MINATBACA.com – Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) baru-baru ini sempat mengunjungi Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia. Ada beberapa poin yang dibahas, salah satunya mengenai swasembada pangan.
Direktur Utama (Dirut) Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan, kunjungan Kemenlu ke Petrokimia Gresik dalam rangka menggali potensi untuk menjajaki kerjasama ketahanan pangan, antara Indonesia dengan Eurasian Economic Union (EAEU) yang terdiri dari negara Rusia, Belarus, Armenia, Kazakhstan dan Kirgistan. Termasuk dengan negara Mercosur yakni Argentina, Bolivia, Brazil, Paraguay, dan Uruguay.
“Negara-negara EAEU merupakan pemain utama dalam industri pupuk global dan dikenal dengan pengelolaan industri pupuk yang efisien, suplai bahan pupuk, teknologi mutakhir, serta mekanisme pembiayaan yang efektif. Sementara negara-negara Mercosur dikenal dengan peternakannya,” ungkap Dwi Satriyo, Senin (17/2/2025).
Dwi Satriyo lantas menjelaskan,swasembada pangan merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah Republik Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita. Sehingga Petrokimia Gresik melalui program yang diinisiasi oleh Kemenlu, siap memperkuat kerjasama sektor pupuk dan peternakan sapi di Indonesia, khususnya Jawa Timur.
“Pada tahapan ini Kemenlu masih melihat langsung potensi di lapangan, mengidentifikasi peluang-peluang strategis dalam pengembangan kerja sama pertanian dan peternakan, dalam hal ini pupuk dan sapi. Untuk mempersiapkan implementasi konkret dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional,” terang Dwi Satriyo.
Di Indonesia, tambah Dwi Satriyo, pupuk merupakan salah satu produk vital yang mendukung produksi dan keberlanjutan seluruh hasil pertanian. Adapun Indonesia memiliki kapasitas produksi pupuk nasional mencapai 14,6 juta ton per tahun, termasuk di dalamnya Petrokimia Gresik. Tapi untuk memenuhi kebutuhan pupuk nasional, Indonesia masih memerlukan suplai bahan baku dari mitra lain, termasuk negara-negara EAEU.
“Melalui kerja sama ini, Indonesia diharapkan dapat memperkuat sektor pertanian dengan meningkatkan kapasitas produksi pupuk lokal. Selain itu, suplai bahan produksi pupuk dari EAEU, seperti amoniak, fosfat dan kalium, akan memperkuat rantai pasokan bahan baku pupuk lebih efisien, sehingga mendukung keberlanjutan produksi pupuk domestik. Petrokimia Gresik pun menyambut baik kerjasama multinasional ini,” pungkasnya.

