan di Kampung Pandu. Sebab integrated farming di Kampung Pandu tidak hanya menyasar green economy atau pertanian, tetapi turut menyentuh sektor peternakan dan juga perikanan (blue economy).

    “Kalau ada siapa pun pihak bertanya bagaimana konsep blue economic, tidak usah jauh-jauh, silahkan datang ke Kampung Pandu Lamongan. Betapa Kampung Pandu ini hulu ke hilir, ekosistemnya, terbangun recycle yang luar biasa,” tutur Khofifah.

    Khofifah juga turut menyoroti inovasi, kreatifitas dan komitmen, yang telah dilaksanakan di Kampung Pandu. Di mana dengan aksi nyata, menghasilkan teknologi tepat guna namun sederhana, dalam mengembangkan integrated farming. Khofifah berharap, inovasi yang berkembang di Kampung Pandu juga mampu direplikasikan di seluruh wilayah yang ada di Jawa Timur.

    Sementara Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menegaskan, integrated farming sebenarnya tidak harus berada di dalam satu tempat atau berdampingan satu sama lain. Namun, tetap terintegrasi kebermanfaatan di seluruh sektor.

    “Ini ingin kita buat sistem terpadunya, bukan berarti bersama-sama, di lahan yang sama. Tapi kita ingin mensinergikan potensi yang ada, di manfatkan satu sama lain. Ini tidak mudah, saya ingin teman-teman yang berperan aktif di sini tidak berhenti berinovasi,” tutur Rudy.

    Selain itu, Rudy berkomitmen, integrated farming dapat dikembangkan di masing-masing Komando Resor Militer (Kodim) yang ada di wilayah Jawa Timur, dengan lahan minimal 10 hektare untuk swasembada pangan. Karena hal ini, sesuai dengan keinginan Presiden Prabowo Subianto dan juga pemerintah pusat untuk dapat memberdayakan swasembada pangan di Indonesia.

    Baca Juga :  Harapan Pak Yes Kepada Pimpinan Dekopinda Lamongan Masa Bakti 2025-2030 yang Dikukuhkan
    lamongan Pemkab Lamongan
    Previous ArticleCapaian Program 100 Hari, Plt Bupati Gresik Tunjukkan Komitmen Nawakarsa
    Next Article Pemdes Manyarejo Apresiasi Positif Pembangunan Rumah Kompos

    Berita Terkait

    Doa Bersama Hingga Pawai Lampion Meriahkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah di Lamongan

    16 Juni 2026

    Ekonomi Kabupaten Lamongan Terus Menunjukkan Tren Positif

    15 Juni 2026

    Melalui Carnival Fashion Fest Competition, Pemkab Lamongan Pacu Kemajuan Ekonomi Kreatif

    13 Juni 2026

    Bupati Lamongan Sampaikan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025

    12 Juni 2026

    Bupati Lamongan Menyerahkan Bantuan Alsintan Untuk Poktan

    11 Juni 2026

    Kepala Kantor Kemenhaj dan Perwakilan Pemkab Lamongan Sambut Kedatangan Para Jemaah Haji

    11 Juni 2026
    Search
    Terkini

    Doa Bersama Hingga Pawai Lampion Meriahkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah di Lamongan

    Pilkades 2026, Pemkab Gresik Persiapkan E-Voting Untuk Tingkatkan Transparansi

    Ekonomi Kabupaten Lamongan Terus Menunjukkan Tren Positif

    Dilepas Sekda Gresik, Sebanyak 1.095 Petugas Siap Melaksanakan Sensus Ekonomi 2026

    Melalui Carnival Fashion Fest Competition, Pemkab Lamongan Pacu Kemajuan Ekonomi Kreatif

    Load More
    Berita Lainnya
    Kesehatan

    Tidak Ada Stunting, Desa Jrebeng Dapat Penghargaan Dari Bupati Gresik

    29 Juli 2024

    MINATBACA.com – Berkat inovasi nenek peduli stunting (neduting), kampung inovasi pisang (kaesang) dan kampung sayang…

    3 Kantor Cabang BDL Diresmikan Oleh Bupati Lamongan

    SIG Dorong Pertanian Berkelanjutan Untuk Ketahanan Pangan

    Direktur Operasi SIG Reni Wulandari Ajak Perempuan Tunjukkan Kinerja dan Profesionalisme

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.