Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

      14 Oktober 2026

      Tambahan Cabor Baru Bakal Perkuat Kabupaten Lamongan di Porprov 2027

      14 Oktober 2026

      Sebanyak 45 Ruas Jalan di Kabupaten Lamongan Sudah Tuntas Diperbaiki

      14 Oktober 2026

      Tujuh Fraksi DPRD Sampaikan Pandangan Umum Menanggapi RAPBD Lamongan 2027

      14 Oktober 2026

      Hadirkan Anggota DPR RI, PKK Lamongan Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

      13 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Petrokimia Gresik Hadirkan Solusi Pertanian Organik Produktif nan Efektif
    Ekonomi

    Petrokimia Gresik Hadirkan Solusi Pertanian Organik Produktif nan Efektif

    RedaksiBy Redaksi21 Juni 20243 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Program Makmur Petrokimia Gresik perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, hadir membantu komunitas petani padi organik di Desa/Kecamatan Ciparay, Bandung. Ditandai dengan agenda ‘Pemupukan Program Makmur Komoditas Padi Organik’ menggunakan NPK Phonska Alam, Jumat (21/7/2024).

    Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan, kebutuhan bahan pangan organik dari tahun ke tahun semakin meningkat. Namun peningkatan tersebut, selaras dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi produk organik. Phonska Alam adalah solusi yang ditawarkan Petrokimia Gresik, untuk mendorong produktivitas komoditas organik.

    “Berdasarkan demonstration farming (demfarm) yang dijalankan Petrokimia Gresik di Kecamatan Ciparay, penggunaan Phonska Alam mampu meningkatkan produktivitas padi organik sebesar 13 persen,” ungkap Dwi Satriyo.

    “Dari rata-rata sebelumnya 5,5 ton setiap hektarenya, menjadi 6,5 ton per hektare. Keberhasilan demfarm inilah, yang sekarang diadopsi melalui Program Makmur,” terangnya.

    Dwi Satriyo menjelaskan, Phonska Alam merupakan pupuk NPK berbasis organik pertama di Indonesia. Kandungan N, P dan K pada pupuk tersebut sudah standar dan bermutu bagi pertanian organik, sehingga sangat tepat untuk menjadi solusi kemajuan pertanian organik di Indonesia.

    Pupuk Phonska Alam diproduksi dengan menggunakan bahan baku sumber N, P dan K yang berasal dari mineral alami, tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Sehingga dapat dipastikan, sesuai untuk pertanian organik di Indonesia. Bahkan, pupuk ini sudah memiliki tanda logo ‘Organik Indonesia’ sebagai wujud perlindungan atau jaminan bagi konsumen atas kualitas Phonska Alam.

    “Jika selama ini petani organik masih menggunakan cara-cara konvensional untuk memberikan unsur hara N, P dan K pada tanaman. Misal, memanfaatkan air cucian beras, pohon pisang, sabut kelapa atau lainnya, sekarang kami menawarkan cara yang lebih efektif, efesien dan terukur, atau terstandarisasi melalui Phonska Alam,” ujar Dwi Satriyo.

    Dalam Program Makmur, Petrokimia Gresik berperan memberikan jaminan penyediaan pupuk organik nonsubsidi kepada petani. Selain itu, Petrokimia Gresik juga melakukan pendampingan melalui kegiatan sosialisasi pemupukan berimbang, kawalan budidaya, hingga pengendalian hama dan penyakit.

    Petrokimia Gresik juga menyediakan layanan uji tanah, oleh petugas Mobil Uji Tanah dan Agroman Petrokimia Gresik. Sehingga dosis pemupukan yang diaplikasikan lebih efektif, efisien dan presisi atau sesuai kebutuhan.

    Dalam pemupukan Program Makmur untuk padi organik di Ciparay, dosis yang direkomendasikan yaitu Phonska Alam sebanyak 300 kilogram per hektare dan 5 liter Phonska Oca, yang pengaplikasiannya disemprotkan langsung pada tanaman.

    “Program Makmur untuk padi organik kami mulai dari Ciparay, karena tempat ini merupakan wilayah pertanian organik yang sudah tersertifikasi dan mempunyai ekosistem pertanian yang baik, mulai dari hulu hingga hilir,” beber Dwi Satriyo.

    “Kami berharap, budidaya ini dapat diduplikasi oleh petani padi organik lain. Sehingga bahan pangan organik yang diproduksi di dalam negeri, semakin besar lagi,” pungkas dia.

    Previous ArticleDensus 88 Beri Wawasan Para Kepala, Pengawas dan Guru SMA di Gresik
    Next Article HUT Bhayangkara ke-78, Polisi di Gresik Bersih-Bersih Klenteng Kim Hin Kiong

    Berita Terkait

    Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

    14 Oktober 2026

    Tambahan Cabor Baru Bakal Perkuat Kabupaten Lamongan di Porprov 2027

    14 Oktober 2026

    Sebanyak 45 Ruas Jalan di Kabupaten Lamongan Sudah Tuntas Diperbaiki

    14 Oktober 2026

    Tujuh Fraksi DPRD Sampaikan Pandangan Umum Menanggapi RAPBD Lamongan 2027

    14 Oktober 2026

    Hadirkan Anggota DPR RI, PKK Lamongan Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

    13 Oktober 2026

    MTQ Difabel 2026 Tingkat Jawa-Bali di Kabupaten Lamongan Diikuti Ratusan Kafilah

    13 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

    Tambahan Cabor Baru Bakal Perkuat Kabupaten Lamongan di Porprov 2027

    Sebanyak 45 Ruas Jalan di Kabupaten Lamongan Sudah Tuntas Diperbaiki

    Tujuh Fraksi DPRD Sampaikan Pandangan Umum Menanggapi RAPBD Lamongan 2027

    Hadirkan Anggota DPR RI, PKK Lamongan Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

    Load More
    Berita Lainnya
    Inspirasi

    Pemkab Gresik Gelar Pemilihan Pemuda Inspiratif 2025

    27 Mei 2025

    MINATBACA.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gresik Asluchul Alif, resmi membuka ajang Pemilihan Pemuda Inspiratif…

    Manajemen Talenta Dimulai, ASN Gresik Siap Diuji Kompetensi

    Cabuli Anak Berkebutuhan Khusus, Kakek Warga Kecamatan Ujungpangkah Gresik Ditangkap Polisi

    SIG Tawarkan Solusi Bahan Bangunan Rendah Karbon Ramah Lingkungan

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.