GRESIK – Petrokimia Gresik perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, mampu menciptakan nilai tambah (value creation) sebesar Rp381,1 miliar berkat berbagai inovasi yang telah dilakukan selama rentang 2023-2024. Baik oleh perusahaan, maupun anak perusahaan.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo saat pembukaan ‘Innovation Award’ Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) Ke-XXXVIII di GOR Tri Dharma, Gresik, Jawa Timur, Rabu (5/6/2024). Adapun value creation sebesar Rp381,1 miliar, meningkat 37 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Peningkatan value creation ini menjadi indikator, jika kualitas inovasi di Petrokimia Gresik semakin baik. Selain itu juga didukung keterlibatan karyawan yang semakin tinggi dalam inovasi,” kata Dwi Satriyo.
“Ini menjadi bukti, jika inovasi mampu menjadikan Petrokimia Gresik semakin kompetitif,” sambungnya.
Dwi Satriyo juga mengungkapkan, selain value creation yang meningkat, keterlibatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam inovasi pada tahun ini juga turut meningkat. Dari sebelumnya sebesar 91 persen, menjadi sebesar 95 persen karyawan dengan sebanyak 1.943 gugus inovasi. Jumlah ini meningkat 22 persen, jika dibandingkan pelaksanaan pada tahun sebelumnya.
Tidak hanya itu, daya saing perusahaan juga didukung oleh inovasi di lingkup Petrokimia Gresik Grup dan Yayasan Petrokimia Gresik. Dengan tercatat ada sebanyak 20 gugus inovasi terbaik, yang turut berkompetisi dalam KIPG pada pelaksanaan tahun ini.
“Kami mengapresiasi keterlibatan gugus inovasi dari anak perusahan. Ini menjadi bukti, jika inovasi sudah menjadi budaya di lingkungan Petrokimia Gresik Grup dan Yayasan Petrokimia Gresik. Seluruh karyawan menyadari, jika inovasi mampu meningkatkan daya saing perusahaan,” tandas Dwi Satriyo.
Pelaksanaan KIPG pada tahun ini mengangkat konsep ‘Petromanji’, yang merupakan akronim dari ‘Majunya Karyawan Jelajah Inovasi’, terinspirasi dari film Jumanji dengan alur cerita tentang petualangan penuh tantangan.
“Inovasi terlahir dari adanya semangat dan kemauan untuk mencoba hal-hal baru, berani melangkah, menyelesaikan berbagai tantangan dengan hal baru,” tandasnya.
Terakhir Dwi Satriyo menambahkan, tantangan yang dihadapi perusahaan yang dipimpin olehnya ke depan akan semakin ketat dan kompetitif. Adanya sistem baru yang mengharuskan Petrokimia Gresik harus beradaptasi terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat, membuat inovasi adalah solusi yang harus dijalankan.
“Inovasi adalah keharusan di dunia yang semakin kompetitif. Dan yang menjadi pembeda antara leader dan follower adalah inovasi,” kata Dwi Satriyo.
“Inovasi di Petrokimia Gresik sudah menjadi DNA dan budaya. Sudah 38 tahun kita menggelar konvensi inovasi. Dampak akhirnya akan memberikan kontribusi positif dalam mendukung program Ketahanan Pangan Nasional,” pungkasnya.
Inovasi Petrokimia Gresik selama setahun terakhir telah membuahkan beberapa prestasi, baik level nasional maupun internasional. Di ajang Pupuk Indonesia Quality Improvement (PIQI), Petrokimia Gresik mendapatkan juara pertama kategori Growth, juara kedua kategori sustainability dan 1 best performance.
Dalam ajang Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN), Petrokimia Gresik dan grup mendapat 13 diamond (penghargaan tertinggi), 11 platinum, 2 gold, 2 most favorite, 6 best presentation dan 6 best performance.
Adapun pada ajang International Quality and Productivity Convention (IQPC), Petrokimia Gresik berhasil mendapat 13 excellent (penghargaan tertinggi) dan 2 best presentation.

