Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Penyaluran Bansos di Desa Tanjung Kedamean Dipastikan Tepat Sasaran

      12 September 2026

      Selama 3 Hari ke Depan, Ada Kegiatan Extranas ke-8 Tahun 2026 Dilaksanakan di Kabupaten Lamongan

      11 September 2026

      Petrokimia Gresik Bersama MIND ID dan PTFI Bahas Rencana Peningkatan Pasokan Bahan Baku Pupuk

      11 September 2026

      Wabup Gresik Apresiasi Tim Robot Bawah Air UMG yang Bakal Berlaga di Final Kontes Kapal Indonesia

      11 September 2026

      Bupati Lamongan Sampaikan Rancangan Perubahan APBD 2026

      10 September 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Promosikan Potensi Herbal Lokal, SIG Bawa UMKM Rembang Tembus Pasaran Nasional
    Ekonomi

    Promosikan Potensi Herbal Lokal, SIG Bawa UMKM Rembang Tembus Pasaran Nasional

    RedaksiBy Redaksi27 Juli 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Dari lahan pekarangan ke dapur rumahan, sekelompok ibu rumah tangga di Desa Glebeg, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berhasil mengolah hasil panen tanaman herbal menjadi produk minuman kesehatan bernilai jual tinggi.

    Di bawah binaan Rumah BUMN PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) di Rembang (RB Rembang), yang dikelola oleh anak usaha PT Semen Gresik, Kelompok Wanita Tani (KWT) Annisa, sukses memasarkan produk herbal hingga ke luar Pulau Jawa dan berhasil mencatatkan omzet hingga mencapai Rp100 juta per tahun.

    Sejak berdiri tahun 2017, KWT Annisa yang beranggota 31 ibu rumah tangga telah memproduksi berbagai produk olahan tanaman herbal dan pangan lokal seperti minuman sirup, serbuk jahe, temulawak, kunyit, hingga minuman khas berbahan buah kawis. Semua produk diolah dari bahan baku alami, yang berasal dari petani lokal di sekitar Desa Glebeg.

    Ketua KWT Annisa Rutiah (50), merasa sangat terbantu dan bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga besar RB Rembang sejak tahun 2022. Dia lantas mengakui, jika RB Rembang memiliki peran yang besar dalam mendorong pertumbuhan bisnis KWT Annisa dalam memproduksi minuman herbal. Tidak hanya dibekali kemampuan mengelola usaha secara administratif dan bisnis, tetapi juga diperkuat dari sisi branding dan pemasaran agar produk KWT Annisa semakin dikenal pasar.

    Baca Juga :  Kunci SIG Jaga Profitabilitas di Tengah Tantangan Pasar Domestik

    ”Awalnya, kami cuma ingin hasil pekarangan nggak terbuang percuma. Dari dapur yang sederhana, kami para ibu rumah tangga mulai belajar mengolah jadi produk yang punya nilai jual,” ujar Rutiah.

    “Setelah bergabung dengan RB Rembang, peluang pun terbuka semakin lebar. Kami diberikan berbagai pelatihan, dibantu promosi dan fasilitasi, jejaring usaha juga semakin luas,” sambungnya.

    Rutiah mengungkapkan, usaha yang dirintis sejak tahun 2017 dengan modal awal Rp500.000 tersebut, dikerjakan hanya berbekal alat masak sederhana dan mengubah potensi lokal jadi produk unggulan. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing, mereka bisa menghasilkan hingga 100 kilogram bahan baku seperti jahe, kunyit, dan buah kawis, yang dapat diolah menjadi sekitar 100 botol produk per minggu. Kemudian mulai mengenalkan produk ke pasar tradisional, hingga merambah ke jejaring UMKM di Kabupaten Rembang.

    Baca Juga :  Bisnis Berkelanjutan, SIG Raih Penghargaan Dalam Asia Sustainability Reporting Rating 2025

    Seiring meningkatnya permintaan, keterbatasan lahan membuat KWT Annisa berinisiatif menjalin kerja sama dengan petani lokal, serta sesama pelaku UMKM di Rembang untuk memenuhi kebutuhan bahan baku. Khususnya saat menjelang momen seperti Lebaran, kapasitas produksi bisa meningkat tiga kali lipat.

    Kini produk minuman jahe dan temulawak, serta sari buah kawis dari KWT Annisa tidak hanya dipasarkan di wilayah Rembang, tapi juga menjangkau pasar yang lebih luas seperti Yogyakarta, Semarang, Surakarta, hingga Surabaya di Jawa Timur. Bahkan dengan peran e-commerce dan jaringan reseller, produk KWT Annisa mampu menjangkau pemasaran di luar Jawa seperti Kalimantan.

    Dengan racikan otentik berbahan herbal dan harga terjangkau mulai dari Rp10.000 hingga Rp40.000 per kemasan, produk KWT Annisa kini mampu meraih omzet rata-rata Rp10 juta per bulan, atau melebihi Rp100 juta per tahun.

    Baca Juga :  Semester I Tahun 2026, Kinerja SIG Tumbuh Solid

    “Sebagai pelaku usaha, saya sangat merasakan manfaat dari keberadaan RB Rembang. Kami mendapat banyak dukungan, mulai dari pelatihan, pemasaran hingga promosi produk. Saya sangat berterima kasih kepada SIG dan RB Rembang. Harapan saya, para pelaku UMKM dapat terus berkembang dan sukses bersama,” ungkap Rutiah.

    Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, SIG mendukung penuh penguatan peran perempuan dalam ekonomi masyarakat desa, sebagai bagian dari komitmen pihak perusahaan terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

    “SIG percaya bahwa perempuan memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi lokal. Melalui pembinaan UMKM, kami mendorong lebih banyak kelompok usaha perempuan agar dapat tumbuh mandiri, naik kelas dan berdaya saing di pasar yang lebih luas,” tutur Vita.

    “SIG akan terus mendampingi UMKM, terutama pelaku perempuan, agar semakin tangguh dan mampu memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” lanjutnya.

    SIG umkm
    Previous ArticleWarga Antusias Ikuti Petik Buah dan Sayuran di PAE Gelaran Petrokimia Gresik
    Next Article PAE 2025, Petrokimia Gresik Kembali Berikan Customer Experience untuk Masyarakat

    Berita Terkait

    Green Building Festival 2026, SIG Mendorong Penggunaan Bahan Bangunan Rendah Emisi

    10 September 2026

    Begini Cara yang Dilakukan SIG Guna Maksimalkan Pertumbuhan Kinerja

    9 September 2026

    SIG Pertahankan Peringkat idAAA Tertinggi dari Pefindo Karena Memiliki Prospek Pasar yang Kuat

    8 September 2026

    Perkuat Ekosistem Pesisir, SIG Libatkan Sepuluh Orang Relawan Bakti BUMN 2026

    3 September 2026

    SIG Hidupkan Kembali Merek Legendaris untuk Jawa Barat, Semen Kujang Resmi Diluncurkan

    3 September 2026

    Semester I Tahun 2026, Kinerja SIG Tumbuh Solid

    2 September 2026
    Search
    Terkini

    Penyaluran Bansos di Desa Tanjung Kedamean Dipastikan Tepat Sasaran

    Selama 3 Hari ke Depan, Ada Kegiatan Extranas ke-8 Tahun 2026 Dilaksanakan di Kabupaten Lamongan

    Petrokimia Gresik Bersama MIND ID dan PTFI Bahas Rencana Peningkatan Pasokan Bahan Baku Pupuk

    Wabup Gresik Apresiasi Tim Robot Bawah Air UMG yang Bakal Berlaga di Final Kontes Kapal Indonesia

    Bupati Lamongan Sampaikan Rancangan Perubahan APBD 2026

    Load More
    Berita Lainnya
    Ekonomi

    The 9th ICPS Kolaboraya UNAIR Digelar di Gresik, Dorong Investasi Mendunia

    18 September 2025

    MINATBACA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bekerja sama dengan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar…

    Petrokimia Gresik juga Mendapat Penghargaan Atas Komitmen Menghadirkan Taman Penitipan Anak

    Petik Laut Desa Campurejo, Sarana Pererat Kerukunan dan Wujud Syukur

    Komitmen SIG Terhadap Implementasi Budaya K3, Berbuah Nihil Fatalitas Pada 2025

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.