Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Pendaftaran HARVESTION Bagi Dunia Pendidikan Kembali Dibuka Petrokimia Gresik

      21 Oktober 2026

      Bupati Lamongan Sarankan UMKM Melek Digital untuk Hasil Lebih Maksimal

      21 Oktober 2026

      Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pasokan, Dinas Pertanian Gresik Gelar Gerakan Pangan Murah

      21 Oktober 2026

      Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Pak Yes Ajak Masyarakat Lamongan Dukung Asta Cita

      21 Oktober 2026

      Pak Yes Sampaikan Jawaban Atas Pandangan Umum Fraksi Terhadap RAPBD Lamongan 2027

      19 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Kunker di Gresik, Komisi IV DPR RI Pastikan Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 Untuk Petambak
    Ekonomi

    Kunker di Gresik, Komisi IV DPR RI Pastikan Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 Untuk Petambak

    RedaksiBy Redaksi24 Februari 20263 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Perjuangan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani supaya pupuk bersubsidi kembali menyentuh sektor budidaya perikanan, akhirnya membuahkan hasil.

    Dalam kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Gresik, Senin (23/2/2026), Komisi IV DPR RI memastikan bahwa pembudidaya ikan resmi kembali mendapat bantuan pupuk bersubsidi pada tahun ini.

    Dalam forum tersebut, Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sempat membeberkan, jika dalam beberapa tahun terakhir menjadi masa penuh kegelisahan bagi para petambak, akibat pencabutan subsidi pupuk di sektor perikanan.

    “Beberapa tahun belakangan ini, kami mengalami kegelisahan. Kabupaten Gresik memiliki lebih dari 28.000 hektare lahan budidaya. Ketika pupuk subsidi dicabut, dampaknya sangat terasa. Bandeng tidak tumbuh optimal karena budidaya ikan tradisional sangat bergantung pada pupuk untuk menumbuhkan plankton,” ujar Gus Yani.

    Kabupaten Gresik merupakan salah satu lumbung pangan nasional sektor perikanan, baik budidaya, tangkap, maupun pengolahan dan juga pemasaran. Luas lahan budidaya tercatat 28.653,27 hektare, terdiri dari tambak payau seluas 15.601,26 hektare dan tambak tawar 13.052,01 hektare.

    Baca Juga :  Stan CFD Gresik Diduga Dijual Lebih Mahal Oleh Oknum Agar Terhindar Antrian

    Jumlah pembudidaya mencapai 20.279 orang, terdiri dari 15.729 pemilik tambak dan 4.550 orang pandega, yang tersebar di 16 kecamatan. Dengan produksi perikanan budidaya, tahun 2025 mencapai 160.439 ton dengan nilai produksi sebesar Rp3,54 triliun. Khusus komoditas ikan bandeng, produksi diperkirakan mencapai sekitar 90.000 ton per tahun.

    “Kalau harga bandeng rata-rata Rp10.000 per kilogram, hampir Rp900 miliar berputar di sektor tambak saja. Jadi ini ekonomi rakyat,” tegasnya.

    Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto menyampaikan, aspirasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik telah dibahas dalam Panitia Kerja (Panja) Pupuk di Petrokimia Gresik, dan sudah resmi masuk dalam rekomendasi subsidi nasional.

    “Alhamdulillah, tahun ini kebutuhan pupuk untuk budidaya perikanan sudah masuk dalam program subsidi sekitar 29.500 ton secara nasional. Ke depan kami akan fokus pada pembenahan data, agar distribusi tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan seperti sebelumnya,” ucap Panggah.

    Baca Juga :  Musrenbang Anak 2026 di Gresik, Wujudkan Aspirasi Anak Jadi Program Daerah

    Sementara Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Haeru Rahayu turut menyampaikan, permohonan maaf atas kondisi dua tahun terakhir yang berdampak pada pembudidaya ikan, imbas alokasi pupuk bersubsidi dicabut.

    “Atas nama pemerintah, kami mohon maaf. Tahun ini secara nasional, dialokasikan hampir Rp300 miliar untuk pupuk budidaya,” jelas Haeru.

    Untuk tahun ini, telah dialokasikan pupuk bersubsidi pada sektor perikanan bagi pembudidaya ikan di Kabupaten Gresik. Dengan rincian, pupuk urea sebesar 4.721 ton, pupuk SP36 sebesar 4.598 ton, dan pupuk organik sebesar 506 ton.

    Karena itu, ditekankan juga pentingnya optimalisasi penyerapan kuota agar tidak terjadi sisa alokasi. Di mana dukungan dari sisi distribusi dan sistem juga sempat ditegaskan oleh Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia Dwi Satriyo Annurogo. Dia memastikan, bahwa sistem distribusi pupuk saat ini telah terdigitalisasi penuh.

    Baca Juga :  Pemkab Gresik dan Pemprov Jatim Salurkan Bansos Senilai Rp5,8 Miliar

    “Setiap penebusan pupuk di kios, langsung tercatat dan terhubung secara real time dengan sistem pusat. Alokasi otomatis terpotong sesuai kuota. Sistem siap dan stok dalam kondisi aman,” tuturnya.

    Adapun Sholiq, salah seorang petambak asal Desa Betoyo Guci, Kecamatan Manyar menyampaikan, apresiasi atas kembalinya subsidi pupuk. Namun dia juga mengingatkan, potensi anjloknya harga ikan pada saat panen raya.

    “Kalau produksi naik tapi panen bersamaan, harga bandeng bisa turun sampai Rp5.000 per kilo. Kami mohon stabilitas harga juga diperhatikan,” katanya.

    Menanggapi hal tersebut, Gus Yani mendorong penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir. Selain memastikan pupuk tersedia, Pemkab Gresik juga mendorong peningkatan konsumsi ikan melalui berbagai program, serta penguatan distribusi berbasis desa.

    “Kami memiliki Koperasi Desa Merah Putih hampir di seluruh desa. Jika dilibatkan dalam distribusi pupuk subsidi, rantai pasok bisa lebih efektif dan ekonomi desa ikut bergerak,” terang Gus Yani.

    Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani gresik Kabupaten Gresik Komisi IV DPR RI pemkab gresik
    Previous ArticleIpda Purnomo Kunjungi Remaja yang Selamatkan 1 Anak di Waduk Menongo, Bantu Biaya Pendidikan
    Next Article Safari Ramadhan, Bupati dan Wabup Gresik Pastikan Percepatan Infrastruktur Super Prioritas 2026

    Berita Terkait

    Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pasokan, Dinas Pertanian Gresik Gelar Gerakan Pangan Murah

    21 Oktober 2026

    Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

    16 Oktober 2026

    PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

    15 Oktober 2026

    Peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur di Gresik Dirangkai Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu

    12 Oktober 2026

    RSPG Hadirkan Layanan Operasi Laparoskopi Minim Sayatan, Didukung Tiga Dokter Spesialis Bedah

    10 Oktober 2026

    Petrokimia Gresik Berhasil Raih Tujuh Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026

    9 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Pendaftaran HARVESTION Bagi Dunia Pendidikan Kembali Dibuka Petrokimia Gresik

    Bupati Lamongan Sarankan UMKM Melek Digital untuk Hasil Lebih Maksimal

    Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pasokan, Dinas Pertanian Gresik Gelar Gerakan Pangan Murah

    Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Pak Yes Ajak Masyarakat Lamongan Dukung Asta Cita

    Pak Yes Sampaikan Jawaban Atas Pandangan Umum Fraksi Terhadap RAPBD Lamongan 2027

    Load More
    Berita Lainnya
    Budaya

    Lamongan Tempo Doeloe Lanjut Tahun Depan

    28 Juni 2026

    MINATBACA.com – Antusias masyarakat dalam menyambut Lamongan Tempoe Doeloe (LTD) 2026, membuat even bakal dilaksanakan…

    Seluruh PAC Partai Gerindra Gresik Dukung Dokter Alif Maju Calon Bupati

    Konsisten Bina dan Kembangkan Atlet, Petrokimia Gresik Mendapat Penghargaan Dari Wagub Jatim

    Peringatan Hari Santri 2025 di Lamongan, dari Jalan Sehat Hingga Istighosah dan Doa Bersama

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.