Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Muscab II Ikatan Keluarga Alumni Unair Cabang Gresik Dibuka Bupati

      18 April 2026

      Harapan Wabup Saat Membuka Kegiatan Kolaborasi YJI Gresik-Sidoarjo di Aula Mandala Bhakti Praja

      18 April 2026

      Dijadwalkan Berlangsung 3 Hari, Bupati Gresik Buka MTQ XXXII Tingkat Kabupaten

      18 April 2026

      Ancaman Kemarau Datang Lebih Awal, Bupati Gresik Ingatkan Seluruh Jajaran Untuk Mulai Antisipasi

      17 April 2026

      SIG Jaga Tren Positif di Atas Rata-Rata Industri Usai Konsisten Jalankan Strategi Transformasi

      17 April 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Kunker di Gresik, Komisi IV DPR RI Pastikan Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 Untuk Petambak
    Ekonomi

    Kunker di Gresik, Komisi IV DPR RI Pastikan Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 Untuk Petambak

    RedaksiBy Redaksi24 Februari 20263 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Perjuangan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani supaya pupuk bersubsidi kembali menyentuh sektor budidaya perikanan, akhirnya membuahkan hasil.

    Dalam kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Gresik, Senin (23/2/2026), Komisi IV DPR RI memastikan bahwa pembudidaya ikan resmi kembali mendapat bantuan pupuk bersubsidi pada tahun ini.

    Dalam forum tersebut, Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sempat membeberkan, jika dalam beberapa tahun terakhir menjadi masa penuh kegelisahan bagi para petambak, akibat pencabutan subsidi pupuk di sektor perikanan.

    “Beberapa tahun belakangan ini, kami mengalami kegelisahan. Kabupaten Gresik memiliki lebih dari 28.000 hektare lahan budidaya. Ketika pupuk subsidi dicabut, dampaknya sangat terasa. Bandeng tidak tumbuh optimal karena budidaya ikan tradisional sangat bergantung pada pupuk untuk menumbuhkan plankton,” ujar Gus Yani.

    Kabupaten Gresik merupakan salah satu lumbung pangan nasional sektor perikanan, baik budidaya, tangkap, maupun pengolahan dan juga pemasaran. Luas lahan budidaya tercatat 28.653,27 hektare, terdiri dari tambak payau seluas 15.601,26 hektare dan tambak tawar 13.052,01 hektare.

    Jumlah pembudidaya mencapai 20.279 orang, terdiri dari 15.729 pemilik tambak dan 4.550 orang pandega, yang tersebar di 16 kecamatan. Dengan produksi perikanan budidaya, tahun 2025 mencapai 160.439 ton dengan nilai produksi sebesar Rp3,54 triliun. Khusus komoditas ikan bandeng, produksi diperkirakan mencapai sekitar 90.000 ton per tahun.

    “Kalau harga bandeng rata-rata Rp10.000 per kilogram, hampir Rp900 miliar berputar di sektor tambak saja. Jadi ini ekonomi rakyat,” tegasnya.

    Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto menyampaikan, aspirasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik telah dibahas dalam Panitia Kerja (Panja) Pupuk di Petrokimia Gresik, dan sudah resmi masuk dalam rekomendasi subsidi nasional.

    “Alhamdulillah, tahun ini kebutuhan pupuk untuk budidaya perikanan sudah masuk dalam program subsidi sekitar 29.500 ton secara nasional. Ke depan kami akan fokus pada pembenahan data, agar distribusi tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan seperti sebelumnya,” ucap Panggah.

    Sementara Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Haeru Rahayu turut menyampaikan, permohonan maaf atas kondisi dua tahun terakhir yang berdampak pada pembudidaya ikan, imbas alokasi pupuk bersubsidi dicabut.

    “Atas nama pemerintah, kami mohon maaf. Tahun ini secara nasional, dialokasikan hampir Rp300 miliar untuk pupuk budidaya,” jelas Haeru.

    Untuk tahun ini, telah dialokasikan pupuk bersubsidi pada sektor perikanan bagi pembudidaya ikan di Kabupaten Gresik. Dengan rincian, pupuk urea sebesar 4.721 ton, pupuk SP36 sebesar 4.598 ton, dan pupuk organik sebesar 506 ton.

    Karena itu, ditekankan juga pentingnya optimalisasi penyerapan kuota agar tidak terjadi sisa alokasi. Di mana dukungan dari sisi distribusi dan sistem juga sempat ditegaskan oleh Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia Dwi Satriyo Annurogo. Dia memastikan, bahwa sistem distribusi pupuk saat ini telah terdigitalisasi penuh.

    “Setiap penebusan pupuk di kios, langsung tercatat dan terhubung secara real time dengan sistem pusat. Alokasi otomatis terpotong sesuai kuota. Sistem siap dan stok dalam kondisi aman,” tuturnya.

    Adapun Sholiq, salah seorang petambak asal Desa Betoyo Guci, Kecamatan Manyar menyampaikan, apresiasi atas kembalinya subsidi pupuk. Namun dia juga mengingatkan, potensi anjloknya harga ikan pada saat panen raya.

    “Kalau produksi naik tapi panen bersamaan, harga bandeng bisa turun sampai Rp5.000 per kilo. Kami mohon stabilitas harga juga diperhatikan,” katanya.

    Menanggapi hal tersebut, Gus Yani mendorong penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir. Selain memastikan pupuk tersedia, Pemkab Gresik juga mendorong peningkatan konsumsi ikan melalui berbagai program, serta penguatan distribusi berbasis desa.

    “Kami memiliki Koperasi Desa Merah Putih hampir di seluruh desa. Jika dilibatkan dalam distribusi pupuk subsidi, rantai pasok bisa lebih efektif dan ekonomi desa ikut bergerak,” terang Gus Yani.

    Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani gresik Kabupaten Gresik Komisi IV DPR RI pemkab gresik
    Previous ArticleIpda Purnomo Kunjungi Remaja yang Selamatkan 1 Anak di Waduk Menongo, Bantu Biaya Pendidikan
    Next Article Safari Ramadhan, Bupati dan Wabup Gresik Pastikan Percepatan Infrastruktur Super Prioritas 2026

    Berita Terkait

    Muscab II Ikatan Keluarga Alumni Unair Cabang Gresik Dibuka Bupati

    18 April 2026

    Harapan Wabup Saat Membuka Kegiatan Kolaborasi YJI Gresik-Sidoarjo di Aula Mandala Bhakti Praja

    18 April 2026

    Dijadwalkan Berlangsung 3 Hari, Bupati Gresik Buka MTQ XXXII Tingkat Kabupaten

    18 April 2026

    Ancaman Kemarau Datang Lebih Awal, Bupati Gresik Ingatkan Seluruh Jajaran Untuk Mulai Antisipasi

    17 April 2026

    Hadapi Perubahan Iklim, Bupati Minta PMI Gresik Tingkatkan Kesiapsiagaan

    17 April 2026

    Terima Kunjungan Peserta Sesdilu Kemenlu, Bupati Gresik Tekankan Kekuatan KEK dan SDM Terampil

    16 April 2026
    Search
    Terkini

    Muscab II Ikatan Keluarga Alumni Unair Cabang Gresik Dibuka Bupati

    Harapan Wabup Saat Membuka Kegiatan Kolaborasi YJI Gresik-Sidoarjo di Aula Mandala Bhakti Praja

    Dijadwalkan Berlangsung 3 Hari, Bupati Gresik Buka MTQ XXXII Tingkat Kabupaten

    Ancaman Kemarau Datang Lebih Awal, Bupati Gresik Ingatkan Seluruh Jajaran Untuk Mulai Antisipasi

    SIG Jaga Tren Positif di Atas Rata-Rata Industri Usai Konsisten Jalankan Strategi Transformasi

    Load More
    Berita Lainnya
    Budaya

    Lamongan Museum Expo 2024 Digelar 3 Hari, Jangan Sampai Kelewatan!

    28 Oktober 2024

    MINATBACA.com – Bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya dan juga menarik…

    Petrokimia Gresik Dapat Pasokan Gas Dari Kangean Untuk Produksi Pupuk

    Upaya Pemdes Dapet Balongpanggang Dongkrak Perekonomian Warga

    Petrokimia Gresik Berbagi Kebahagiaan Bersama Puluhan Anak Difabel

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.