Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

      16 Oktober 2026

      Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

      15 Oktober 2026

      PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

      15 Oktober 2026

      Program Klunting Sukses Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Lamongan

      15 Oktober 2026

      Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

      15 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia
    Ekonomi

    Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

    RedaksiBy Redaksi16 Oktober 20264 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Menteri Perindustrian Republik Indonesia Muhammad Sarmuji, melaksanakan kunjungan kerja di Gresik, Jumat (16/10/2026).

    Salah satu tempat yang sempat dikunjungi adalah, PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero). Dalam kesempatan tersebut, Sarmuji meninjau perkembangan proyek percontohan (pilot project) teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU), dengan sekaligus menyebut jika Petrokimia Gresik berpotensi mencetak sejarah sebagai pionir penerapan teknologi CCU di Indonesia.

    Adapun proyek tersebut merupakan kolaborasi antara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik, dan UWin Resources Regeneration Inc. Bagian dari upaya pengembangan teknologi untuk mengurangi emisi, sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi melalui pemanfaatan karbon hasil proses industri.

    Sarmuji menilai, proyek percontohan CCU yang sedang dilakukan di Petrokimia Gresik merupakan langkah penting dalam pengembangan industri hijau nasional, dan diharapkan dapat membuka peluang penerapan lebih luas pada sektor industri lainnya.

    “Ini akan menjadi sejarah bagi Petrokimia Gresik, sebagai industri yang menjadi pionir bagi penerapan Carbon Capture and Utilization. Ini akan kita sebarluaskan, karena proyek percontohan ini menghasilkan manfaat yang besar,” ujar Sarmuji.

    Teknologi CCU memungkinkan karbon dioksida (CO₂) dari proses industri ditangkap dan dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai ekonomi, salah satunya soda ash atau natrium karbonat. Berdasarkan hasil evaluasi proyek percontohan, teknologi tersebut mencatat efisiensi penangkapan CO₂ sebesar 91,48 hingga 97,79 persen. Sementara pengujian kedua pada Mei 2026 menghasilkan soda ash dengan kadar natrium karbonat (Na₂CO₃) mencapai 99,12 hingga 99,73 persen, yang berdasarkan evaluasi teknis dinyatakan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 06-0598-1989.

    Baca Juga :  Operasi Zebra Semeru 2025, Berikut Tujuan, Tanggal Pelaksanaan Hingga Sasaran Penertiban di Gresik

    Menurut Sarmuji, teknologi CCU memiliki potensi memberi manfaat ganda bagi industri yakni, mendukung penurunan emisi karbon, sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi. Potensi yang dapat menjadi peluang bagi industri untuk menjalankan dekarbonisasi, tanpa semata-mata memandang penerapan teknologi ramah lingkungan sebagai tambahan biaya. Kendati demikian, untuk pengembangan menuju skala industri masih memerlukan evaluasi lebih lanjut.

    “Tentu harus kita evaluasi terus-menerus supaya ini bisa berlaku sebagai sebuah skala industri, bukan hanya pilot project. Kita akan punya roadmap ke sana,” jelasnya.

    Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyampaikan, apresiasi kepada Kemenperin atas dukungan dan arahan yang diberikan dalam pengembangan teknologi CCU. Menurut Rahmad, hasil proyek percontohan di Petrokimia Gresik telah menunjukkan pembuktian konsep (proof of concept) yang membuka peluang pengembangan teknologi menuju skala komersial.

    “Hari ini kita menyaksikan proof of concept, artinya teknologi baru yang sudah terbukti bisa dimanfaatkan menghasilkan hal yang bermanfaat. Tadi arahan dari Bapak Menteri untuk meningkatkan menjadi komersial. Hitung-hitungan komersialnya nanti kami akan hitung, ketika ini meningkat menjadi komersial,” kata Rahmad.

    Baca Juga :  Menuju Pelabuhan Hijau, Ini Perubahan yang Dilakukan KBPP KSOP Kelas II Gresik

    Rahmad menambahkan, pihaknya berkomitmen mendukung pengembangan teknologi dekarbonisasi sebagai bagian dari transformasi industri pupuk yang semakin berkelanjutan. Pengembangan menuju skala komersial akan mempertimbangkan hasil evaluasi teknologi, serta kelayakan ekonomi, supaya penerapan dapat memberi manfaat optimal bagi industri.

    “Kami berkomitmen untuk terus mendukung upaya dekarbonisasi, sebagaimana diarahkan dan diberikan instruksi oleh Kementerian Perindustrian,” tambahnya.

    Sementara Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, keterlibatan dalam proyek percontohan CCU sejalan dengan berbagai upaya keberlanjutan yang telah dijalankan oleh Petrokimia Gresik. Karena menurutnya, pengembangan industri ramah lingkungan perlu didukung melalui penerapan inovasi dan peningkatan efisiensi berkelanjutan.

    “Petrokimia Gresik berkomitmen menerapkan prinsip keberlanjutan dalam operasional perusahaan melalui efisiensi, inovasi, dan pengelolaan lingkungan,” ucap Daconi.

    “Komitmen ini juga kami wujudkan dengan menjadi lokasi proyek percontohan CCU bersama Kementerian Perindustrian dan UWin. Kami berharap, kolaborasi ini turut mendorong industri nasional yang lebih ramah lingkungan dan berdaya saing,” imbuhnya.

    Sebagai wujud nyata komitmen, Petrokimia Gresik memiliki roadmap dekarbonisasi untuk mendukung target Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) 2030 dan Net Zero Emission (NZE) 2060. Hingga 2025, perusahaan mencatat pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) hampir 400.000 ton setara CO₂ (CO₂e) melalui berbagai program dekarbonisasi.

    Baca Juga :  Saat Melantik Kades Wadak Kidul, Gus Yani Berharap Kades Dapat Bangun Desa Transparan dan Berdaya

    Yakni, mencakup efisiensi energi melalui penerapan teknologi Amonia II dan Purge Gas Utilization, peralihan bahan bakar, pemanfaatan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pemanfaatan kembali CO₂ dalam proses industri, serta elektrifikasi kendaraan dan peralatan operasional. Berbagai upaya ini terus dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi, sekaligus mendukung kegiatan industri yang semakin ramah lingkungan.

    Daconi menjelaskan, kerja sama proyek CCU yang dimulai melalui Nota Kesepahaman pada Januari dan kick-off pada Juli 2025, melibatkan Pupuk Indonesia serta Petrokimia Gresik sebagai penyedia lokasi, utilitas, dan fasilitas pendukung pengujian, termasuk analisis laboratorium. Sementara UWin bertanggung jawab atas teknologi dan peralatan, Kemenperin mengoordinasikan pemantauan dan evaluasi proyek.

    Tindak lanjut dari pengujian tahap awal, kolaborasi juga diarahkan pada rencana pengujian teknologi pengurangan polutan udara, berupa partikulat halus PM2.5 di Unit Pembangkit Batubara Petrokimia Gresik. Tahapan direncanakan berlangsung hingga Juli 2028, sebagai bagian dari pengembangan dan evaluasi teknologi pengelolaan emisi industri.

    “Keberlanjutan adalah bagian dari komitmen Petrokimia Gresik. Karena itu, kami mendukung kolaborasi ini dengan menyediakan lokasi dan fasilitas, agar inovasi teknologi dapat diuji di lingkungan industri, sesuai peran perusahaan,” tutur Daconi.

    Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob gresik Kabupaten Gresik Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia
    Previous ArticleMensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

    Berita Terkait

    PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

    15 Oktober 2026

    Petrokimia Gresik Siapkan 443.436 Ton Pupuk Bersubsidi Hadapi Musim Tanam Oktober-Maret

    13 Oktober 2026

    Peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur di Gresik Dirangkai Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu

    12 Oktober 2026

    RSPG Hadirkan Layanan Operasi Laparoskopi Minim Sayatan, Didukung Tiga Dokter Spesialis Bedah

    10 Oktober 2026

    Petrokimia Gresik Berhasil Raih Tujuh Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026

    9 Oktober 2026

    Bantuan Pendidikan dan Pemberdayaan Ratusan Juta Disalurkan Baznas Bersama Pemkab Gresik

    8 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

    Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

    PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

    Program Klunting Sukses Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Lamongan

    Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

    Load More
    Berita Lainnya
    Ekonomi

    Patuh Bayar PBB, Petrokimia Gresik Dapat Apresiasi Dari Bupati

    15 Desember 2023

    GRESIK – Petrokimia Gresik perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, mendapat penghargaan dari Bupati…

    Sinergi Dakwah dan Seni, MUI Gresik Kunjungi SMK ASIK Ima’an Dukun

    Dari Kandang ke Wirausaha, Wabup Mendorong Ekosistem Peternakan Terintegrasi di Gresik

    Polisi di Lamongan Amankan Ratusan Botol Miras Jelang Nataru

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.